📌 Menjawab Tuduhan “Menyembunyikan Nama Guru Besar” dan Dakwah Licik

بسم الله الرحمن الرحيم

Rasulullah ﷺ bersabda : “Agama itu adalah nasihat.” (HR. Muslim). Semoga Allah ﷻ menjadikan artikel ini sebagai nasihat yang bermanfaat bagi penulis dan pembaca.
 
(Artikel 308 = 04/07/2025, Ba'da Dzuhur)

Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

📌 Menjawab Tuduhan “Menyembunyikan Nama Guru Besar” dan Dakwah Licik

(Bantahan terhadap tuduhan-tuduhan yang berkomentar tentang Serial Kitab Tauhid, terbagi dalam 12 bagian tambahan, yang merupakan kelanjutan penjelasan 6 bagian sebelumnya, total ada 18 artikel bantahannya terhadap 2 komentar panjang yang disampaikan)

📝 Mukadimah 

Dalam komentar yang sering muncul di media sosial atau forum diskusi keislaman, tidak jarang terdengar tuduhan seperti :

“Itu anak-anak Wahabi bahkan tidak tahu siapa guru besarnya ! Ustadz-ustadz Wahabi lokal menyembunyikan gurunya. Licik ! Tapi ajarannya disebarkan !”
  • Tuduhan ini terlihat bombastis dan provokatif, namun apakah benar adanya ?
  • Ataukah hanya fitnah tanpa dasar yang ditujukan untuk menjatuhkan dakwah tauhid ?
Mari kita kupas satu demi satu.

📌 Siapa “Guru Besar” yang Dimaksud ?

Tuduhan ini biasanya diarahkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, seolah beliau adalah tokoh “rahasia” yang sengaja disembunyikan oleh para ustadz Ahlus Sunnah yang menyeru kepada tauhid murni.

FAKTANYA ? 

Justru para ustadz Ahlus Sunnah secara terbuka menyebut dan menjelaskan siapa itu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, apa kitab-kitabnya, bagaimana sejarah hidupnya, dan apa isi dakwahnya. 

Bahkan kitab-kitab beliau diajarkan secara terbuka di masjid-masjid dan kajian umum.

Contohnya :
  • Kitab “Kitabut Tauhid” – karya beliau yang paling terkenal, diajarkan ribuan kali di Indonesia.
  • Kitab “Kasyfusy Syubuhat”, 
  • “Tsalatsatul Ushul”, 
  • “Al-Qawa’idul Arba’” – semua karya beliau yang diajarkan luas.
Nama beliau dicetak di cover kitab, disebut dalam ceramah, dijadikan bahan dakwah resmi.

Lalu di mana letak menyembunyikannya ? 

Tuduhan ini terkesan dibuat-buat oleh orang yang :
  • Tidak pernah hadir di majelis ilmu Ahlus Sunnah
  • Tidak tahu apa yang sebenarnya disampaikan para ustadz
  • Atau sengaja menyebarkan kebohongan agar masyarakat menjauhi dakwah salafiyyah
📌 Apakah Ada yang Dilarang Menyebut Nama Muhammad bin Abdul Wahhab.?
  • Tidak ada satu pun larangan seperti itu dalam kajian manhaj salaf. 
  • Justru yang diajarkan adalah taqlid kepada Rasulullah ﷺ, bukan fanatik tokoh.
Maka, nama Muhammad bin Abdul Wahhab tidak dijadikan ikon utama, karena dakwah ini bukan dakwah personal. 

Prinsip yang mereka bawa adalah.:

“Ambillah dalilnya, jangan fanatik orangnya.”

Bandingkan dengan pengikut tarekat dan golongan yang membela tokohnya mati-matian meskipun jelas-jelas menyimpang dari Al-Qur’an dan Sunnah.

📌 Apakah Ini Bentuk Dakwah Licik ?

Justru yang licik adalah mereka yang menuduh tanpa bukti, memfitnah dakwah tauhid sebagai sesuatu yang samar, padahal sangat terbuka.

Liciknya adalah :
  • Menyembunyikan dalil Al-Qur’an demi membela ajaran tarekat.
  • Menutup-nutupi kesyirikan dan mengatakan “ini hanya wasilah”.
  • Menyesatkan umat dengan mengatakan semua agama sama, demi toleransi palsu.
  • Mengharamkan orang-orang belajar langsung dari Al-Qur’an dan Hadits dengan tuduhan “belum waktunya”.
Dakwah Ahlus Sunnah sebaliknya :
  • Terbuka.
  • Berdasarkan dalil.
  • Tidak mewajibkan pengikutnya fanatik kepada tokoh.
  • Menyeru kepada ajaran Rasulullah ﷺ dan salafush shalih, bukan ajaran buatan manusia.
📌 Mengapa Nama Muhammad bin Abdul Wahhab Tidak Terlalu Ditekankan ?

