📌 Siapa Sebenarnya yang Disebut “Wahabi” ?
بسم الله الرحمن الرحيم
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik...” (QS. An-Nahl: 125). Semoga Allah ﷻ menjadikan tulisan ini sebagai jalan kebaikan bagi kita semua.
(Artikel 307 = 04/07/2025, Ba'da Dhuha)
Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📌 Siapa Sebenarnya yang Disebut “Wahabi” ?
(Bantahan terhadap tuduhan-tuduhan yang berkomentar tentang Serial Kitab Tauhid, terbagi dalam 12 bagian tambahan, yang merupakan kelanjutan penjelasan 6 bagian sebelumnya, total ada 18 artikel bantahannya terhadap 2 komentar panjang yang disampaikan)
📋 Pendahuluan
Di tengah umat Islam, istilah “Wahabi” sering digunakan sebagai tuduhan negatif.
Banyak yang menyebut seseorang sebagai “Wahabi” hanya karena ia mengajak kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta menolak amalan-amalan yang tidak pernah diajarkan Rasulullah ﷺ.
Tapi… siapa sebenarnya yang dimaksud dengan "Wahabi" ?
Mari kita telusuri secara ilmiah dan jujur, berdasarkan sejarah dan fakta, bukan prasangka, apalagi fitnahan.
📌 Apa Asal Mula Istilah "Wahabi" ?
Istilah “Wahabi” dinisbatkan secara salah kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (w. 1206 H/1792 M), seorang ulama dari Najd, Saudi Arabia, yang hidup pada abad ke-12 Hijriyah.
Namun jika dilihat dari nama, seharusnya sebutan yang benar adalah “Muhammadiyyun”, bukan “Wahabi”, karena nama beliau adalah Muhammad, bukan Wahhab.
Justru yang bernama Abdul Wahhab adalah ayah beliau, seorang ulama yang juga dikenal lurus dan memiliki kontribusi keilmuan.
Maka, menyebut pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai “Wahabi” adalah bentuk penyimpangan dalam penamaan dan merupakan propaganda yang sengaja digiring untuk menciptakan citra buruk.
📌 Apa yang Diserukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ?
Beliau menyeru kepada :
- Tauhid murni hanya kepada Allah ﷻ.
- Menolak segala bentuk kesyirikan, baik besar maupun kecil.
- Mengajak umat untuk meninggalkan bid'ah, khurafat, dan amalan tanpa dalil.
- Menghidupkan kembali ajaran Al-Qur’an dan Hadits sesuai pemahaman para Sahabat.
Beliau menyatakan dengan tegas bahwa ajaran beliau bukan ajaran baru, melainkan tajdid (pembaharuan) terhadap Islam yang telah tercemar oleh kesyirikan, bid'ah, dan takhayul yang marak pada masa itu.
🧾 Beliau sendiri berkata :
"Saya tidak mengajak kepada mazhab tertentu, dan tidak pula mengatakan bahwa pendapatku harus diikuti. Saya hanya mengajak kepada Tauhid Allah dan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ." — (Ad-Durar As-Saniyyah, 1/37)
📌 Mengapa Banyak yang Menuduh Buruk “Wahabi” ?
Istilah “Wahabi” mulai digunakan secara massif oleh penentang dakwah Tauhid, terutama oleh kalangan Sufi ekstrem, penganut kuburiyah, serta kolonial yang merasa terganggu dengan semangat purifikasi akidah umat.
Beberapa alasan mengapa istilah ini dijadikan alat tuduhan :
- Dakwah Tauhid dianggap ancaman karena melarang peribadahan kepada selain Allah ﷻ, termasuk ziarah kubur yang mengandung kesyirikan.
- Gerakan “Wahabi” melawan kolonialisme.
- Mereka berdakwah untuk membebaskan kaum Muslimin dari penjajahan fisik dan ideologi.
- Karena mengkritik amalan-amalan tradisional yang tidak berdasar dalil, para pelakunya merasa tersinggung dan memberi label buruk.
📌 Tuduhan : "Wahabi Ajaran Baru, Tidak Sama dengan Ulama Salaf"
- Ini tuduhan keliru.
- Dakwah yang dibawa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab identik dengan dakwah para Nabi, dan ulama Ahlus Sunnah terdahulu seperti :
- Imam Ahmad bin Hanbal
- Sufyan Ats-Tsauri
- Ibnul Qayyim
- Ibn Taimiyah
- dan lainnya.
