๐Ÿ“Œ Artikel Dakwah Bantahan Bagian 3 : Fitnah Terhadap Pribadi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (Menjawab Tuduhan : Kafirkan Umat Islam, Bunuh Muslimin, Merusak Makam, Khawarij, dan lainnya)

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Segala puji bagi Allah ๏ทป yang telah memberi kita nikmat iman dan Islam. Semoga Allah ๏ทป menjaga hati kita agar selalu teguh di atas Sunnah Rasulullah ๏ทบ sampai akhir hayat.

(Artikel 309 = 04/07/2025, Ba'da Magrib)

Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

๐Ÿ“Œ Artikel Dakwah Bantahan Bagian 3 : Fitnah Terhadap Pribadi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (Menjawab Tuduhan : Kafirkan Umat Islam, Bunuh Muslimin, Merusak Makam, Khawarij, dan lainnya)

(Bantahan terhadap tuduhan-tuduhan yang berkomentar tentang Serial Kitab Tauhid, terbagi dalam 12 bagian tambahan, yang merupakan kelanjutan penjelasan 6 bagian sebelumnya, total ada 18 artikel bantahannya terhadap 2 komentar panjang yang disampaikan)

๐Ÿชง Pendahuluan 

Dalam upaya menggagalkan tersebarnya dakwah tauhid, fitnah terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menjadi senjata utama para penentang dakwah salaf. 

Fitnah-fitnah tersebut terus disebarkan tanpa rasa takut kepada Allah ๏ทป, seolah lebih sahih dari Al-Qur’an dan Hadits yang menyeru kepada tauhid.

๐Ÿ”ฅ Apa saja tuduhan yang sering dilontarkan ?
  • “Dia mengkafirkan seluruh umat Islam.”
  • “Dia membunuh kaum Muslimin.”
  • “Dia merusak makam para wali.”
  • “Dia adalah antek Inggris.”
  • “Dia adalah Khawarij masa kini.”
  • “Dia hanya ulama lokal, bukan mujtahid.”
  • “Dia memecah belah umat Islam.”
Apakah tuduhan ini benar ? 

๐Ÿ‘‰ Mari kita jawab dengan fakta dan kejujuran ilmiah.

๐Ÿ“Œ 1. Tuduhan : Mengkafirkan Umat Islam

Faktanya :

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah mengkafirkan kaum Muslimin secara serampangan, apalagi umat Islam secara umum.

➡️ Yang beliau kafirkan adalah mereka yang jatuh ke dalam kesyirikan besar, seperti :
  • Berdoa kepada selain Allah ๏ทป,
  • Meminta pertolongan kepada kuburan,
  • Bertawaf mengelilingi makam,
  • Meyakini wali-wali bisa mengatur alam semesta,
  • Memakai jimat dan sihir,
Dan amalan syirik lainnya yang jelas-jelas membatalkan keislaman menurut Al-Qur’an dan Sunnah.

๐Ÿ“š Beliau berkata :

“Saya mengkafirkan orang yang mengetahui agama Rasulullah ๏ทบ lalu mencelanya dan menghalangi manusia dari agama tersebut. Saya tidak mengkafirkan orang awam yang tidak tahu apa-apa.”(Ad-Durar As-Saniyyah, 1/100)

Jadi, beliau tidak mengkafirkan kecuali dengan hujjah dan ilmu, bukan asal tunjuk.

๐Ÿ“Œ 2. Tuduhan : Membunuh Kaum Muslimin

Ini adalah fitnah keji yang terus diulang-ulang, padahal dakwah beliau adalah dakwah ilmiah, bukan dakwah kekerasan.

๐Ÿ“š Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata : “Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang da’i, bukan seorang komandan perang. Beliau tidak pernah memimpin pasukan. Yang berperang adalah pihak penguasa saat itu, yaitu keluarga Saud, dalam membela dakwah tauhid.” (Majmu’ Fatawa Ibn Baz, 1/374)

Kalaupun terjadi peperangan, itu adalah peperangan antara pasukan tauhid melawan pemerintahan thagut saat itu, bukan membunuh kaum Muslimin yang mentauhidkan Allah ๏ทป.

๐Ÿ“Œ 3. Tuduhan : Merusak Makam Ulama dan Wali

Klarifikasi :
  • Beliau tidak merusak kuburan sembarangan.
  • Yang dihancurkan adalah bangunan dan kubah yang dibangun di atas kuburan, karena itu dilarang oleh Nabi ๏ทบ sendiri.
๐Ÿ“š Rasulullah ๏ทบ bersabda : 

“Jangan kalian jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan.” (HR. Abu Dawud no. 2042)

“Jangan kalian duduki kuburan dan jangan kalian bangun di atasnya, jangan kalian tulis di atasnya.” (HR. Muslim no. 970)

Jadi, yang dihancurkan adalah perbuatan bid’ah dan sarana kesyirikan, bukan penghinaan terhadap orang shalih.

๐Ÿ“Œ 4. Tuduhan : Antek Inggris

Ini berasal dari kisah fiktif “Memoar Mr. Hempher”, yang sudah dibongkar kepalsuannya oleh banyak sejarawan, termasuk orientalis Barat.

