Bersabar dalam Kehamilan : Ujian yang Berbuah Surga

 بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ 

👉 Setiap hari manusia bekerja keras untuk dunia, tapi sering lupa bahwa kematian semakin dekat. 
📢 Allah ﷻ berfirman : ‘Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati’ (QS. Ali Imran: 185). 
❓ Pertanyaannya, apakah kita sudah menyiapkan bekal untuk perjalanan panjang setelah mati ?

(Artikel 441 = 28/07/2025, Ba'da Dhuha)

Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

Bersabar dalam Kehamilan : Ujian yang Berbuah Surga

Kehamilan adalah anugerah yang agung, sebuah amanah dari Allah ﷻ yang tidak semua wanita mendapatkannya. 

Banyak pasangan yang bertahun-tahun berdoa, berusaha, bahkan menempuh berbagai pengobatan untuk mendapatkan anak, namun Allah ﷻ menundanya. 

Maka, ketika Allah ﷻ memilih seorang wanita untuk mengandung, itu adalah tanda kasih sayang-Nya.

Allah ﷻ berfirman : “Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis itu kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy-Syura: 49–50)

1. Kehamilan Adalah Ladang Pahala

Mual, muntah, pusing, lemas, dan nyeri yang dialami ibu hamil bukanlah sia-sia. Semua rasa sakit itu adalah penghapus dosa dan penambah pahala bila dijalani dengan sabar. 

Rasulullah ﷺ bersabda : “Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, rasa sakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahannya dengan itu.” (HR. Bukhari & Muslim)
  • Seorang ibu yang mengandung berarti tengah berjihad di jalan Allah ﷻ.
  • Perjuangannya tidak kalah dengan medan pertempuran, karena ia mempertaruhkan tubuh dan jiwanya demi lahirnya generasi baru.
2. Mengubah Keluhan Menjadi Doa
  • Kadang, ketidaknyamanan saat hamil membuat sebagian ibu mudah mengeluh.
  • Namun, seorang mukmin diajarkan untuk mengganti keluhan menjadi doa. 
  • Saat tubuh terasa lelah, bibir seharusnya mengucap :
"Ya Allah, mudahkanlah kehamilan ini, kuatkanlah tubuhku, dan jadikanlah anak ini kelak hamba yang shalih/shalihah."

Dengan begitu, setiap rasa sakit menjadi amal kebaikan yang mengalir pahalanya.

3. Meneladani Maryam ‘Alaihas Salam
  • Maryam, ibu dari Nabi Isa ‘Alaihis Salam, pernah mengalami ujian berat saat mengandung dan melahirkan sendirian. 
  • Namun ia tetap bersabar dan bertawakkal kepada Allah ﷻ. 
  • Allah ﷻ bahkan mengabadikan kisahnya dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surat Maryam.
  • Membaca surat ini selama hamil bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kesabaran selalu berbuah manis.
4. Tips Menjalani Kehamilan dengan Iman dan Sabar
  • Perbanyak dzikir dan baca Al-Qur’an, terutama surat Maryam.
  • Perbanyak syukur, meskipun kondisi fisik sedang lemah.
  • Lihat yang lebih berat ujiannya, agar hati tidak merasa paling menderita.
  • Jaga pola makan dan istirahat, sebagai bentuk ikhtiar menjaga amanah Allah.
5. Ingat, Ini Hanya Sementara
  • Kehamilan tidak berlangsung selamanya. 
  • Semua rasa sakit akan berganti dengan kebahagiaan ketika buah hati lahir. 
  • Saat itu, setiap peluh, air mata, dan kesabaran akan terasa begitu indah, dan insyaAllah bernilai pahala besar di sisi Allah ﷻ.
Penutup :

🌸 Wahai para ibu, jadikan kehamilan ini sebagai jalan menuju surga. 
  • Jangan biarkan setan mengubah ujian ini menjadi keluhan yang menghapus pahala. 
  • Bersyukurlah, karena tidak semua wanita mendapat kesempatan ini. 
  • Semoga Allah ﷻ menjaga ibu dan janin, melapangkan hati, dan memberkahi setiap detik perjuangan.
----------

⛔ Jangan pernah mengutamakan adat, perasaan, atau kebiasaan yang jelas-jelas bertentangan dengan syariat Allah ﷻ, dibandingkan kebenaran dari Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ

➡️ Semoga Allah ﷻ menguatkan hati kita untuk meninggalkan kebatilan walau itu kebiasaan banyak orang

🔄 Bagikanlah tulisan ini dengan niat ikhlas mengharap pahala

📚 Prinsip memilih guru rujukan :

✅ Lihat kebenaran ilmunya, bukan kemasyhuran namanya
✅ Pastikan ia mengajarkan dalil, bukan pendapat pribadi
✅ Hindari guru yang mengkultuskan tokoh atau organisasi

📺 Rekomendasi kajian : Ustadz Dr. Firanda Andirja, Rodja TV, Ashiil TV, dan kanal manhaj salaf lainnya

📝 Jika benar, itu dari Allah ﷻ; jika salah, dari kelemahan saya pribadi

Wallāhu A‘lam 🤲

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?