📖 Makna dan Kandungan Surat Ali ‘Imran : Kekuatan Akidah, Ujian, dan Kemenangan Umat Islam

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM 
Semoga Allah ﷻ berikan Hidayah 
(Artikel 173 = 21/05/2025, Ba'da Dhuhur)

Website Artikel Dakwah Penulis :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

📖 Makna dan Kandungan Surat Ali ‘Imran : Kekuatan Akidah, Ujian, dan Kemenangan Umat Islam

✨ Pendahuluan

Surat Ali ‘Imran adalah kelanjutan dari surat Al-Baqarah dalam memperkuat fondasi umat Islam, khususnya dalam aspek akidah, keteguhan iman, dan perjuangan menghadapi musuh-musuh Islam. 

Surat ini turun di Madinah, sebagian besar setelah Perang Uhud, berisi pelajaran penting tentang ketaatan, kesabaran, dan bahaya kelalaian terhadap perintah Allah ﷻ.

🕌 Identitas Surat
  • Nama Surat : Ali ‘Imran (Keluarga Imran)
  • Jumlah Ayat : 200
  • Tempat Turun : Madaniyah
  • Urutan Mushaf : Ke-3
  • Urutan Turun Wahyu : Ke-89 (setelah Surat Al-Anfal)
🧭 Pokok Kandungan Surat Ali ‘Imran

1. Meneguhkan Kebenaran Al-Qur’an (ayat 1–6)
  • Al-Qur’an diturunkan sebagai kitab yang menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya.
  • Allah ﷻ adalah satu-satunya Tuhan, tiada sekutu bagi-Nya.
  • Hanya Allah ﷻ yang mengetahui makna ayat-ayat mutasyabihat.
2. Peringatan Terhadap Ahli Kitab (ayat 7–32)
  • Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) menyimpang dari kitab suci mereka.
  • Mereka memutarbalikkan ayat-ayat Allah ﷻ dan membuat kerusakan di bumi.
  • Ditegaskan bahwa agama yang diridhai Allah ﷻ hanyalah Islam (Ali ‘Imran: 19).
3. Kisah Keluarga Imran dan Keistimewaan Maryam (ayat 33–63)
  • Kisah lahirnya Maryam dan ketaatannya kepada Allah ﷻ.
  • Kelahiran Isa (Yesus) tanpa ayah, namun tidak menjadikannya anak Tuhan.
  • Isa adalah hamba dan rasul Allah ﷻ, bukan Tuhan.
Allah ﷻ Berfirman : “Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam…” (Ali ‘Imran: 59)

4. Debat dengan Ahli Kitab (Nashrani Najran) (ayat 61–63)

Ayat Mubahalah : tantangan untuk saling berdoa agar laknat Allah ﷻ ditimpakan kepada yang berdusta.

5. Seruan untuk Teguh dalam Islam (ayat 64–80)
  • Seruan kepada Ahli Kitab untuk kembali kepada tauhid.
  • Dilarang menjadikan nabi dan ulama sebagai tuhan-tuhan selain Allah ﷻ.
6. Peringatan dari Tragedi Perang Uhud (ayat 121–180)
  • Evaluasi kekalahan karena sebagian sahabat meninggalkan posisi yang diperintahkan.
  • Allah ﷻ tetap memberikan ampunan dan kasih sayang kepada orang yang bertaubat.
  • Jangan takut kepada musuh, takutlah kepada Allah ﷻ.
  • Jangan tertipu oleh kekuatan dunia dan musuh Islam, karena akhir yang mulia adalah milik orang yang bertakwa.
7. Ciri Orang Bertakwa dan Jalan Menuju Surga (ayat 133–136)

Orang bertakwa adalah yang :
  • Berinfak di waktu lapang dan sempit
  • Menahan amarah
  • Memaafkan manusia
  • Jika berdosa, segera bertobat dan tidak terus-menerus dalam maksiat
8. Larangan menyerupai orang kafir dan peringatan terhadap kekalahan batin (ayat 139–179)

Allah ﷻ Berfirman : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan pula bersedih hati, padahal kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu beriman.” (Ali ‘Imran: 139)

9. Ancaman terhadap orang-orang yang ragu dan munafik (ayat 175–180)

Mereka tidak beriman sepenuhnya, tidak yakin dengan janji Allah ﷻ, dan menyebarkan ketakutan.

