BANTAHAN TERHADAP ISU : “KAPAL SAUDI KIRIM SENJATA KE ISRAEL”
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
👉 Setiap hari manusia bekerja keras untuk dunia, tapi sering lupa bahwa kematian semakin dekat.
📢 Allah ﷻ berfirman : ‘Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati’ (QS. Ali Imran: 185).
❓ Pertanyaannya, apakah kita sudah menyiapkan bekal untuk perjalanan panjang setelah mati ?
(Artikel 431 = 26/07/2025, Ba'da Ashar)
Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
BANTAHAN TERHADAP ISU : “KAPAL SAUDI KIRIM SENJATA KE ISRAEL”
Meluruskan Fakta, Menepis Fitnah, Menjaga Kehormatan Kaum Muslimin
1️⃣ Memulai dengan Tauhid & Amanah Ilmu
Dalam Islam, setiap berita yang kita dengar bukan sekadar bahan gosip atau amarah, tapi ujian amanah.
Allah ﷻ berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)
- Berita “Kapal Saudi di Italia membawa senjata untuk Israel” harus ditimbang dengan prinsip tabayyun (klarifikasi), bukan emosi.
- Apalagi jika beritanya hanya bersumber dari media tertentu yang belum tentu netral.
2️⃣ Membedah Sumber Berita
Setelah ditelusuri, berita ini muncul dari beberapa media internasional seperti The Cradle, Marine Insight, dan PressTV.
Namun perlu dicatat:
- Tidak ada rilis resmi dari pihak Italia yang menyatakan barang itu pasti untuk Israel.
- PressTV adalah media yang dikenal pro-Iran dan sering memusuhi Saudi.
- Pihak Saudi tidak mengeluarkan pernyataan resmi yang membenarkan tuduhan tersebut.
- Media Barat sering membingkai berita sesuai kepentingan politik mereka.
Artinya, ini belum terbukti secara valid sebagai fakta yang pasti.
Bisa jadi itu kargo komersial biasa, bisa jadi barang untuk negara lain, atau bahkan berita dibelokkan.
3️⃣ Prinsip Syariat : Jangan Menuduh Tanpa Bukti
Islam melarang keras menuduh pihak lain tanpa bukti yang jelas.
“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra’: 36)
Menuduh “Saudi kirim senjata untuk Israel” tanpa bukti resmi sama saja membuka pintu fitnah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
4️⃣ Melihat Konteks Hubungan Saudi – Palestina
Banyak yang tidak tahu, Saudi :
- Memberikan bantuan finansial miliaran dolar untuk Palestina sejak lama.
- Menyumbang untuk pembangunan masjid, sekolah, dan rumah sakit di Gaza.
- Secara resmi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel hingga saat ini.
- Kalau benar ada kebijakan yang menyimpang, itu bukan alasan untuk langsung menuduh tanpa klarifikasi, apalagi sampai memukul rata seluruh ulama dan dakwah Salaf.
5️⃣ Menutup Pintu Fitnah Musuh
Isu-isu seperti ini sering dipakai oleh:
- Media pro-Iran & pro-Syiah untuk memecah belah Sunni.
- Kelompok anti-Salafi untuk menjatuhkan dakwah tauhid dengan mencampur-adukkan politik dan agama.
Padahal, mengadu-domba kaum Muslimin adalah dosa besar:
“Fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah: 191)
Kesimpulan
- Berita “Saudi kirim senjata ke Israel” belum terbukti secara valid.
- Islam mewajibkan kita tabayyun sebelum menyebarkan.
- Jangan jadikan berita yang belum pasti sebagai alat memukul dakwah Ahlus Sunnah.
- Kalau ada kebijakan negara yang salah, kita ingkari dengan cara syar’i, bukan dengan fitnah.
📌 Pesan Dakwah
- Di zaman fitnah ini, yang dibutuhkan umat bukan amarah tanpa bukti, tapi ilmu dan sikap hati-hati.
- Jangan sampai kita menjadi corong propaganda musuh Islam.
--------
Kebenaran itu SATU, bukan banyak VERSI
✅ Agama ini bukan untuk tawar-menawar.
📢 Allah ﷻ sudah sempurnakan syariat ini (QS. Al-Maidah: 3).
👉 Jadi siapa pun yang menambah atau mengurangi, dialah yang keluar dari jalan lurus.
❓ Pertanyaannya : apakah kita masih mau ikut hawa nafsu, atau tunduk pada Allah ﷻ dan Rasul-Nya ?
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar