📌 BAHAYA, DOSA, DAN AKIBAT PERBUATAN SYIRIK
Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Materi Dakwah HBI No. 1.719
📣 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
📥 WhatsApp Grup 2 : https://chat.whatsapp.com/EM91hf2UDojFAFKWnNdGJ1
💻 Website : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel
▶️ YouTube (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📑 Ebook Terbaru (UFA) : Rambu-Rambu Dakwah : https://s.id/RambuDakwah
--------
📌 BAHAYA, DOSA, DAN AKIBAT PERBUATAN SYIRIK
Syirik adalah dosa paling besar karena syirik berarti memberikan salah satu bentuk ibadah yang menjadi hak Allah ﷻ kepada selain-Nya.
Contohnya : berdoa kepada orang yang telah meninggal, meminta pertolongan gaib kepada jin atau penghuni kubur, menyembelih untuk selain Allah ﷻ, bernazar kepada selain Allah ﷻ, atau meyakini benda, dukun, roh, dan ritual tertentu memiliki kekuatan gaib yang hanya dimiliki Allah ﷻ.
Allah ﷻ menciptakan manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn.
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
1. Syirik adalah kezaliman paling besar
Allah ﷻ berfirman :
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Yā bunayya lā tusyrik billāh, innasy-syirka laẓulmun ‘aẓīm.
“Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (QS. Luqman: 13)
Syirik disebut kezaliman terbesar karena ibadah yang seharusnya diberikan hanya kepada Allah ﷻ justru diberikan kepada makhluk yang tidak menciptakan, tidak memiliki rezeki, dan tidak berkuasa menentukan takdir.
2. Syirik adalah dosa terbesar
Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang dosa yang paling besar. Beliau ﷺ menjawab :
أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ
An taj‘ala lillāhi niddan wa huwa khalaqak.
“Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.” (HR. Bukhari no. 4477 dan Muslim no. 86)
Rasulullah ﷺ juga bersabda :
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ
Ijtanibus-sab‘al-mūbiqāt.
“Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan.”
Yang pertama beliau sebutkan adalah:
الشِّرْكُ بِاللَّهِ
Asy-syirku billāh.
“Mempersekutukan Allah.” (HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)
3. Syirik besar tidak diampuni jika dibawa mati tanpa taubat
Allah ﷻ berfirman :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
Innallāha lā yaghfiru an yusyraka bihī, wa yaghfiru mā dūna dzālika liman yasyā’.
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan-Nya, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisa’: 48)
Maksud ayat ini adalah orang yang meninggal dunia dalam keadaan membawa syirik besar tanpa bertaubat. Adapun orang yang bertaubat dengan benar sebelum meninggal, maka Allah ﷻ menerima taubatnya.
Imam Ibnu Katsir rahimahullah (w. 774 H) menjelaskan secara makna bahwa Allah ﷻ tidak mengampuni orang yang bertemu dengan-Nya dalam keadaan musyrik, sedangkan dosa selain syirik berada di bawah kehendak Allah ﷻ.
4. Syirik menghapus seluruh amal
Allah ﷻ berfirman :
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Wa laqad ūḥiya ilaika wa ilalladzīna min qablika la’in asyrakta layaḥbaṭanna ‘amaluka wa latakūnanna minal-khāsirīn.
“Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu: jika engkau berbuat syirik, niscaya gugurlah seluruh amalmu dan engkau benar-benar termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar: 65)
Seseorang mungkin banyak bersedekah, membantu orang, atau melakukan berbagai ibadah. Namun jika ia meninggal dalam syirik besar tanpa taubat, amalnya tidak menyelamatkannya.
5. Surga diharamkan bagi orang yang mati dalam syirik besar
Allah ﷻ berfirman :
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ
Innahū man yusyrik billāhi faqad ḥarramallāhu ‘alaihil-jannata wa ma’wāhun-nār.
“Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya adalah neraka.” (QS. Al-Ma’idah: 72)
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ لَقِيَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ
Man laqiyallāha lā yusyriku bihī syai’an dakhalal-jannah, wa man laqiyahū yusyriku bihī syai’an dakhalan-nār.
“Barang siapa bertemu Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, ia masuk surga. Dan barang siapa bertemu-Nya dalam keadaan mempersekutukan-Nya, ia masuk neraka.” (HR. Muslim no. 93)
6. Tidak ada yang mampu menolak bahaya selain Allah ﷻ
Allah ﷻ berfirman :
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ
Wa in yamsaskallāhu biḍurrin falā kāsyifa lahū illā huwa.
“Jika Allah menimpakan bahaya kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.” (QS. Al-An‘am: 17)
Karena itu, meminta keselamatan gaib kepada kuburan, wali yang telah wafat, jin, keris, pohon keramat, jimat, atau sesaji adalah perbuatan yang sangat berbahaya bagi tauhid.
Makhluk boleh dimintai pertolongan dalam sesuatu yang memang mampu ia lakukan, misalnya meminta orang hidup membantu mengangkat barang. Tetapi meminta perkara gaib yang hanya Allah ﷻ mampu melakukannya adalah ibadah dan tidak boleh diberikan kepada selain Allah ﷻ.
7. Beberapa contoh perbuatan syirik
❌ Berdoa kepada orang yang telah meninggal
Doa adalah ibadah. Allah ﷻ berfirman :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Wa qāla rabbukumud‘ūnī astajib lakum.
“Rabb kalian berfirman: berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagi kalian.” (QS. Ghafir: 60)
Karena itu, ucapan seperti “Wahai penghuni kubur, sembuhkanlah saya,” atau “Wahai wali, selamatkan keluarga saya,” termasuk mempersembahkan doa kepada selain Allah ﷻ.