10. Penutup dengan Doa Para Ulul Albab (ayat 190–200)

Allah ﷻ Berfirman : “Ya Rabb kami, janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kepada kami…” (Ali ‘Imran: 8)

Doa ini menandakan betapa pentingnya memohon keteguhan dalam iman.

📚 Pelajaran Penting dari Surat Ali ‘Imran
  • Kebenaran Islam dan Al-Qur’an tidak diragukan. 
  • Tidak ada toleransi dalam akidah.
  • Kristen dan Yahudi bukan agama yang diridhai. 
  • Satu-satunya jalan ke surga adalah dengan Islam.
  • Isa bukan anak Tuhan. 
  • Ia hanyalah hamba dan utusan Allah ﷻ seperti Adam.
  • Kekalahan umat Islam disebabkan pelanggaran terhadap perintah Allah ﷻ.
  • Bukan karena lemah, tapi karena melalaikan komitmen terhadap agama
  • Orang bertakwa itu kuat jiwanya, murah hatinya, dan selalu bertobat.
  • Jangan takut kepada kekuatan musuh, tetapi takutlah kepada Allah ﷻ.
  • Ulul albab (orang berakal) adalah yang merenungi penciptaan dan selalu memohon agar tetap di atas hidayah.
📌 Penutup
  • Surat Ali ‘Imran mengajarkan keteguhan aqidah, kebulatan tekad dalam menghadapi ujian, serta pentingnya bersatu di atas kebenaran.
  • Ia mengajak umat Islam agar tidak mudah goyah oleh musuh, media, kekuatan politik, maupun rayuan dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda : “Bacalah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat seperti dua awan atau dua naungan besar, yang membela orang yang membacanya.” (HR. Muslim no. 804)

------

⛔ Jangan jadikan tradisi, hawa nafsu, dan gaya hidup yang bertentangan dengan syariat lebih utama dari wahyu Allah ﷻ dan sunnah Rasulullah ﷺ
➡️ Semoga Allah ﷻ membimbing kita kepada kebenaran yang diridhai-Nya
🔄 Silakan bagikan artikel ini agar jadi amal jariyah dan jalan hidayah bagi yang membaca, niatkan hanya untuk Allah ﷻ

📚 Untuk pemahaman Islam yang benar, rujuk lah kepada ustadz Ahlus Sunnah wal Jama‘ah yang bermanhaj salaf, mengikuti Al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para Sahabat, Tabi‘in, dan Tabi‘ut Tabi‘in

💡 Cara memilih guru rujukan : 

✅ Lihat ilmu dan dalilnya, bukan sekadar nama atau popularitas
✅ Jangan fanatik pada tokoh, tapi ikuti kebenaran berdasarkan dalil yang disampaikannya
✅ Pastikan ia membimbing pada tauhid, menjauhi bid’ah, dan berpegang teguh pada sunnah (apa yang dicontohkan, diajarkan, dibenarkan oleh Rasulullah ﷺ)

📺 Rekomendasi : Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, Rodja TV, Ashiil TV, dan para Asatidzah diberbagai kota dan TV Manhaj Salaf lainnya

📝 Jika ingin tanya jawab atau diskusi, silakan balas lewat WhatsApp atau komentar di website

✍️ Catatan : 

👉 Apa yang disampaikan dalam tulisan ini adalah hasil dari usaha mencari kebenaran berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, dengan merujuk kepada penjelasan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama‘ah. 
✅ Semua penjelasan dalam tulisan ini disusun berdasarkan rujukan dari Al-Qur’an, Hadits, dan penjelasan ulama Ahlus Sunnah.
📋Hanya menyampaikan kembali ilmu dari para ulama Manhaj Salaf.
🙏 Jika yang disampaikan adalah kebenaran, itu datang dari Allah ﷻ semata; jika ada kekeliruan, itu dari kelemahan diri penulis dan memohon ampun kepada Allah ﷻ.

Wallāhu A‘lam, hanya Allah ﷻ yang Mahatahu kebenaran 🤲 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?