Apa Motif Sebenarnya di Balik Kebencian terhadap Dakwah Tauhid ?

بسم الله الرحمن الرحيم

Dunia hanyalah tempat singgah, akhirat adalah tujuan abadi. Semoga Allah ﷻ menjadikan tulisan ini sebagai pengingat agar kita menyiapkan bekal terbaik untuk hari pertemuan dengan-Nya.

(Artikel 305 = 03/07/2025, Ba'da Dzuhur)

Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

Apa Motif Sebenarnya di Balik Kebencian terhadap Dakwah Tauhid ?

(Menjawab komentar terkait tuduhan tersebut, dibahas dalam 6 seri bantahan)

📝 Mukadimah 

Banyak orang menentang dakwah tauhid bukan karena mereka tidak tahu kebenaran, tetapi karena kepentingan, hawa nafsu, dan kebodohan telah membutakan hati mereka. 

Kebencian terhadap dakwah tauhid bukanlah hal baru. 

Bahkan sejak zaman Nabi ﷺ, dakwah kepada tauhid adalah musuh utama orang-orang kafir dan munafik.

🔥 1. Tauhid Mengganggu Kepentingan Duniawi

Banyak kalangan yang merasa “terancam” dengan ajaran tauhid yang murni, karena tauhid :
  • Membatalkan perantara-perantara sesat antara manusia dan Allah ﷻ,
  • Menolak amalan yang tidak ada tuntunannya dari Nabi ﷺ,
  • Menghancurkan sumber penghasilan sebagian pihak, seperti :
  1. dukun yang mengaku bisa memberi berkah,
  2. penjual jimat,
  3. pengasuh kubur wali yang meminta sumbangan,
  4. tokoh tarekat yang hidup dari ketundukan murid-muridnya.
Contohnya, ketika Rasulullah ﷺ menyeru “Laa ilaaha illallah”, para pemuka Quraisy menentangnya. 

MENGAPA ? 

Karena mereka takut kehilangan pengaruh, harta, dan kekuasaan yang bersandar pada sistem kepercayaan jahiliyah.

Allah ﷻ berfirman : “Dan mereka berkata: Apakah dia hendak menjadikan tuhan-tuhan itu menjadi Tuhan yang satu saja ? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (QS. Shaad: 5)

🧠 2. Tauhid Menuntut Pemurnian Ibadah, Bukan Sekadar Ritual

Orang yang terbiasa menjalankan Islam sebatas tradisi, tidak akan nyaman dengan ajakan kepada tauhid yang benar. 

Tauhid mengajak :
  • Untuk meninggalkan doa kepada selain Allah ﷻ,
  • Menolak tabarruk (ngalap berkah) dengan benda-benda tertentu,
  • Menghapus ibadah-ibadah bid’ah yang tidak pernah diajarkan Nabi ﷺ.
Ini sangat menyakitkan bagi mereka yang lebih mencintai kebiasaan nenek moyang dari pada petunjuk Rasulullah ﷺ.

Allah ﷻ berfirman : “Dan apabila dikatakan kepada mereka: 'Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.' Mereka menjawab: 'Tidak! Kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari (ajaran) nenek moyang kami.'” (QS. Al-Baqarah: 170)

😡 3. Kebencian yang Diturunkan dari Syi’ah dan Ahli Bid’ah

Banyak propaganda kebencian terhadap dakwah tauhid berasal dari :
  • Syi’ah Rafidhah yang mengagungkan imam mereka seperti nabi,
  • Sufi ekstrim yang menganggap syaikh tarekat sebagai perantara kepada Allah ﷻ,
  • Kelompok-kelompok politik yang menganggap dakwah tauhid sebagai ancaman karena tidak mendukung ambisi kekuasaan mereka.
Kelompok-kelompok ini tidak suka pada dakwah yang mengajak untuk :
  • Memurnikan akidah,
  • Menjauhi bid’ah,
  • Tidak fanatik pada tokoh atau kelompok tertentu.
Maka tidak heran mereka membuat istilah “Wahabi”, seolah-olah itu adalah ajaran baru, padahal isinya adalah ajaran Islam yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ : Laa ilaaha illallah.