๐Ÿ“š Faktanya :
  • Tidak ada bukti sejarah sahih yang menunjukkan keterkaitan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Inggris.
  • Dokumen “Mr. Hempher” baru muncul 150 tahun setelah wafatnya Syaikh, dan tanpa sumber jelas.
  • Bahkan tokoh Syiah seperti Ali al-Wardi (sejarawan Irak) mengakui bahwa kisah itu “tidak ilmiah”.
  • Ini jelas fitnah politik, bukan kebenaran ilmiah.
๐Ÿ“Œ 5. Tuduhan : Khawarij

Khawarij adalah :
  • Orang yang mengkafirkan pelaku dosa besar,
  • Memberontak kepada penguasa Muslim,
  • Membunuh sesama Muslim dengan semboyan agama.
Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab melakukan ini ? 

TIDAK !
  • Beliau justru melarang mengkafirkan kecuali dengan syarat-syarat yang ketat.
  • Beliau tidak pernah menyeru untuk memberontak kepada penguasa Muslim, kecuali penguasa kafir murtad secara terang.
๐Ÿ“š Beliau berkata :

“Kami tidak mengkafirkan orang kecuali setelah tegak hujjah dan penjelasan." (Ad-Durar As-Saniyyah, 1/104)

๐Ÿ“Œ 6. Tuduhan : Bukan Ulama Besar

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah adalah :
  • Lulusan Universitas Islam Madinah (Najd saat itu) dan belajar dari banyak ulama di Hijaz, Basrah, dan lainnya.
  • Menghafal Al-Qur’an sejak kecil.
  • Mempelajari kitab-kitab para ulama besar, seperti Ibn Taimiyyah, Ibnul Qayyim, dan lainnya.
  • Menulis banyak kitab ilmiah yang diajarkan sampai hari ini.
➡️ Ilmu beliau diakui oleh ulama sezaman dan setelahnya, bahkan oleh ulama Al-Azhar dan ulama Haramain sebelum dikuasai Syiah Sufi.

๐Ÿ“Œ 7. Tuduhan : Memecah Belah Umat

Yang memecah umat adalah :
  • Mereka yang menyeru kepada kesyirikan dan bid’ah.
  • Mereka yang fanatik madzhab dan kelompok.
  • Mereka yang menyerang orang-orang yang menyeru kepada tauhid.
  • Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah upaya menyatukan umat di atas tauhid, bukan memecah.
๐Ÿ“š Allah ๏ทป berfirman : “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi bergolongan-golongan...” (QS. Ar-Rum: 31–32)

✍️ Penutup

Semua tuduhan terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab telah : 
  • ✅ Dijawab dengan fakta,
  • ✅ Dihancurkan dengan dalil,
  • ✅ Dibantah oleh sejarah.
  • Fitnah hanya berhasil jika umat bodoh. 
  • Maka kewajiban kita adalah belajar dan menyampaikan kebenaran agar umat tidak terus tertipu oleh propaganda murahan.
------

⛔ Jangan jadikan tradisi, hawa nafsu, dan gaya hidup yang bertentangan dengan syariat lebih utama dari wahyu Allah ๏ทป dan sunnah Rasulullah ๏ทบ
➡️ Semoga Allah ๏ทป membimbing kita kepada kebenaran yang diridhai-Nya
๐Ÿ”„ Silakan bagikan artikel ini agar jadi amal jariyah dan jalan hidayah bagi yang membaca, niatkan hanya untuk Allah ๏ทป

๐Ÿ“š Untuk pemahaman Islam yang benar, rujuk lah kepada ustadz Ahlus Sunnah wal Jama‘ah yang bermanhaj salaf, mengikuti Al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para Sahabat, Tabi‘in, dan Tabi‘ut Tabi‘in

๐Ÿ’ก Cara memilih guru rujukan : 

✅ Lihat ilmu dan dalilnya, bukan sekadar nama atau popularitas
✅ Jangan fanatik pada tokoh, tapi ikuti kebenaran berdasarkan dalil yang disampaikannya
✅ Pastikan ia membimbing pada tauhid, menjauhi bid’ah, dan berpegang teguh pada sunnah (apa yang dicontohkan, diajarkan, dibenarkan oleh Rasulullah ๏ทบ)

๐Ÿ“บ Rekomendasi : Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, Rodja TV, Ashiil TV, dan para Asatidzah diberbagai kota dan TV Manhaj Salaf lainnya

๐Ÿ“ Jika ingin tanya jawab atau diskusi, silakan balas lewat WhatsApp atau komentar di website

✍️ Catatan : 

๐Ÿ‘‰ Apa yang disampaikan dalam tulisan ini adalah hasil dari usaha mencari kebenaran berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, dengan merujuk kepada penjelasan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama‘ah. 
✅ Semua penjelasan dalam tulisan ini disusun berdasarkan rujukan dari Al-Qur’an, Hadits, dan penjelasan ulama Ahlus Sunnah.
๐Ÿ“‹Hanya menyampaikan kembali ilmu dari para ulama Manhaj Salaf.
๐Ÿ™ Jika yang disampaikan adalah kebenaran, itu datang dari Allah ๏ทป semata; jika ada kekeliruan, itu dari kelemahan diri penulis dan memohon ampun kepada Allah ๏ทป.

Wallฤhu A‘lam, hanya Allah ๏ทป yang Mahatahu kebenaran ๐Ÿคฒ 

Komentar