❌ Menyembelih untuk jin, kuburan, atau penunggu tempat
Allah ﷻ berfirman :
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ
Qul inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn, lā syarīka lah.
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya.” (QS. Al-An‘am: 162–163)
Rasulullah ﷺ bersabda :
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ
La‘anallāhu man dzabaḥa lighairillāh.
“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.” (HR. Muslim no. 1978)
❌ Mendatangi dukun dan membenarkan perkara gaib
Allah ﷻ berfirman :
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ
Qul lā ya‘lamu man fis-samāwāti wal-arḍil-ghaiba illallāh.
“Katakanlah: tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara gaib kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65)
Maka dukun, peramal, paranormal, dan pembaca nasib tidak mengetahui perkara gaib.
❌ Meyakini jimat sebagai pelindung gaib
Jimat, gelang, benang, batu, keris, tulisan tertentu, atau benda lain tidak boleh diyakini dapat menolak bala.
Jika seseorang meyakini benda itu memiliki kekuatan sendiri selain Allah ﷻ, itu syirik besar. Jika ia menganggapnya sebagai sebab, padahal Allah ﷻ dan syariat tidak pernah menjadikannya sebab, maka itu termasuk jalan kesyirikan dan dapat menjadi syirik kecil.
8. Syirik kecil juga sangat berbahaya
Syirik tidak semuanya satu tingkatan. Ada syirik besar dan syirik kecil.
Syirik besar mengeluarkan seseorang dari Islam apabila terpenuhi syarat dan hilang penghalangnya. Syirik kecil tidak mengeluarkan seseorang dari Islam, tetapi termasuk dosa besar dan dapat menjadi jalan menuju syirik besar.
Di antara contohnya adalah riya, yaitu beribadah agar dilihat dan dipuji manusia.
Dalam hadits qudsi, Allah ﷻ berfirman :
أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
Ana aghnasy-syurakā’i ‘anisy-syirk, man ‘amila ‘amalan asyraka fīhi ma‘ī ghairī taraktuhū wa syirkah.
“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan amal lalu mempersekutukan Aku dengan selain-Ku di dalamnya, Aku tinggalkan ia bersama kesyirikannya.” (HR. Muslim no. 2985)
9. Jangan langsung memvonis individu tertentu
Kita boleh mengatakan :
* “Berdoa kepada orang mati adalah syirik.”
* “Menyembelih untuk jin adalah syirik.”
* “Meminta keselamatan kepada penghuni kubur adalah syirik.”
Namun tidak setiap orang tertentu langsung divonis kafir hanya karena terlihat melakukan perbuatan tersebut. Bisa jadi ia tidak tahu, salah memahami, dipaksa, atau belum sampai kepadanya penjelasan yang benar.
Hukum terhadap perbuatan harus dijelaskan dengan tegas. Adapun hukum terhadap individu tertentu dikembalikan kepada ulama setelah ditegakkan hujah dan diperiksa keadaannya.
Karena itu, dakwah harus dilakukan dengan ilmu, hikmah, dan kesabaran.
Allah ﷻ berfirman :
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
Ud‘u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati wal-mau‘iẓatil-ḥasanah.
“Serulah manusia kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)
10. Pintu taubat tetap terbuka
Orang yang pernah melakukan kesyirikan tidak boleh berputus asa. Jika ia berhenti, menyesal, memurnikan tauhid, dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, Allah ﷻ mengampuninya.
Allah ﷻ berfirman :
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا
Qul yā ‘ibādiyalladzīna asrafū ‘alā anfusihim lā taqnaṭū mir-raḥmatillāh, innallāha yaghfirudz-dzunūba jamī‘ā.
“Katakanlah: wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa.” (QS. Az-Zumar: 53)
Ayat ini berlaku bagi orang yang bertaubat sebelum meninggal.
11. Sikap yang seharusnya dilakukan
* Pelajari tauhid dari Al-Qur’an dan hadits shahih.
* Tinggalkan dukun, jimat, sesaji, tumbal, ramalan, dan ritual gaib yang tidak berdalil.
* Berdoalah hanya kepada Allah ﷻ.
* Sembelih dan bernazar hanya untuk Allah ﷻ.
Jika menemukan praktik kesyirikan di masyarakat, jelaskan dengan ilmu dan adab, bukan dengan makian atau tindakan anarkis.
Arahkan masyarakat kepada ustadz yang memahami tauhid dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum.
12. Kesimpulan
Syirik adalah dosa paling besar, kezaliman terbesar, dan sebab gugurnya amal. Orang yang meninggal dalam syirik besar tanpa taubat tidak diampuni, surga diharamkan baginya, dan tempatnya adalah kekal di neraka.
Karena itu, menjaga tauhid lebih penting daripada menjaga harta, kedudukan, dan kehidupan dunia. Tauhid adalah hak Allah ﷻ yang paling agung dan kunci keselamatan seorang hamba.
Semoga Allah ﷻ menjaga kita dan keluarga kita dari syirik yang tampak maupun tersembunyi, memurnikan ibadah kita hanya untuk-Nya, dan mewafatkan kita di atas tauhid dan Sunnah.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُهُ
Allāhumma innā na‘ūdzu bika an nusyrika bika syai’an na‘lamuh, wa nastaghfiruka limā lā na‘lamuh.
“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak kami ketahui.”
Aamiin.
Wallahu A'lam 🤲.
Komentar
Posting Komentar