📣 4. Mereka Tak Bisa Membantah dengan Ilmu, Maka Pakai Fitnah

Kebencian mereka kepada dakwah tauhid membuat mereka tidak bisa membantah dengan dalil, karena tidak ada dalil dari Al-Qur’an dan Hadits yang mendukung amalan-amalan mereka.

Maka jalan terakhir mereka adalah :
  • Menyebar hoaks,
  • Menuduh “Wahabi antek Inggris”,
  • Mengatakan pengikut dakwah tauhid “keras”,
  • Menyebut dakwah salaf sebagai pemecah belah umat.
Padahal, mereka tidak sadar bahwa yang memecah umat adalah orang-orang yang membuat ajaran baru, bukan yang kembali kepada ajaran Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ Bersabda : “Setiap bid’ah itu sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. An-Nasa’i no. 1578, dishahihkan Al-Albani)

✊ Kesimpulan

Kebencian terhadap dakwah tauhid bukan karena salahnya isi dakwah itu, tapi karena benarnya dakwah itu menghantam kebatilan.

Banyak orang membenci bukan karena tidak tahu, tapi karena tidak mau tunduk kepada kebenaran yang menuntut mereka berubah.

Inilah sudah menjadi sunnatullah sepanjang zaman : Dakwah tauhid selalu diperangi, tapi Allah ﷻ akan menjaganya hingga hari kiamat.

Allah ﷻ berfirman : “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir membencinya.” (QS. Ash-Shaff: 8)

------

⛔ Jangan jadikan tradisi, hawa nafsu, dan gaya hidup yang bertentangan dengan syariat lebih utama dari wahyu Allah ﷻ dan sunnah Rasulullah ﷺ
➡️ Semoga Allah ﷻ membimbing kita kepada kebenaran yang diridhai-Nya
🔄 Silakan bagikan artikel ini agar jadi amal jariyah dan jalan hidayah bagi yang membaca, niatkan hanya untuk Allah ﷻ

📚 Untuk pemahaman Islam yang benar, rujuk lah kepada ustadz Ahlus Sunnah wal Jama‘ah yang bermanhaj salaf, mengikuti Al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para Sahabat, Tabi‘in, dan Tabi‘ut Tabi‘in

💡 Cara memilih guru rujukan : 

✅ Lihat ilmu dan dalilnya, bukan sekadar nama atau popularitas
✅ Jangan fanatik pada tokoh, tapi ikuti kebenaran berdasarkan dalil yang disampaikannya
✅ Pastikan ia membimbing pada tauhid, menjauhi bid’ah, dan berpegang teguh pada sunnah (apa yang dicontohkan, diajarkan, dibenarkan oleh Rasulullah ﷺ)

📺 Rekomendasi : Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, Rodja TV, Ashiil TV, dan para Asatidzah diberbagai kota dan TV Manhaj Salaf lainnya

📝 Jika ingin tanya jawab atau diskusi, silakan balas lewat WhatsApp atau komentar di website

✍️ Catatan : 

👉 Apa yang disampaikan dalam tulisan ini adalah hasil dari usaha mencari kebenaran berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, dengan merujuk kepada penjelasan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama‘ah. 
✅ Semua penjelasan dalam tulisan ini disusun berdasarkan rujukan dari Al-Qur’an, Hadits, dan penjelasan ulama Ahlus Sunnah.
📋Hanya menyampaikan kembali ilmu dari para ulama Manhaj Salaf.
🙏 Jika yang disampaikan adalah kebenaran, itu datang dari Allah ﷻ semata; jika ada kekeliruan, itu dari kelemahan diri penulis dan memohon ampun kepada Allah ﷻ.

Wallāhu A‘lam, hanya Allah ﷻ yang Mahatahu kebenaran 🤲 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?