- Beliau adalah penerus manhaj salaf, bukan pembuat ajaran baru.
- Tidak ada ritual baru, tidak ada rukun Islam tambahan, tidak ada kitab suci lain.
- Hanya menyeru : “Kembalilah kepada ajaran Rasulullah ﷺ !”
📌 Fakta : Mereka Menyebut Wahabi, Tapi Tak Mampu Menunjukkan Tuduhan Terkait Ajaran Sesatnya
- Kalau memang benar “Wahabi” sesat, apa ajaran sesat mereka ?
- Tidak akan ada yang bisa menunjukkan secara ilmiah kecuali hanya tuduhan tanpa bukti.
- Mayoritas yang menuduh hanya mengulang-ngulang cerita rekaan seperti :
- “Wahabi melarang ziarah kubur” = Tidak benar = Yang dilarang adalah ziarah yang mengandung kesyirikan.
- “Wahabi anti maulid” = Bukan anti, tapi menolak perayaan maulid yang tidak dicontohkan Rasulullah ﷺ.
- “Wahabi keras” = Yang keras adalah kepada kesyirikan, bukan kepada manusia.
📌 Penutup : Jadi Siapa Wahabi ?
Jawabannya :
- “Wahabi” adalah label propaganda.
- Tidak ada mazhab baru, tidak ada ajaran baru, yang ada adalah upaya untuk membersihkan Islam dari noda-noda kesyirikan dan bid’ah.
- Mereka adalah pengikut manhaj salaf, bukan penyimpang.
📚 Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bukan nabi, bukan pula ma’shum.
- Tapi dakwah beliau sesuai dengan dakwah Rasulullah ﷺ.
- Kalau Anda mencintai tauhid, menjauhi syirik, dan kembali kepada sunnah yang murni…
- Maka Anda tidak jauh dari jalan yang ditempuh beliau.
------
⛔ Jangan jadikan tradisi, hawa nafsu, dan gaya hidup yang bertentangan dengan syariat lebih utama dari wahyu Allah ﷻ dan sunnah Rasulullah ﷺ
➡️ Semoga Allah ﷻ membimbing kita kepada kebenaran yang diridhai-Nya
🔄 Silakan bagikan artikel ini agar jadi amal jariyah dan jalan hidayah bagi yang membaca, niatkan hanya untuk Allah ﷻ
📚 Untuk pemahaman Islam yang benar, rujuk lah kepada ustadz Ahlus Sunnah wal Jama‘ah yang bermanhaj salaf, mengikuti Al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para Sahabat, Tabi‘in, dan Tabi‘ut Tabi‘in
💡 Cara memilih guru rujukan :
✅ Lihat ilmu dan dalilnya, bukan sekadar nama atau popularitas
✅ Jangan fanatik pada tokoh, tapi ikuti kebenaran berdasarkan dalil yang disampaikannya
✅ Pastikan ia membimbing pada tauhid, menjauhi bid’ah, dan berpegang teguh pada sunnah (apa yang dicontohkan, diajarkan, dibenarkan oleh Rasulullah ﷺ)
📺 Rekomendasi : Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, Rodja TV, Ashiil TV, dan para Asatidzah diberbagai kota dan TV Manhaj Salaf lainnya
📝 Jika ingin tanya jawab atau diskusi, silakan balas lewat WhatsApp atau komentar di website
✍️ Catatan :
👉 Apa yang disampaikan dalam tulisan ini adalah hasil dari usaha mencari kebenaran berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, dengan merujuk kepada penjelasan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama‘ah.
✅ Semua penjelasan dalam tulisan ini disusun berdasarkan rujukan dari Al-Qur’an, Hadits, dan penjelasan ulama Ahlus Sunnah.
📋Hanya menyampaikan kembali ilmu dari para ulama Manhaj Salaf.
🙏 Jika yang disampaikan adalah kebenaran, itu datang dari Allah ﷻ semata; jika ada kekeliruan, itu dari kelemahan diri penulis dan memohon ampun kepada Allah ﷻ.
Wallāhu A‘lam, hanya Allah ﷻ yang Mahatahu kebenaran 🤲
Komentar
Posting Komentar