Karena tujuan dakwah ini bukan mengajak orang menjadi “pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab”, tapi mengajak mereka menjadi pengikut Rasulullah ﷺ.

📚 Para ulama Ahlus Sunnah sejak dahulu sudah mengingatkan :

“Setiap orang bisa diambil dan ditolak pendapatnya, kecuali Rasulullah ﷺ.” — (Imam Malik rahimahullah)

Maka, sangat wajar bila dalam dakwah Ahlus Sunnah, tokoh-tokoh dijelaskan hanya sebatas kontribusinya terhadap ilmu, bukan dijadikan sentral atau simbol pergerakan. 

Inilah bentuk kesucian dakwah dari unsur kultus individu.

📌 Penutup : Siapa yang Sebenarnya Licik ?

Lihatlah faktanya :
  • Yang menyembunyikan kesyirikan di balik nama “cinta Nabi”.
  • Yang menyebar fitnah bahwa “Wahabi” itu sesat tanpa mau berdialog ilmiah.
  • Yang menuduh menyembunyikan guru besar, padahal tidak pernah datang ke majelis ilmunya.
  • Merekalah yang melakukan dakwah licik, dengan taburan kebohongan dan kebencian kepada dakwah tauhid.
Sebaliknya, dakwah salaf mengajak kepada Islam yang murni, bebas dari fanatisme buta, bebas dari kultus tokoh, dan penuh keikhlasan kepada Allah ﷻ.

--------------------

⛔ Jangan jadikan tradisi, hawa nafsu duniawi, pemikiran dan gaya hidup yang bertentangan dengan aturan Allah ﷻ dijadikan lebih penting dari pada wahyu Al-Qur’an dan hadits Rasulullah ﷺ.
➡️ Semoga Allah ﷻ selalu membimbing kita dalam mencari dan mengikuti kebenaran yang diridhai-Nya.
🔄 Silakan bagikan artikel ini ke siapa pun dan di berbagai platform media sosial.
✅ Semoga menjadi amal jariyah dan jalan hidayah bagi yang membacanya. Niatkan hanya berharap PAHALA dari Allah ﷻ.

📚 Rujukan Ilmiah Tambahan :

Untuk memperdalam pemahaman Islam yang lurus, silakan merujuk kepada kajian-kajian para ustadz Ahlus Sunnah wal Jama‘ah yang bermanhaj salaf, berdasarkan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Sahabat, Tabi‘in, dan Tabi‘ut Tabi‘in.

🔗 Rekomendasi utama, Kajian Aqidah ilmiah : Ustad Dr. Firanda Andirja, Hafidzahullah 🤲

👨‍🏫 Asatidzah Manhaj Salaf lainnya :
  • Ustad Dr. Syafiq Riza Basalamah – Fiqih
  • Ustad Dr. Muhammad Arifin Badri – Fiqih
  • Ustad Dr. Khalid Basalamah – Muamalah
  • Ustad Dr. Abdullah Roy – Aqidah
  • Ustad Dr. Ali Musri Semjan Putra – Aqidah
  • Ustad Dr. Musyaffa’ Ad Dariny – Fiqih
  • Ustad Dr. Erwandi Tarmizi – Muamalah
  • Ustad Dr. Sofyan Baswedan – Hadits
  • Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas رحمه الله – Aqidah
  • Ustad Dzulqarnain M. Sunusi – Fiqih
  • Ustad Afifi Abdul Wadud – Aqidah
  • Ustad Ammi Nur Baits ST – Muamalah
  • Ustad dr. Raehanul Bahraen – Fiqih
  • Ada ratusan Asatidzah lain di berbagai kota 
📺 Rekomendasi channel : Rodja TV, Ashiil TV, dan channel dakwah manhaj salaf lainnya.

📩 Bila ada pertanyaan, ingin diskusi :

👉 Balas di postingan WhatsApp
💻 Atau tulis komentar di website
🤲 InsyaAllah ditanggapi segera 

💡 Penegasan :

Kebenaran bukan milik individu, bukan pula milik kelompok tertentu, tapi :

➡️ Kebenaran hanya milik Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ.
✅ Ikutilah yang sesuai dalil wahyu, bukan hanya karena nama besar atau tradisi masyarakat.
✅ Jangan berfanatik pada tokoh, tapi lihat ilmu dan kebenaran yang ia sampaikan.

Wallāhu A‘lam, hanya Allah ﷻ yang Mahatahu kebenaran 🤲

Komentar