KESALAHAN PENGUASA BUKAN ALASAN MENGGANTI MANHAJ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
👉 Banyak orang semangat di awal, lalu futur di tengah jalan.
📢 Rasulullah ﷺ bersabda : ‘Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meskipun sedikit’ (HR. Bukhari no. 6465, Muslim no. 783).
❓ Pertanyaannya, apakah kita hanya ingin terlihat rajin sesaat, atau benar-benar istiqamah sampai mati ?
(Artikel 438 = 27/07/2025, Ba'da Magrib)
Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
KESALAHAN PENGUASA BUKAN ALASAN MENGGANTI MANHAJ
Sikap Salaf dalam Menghadapi Kekeliruan Pemimpin Muslim
1️⃣ Syubhat yang Harus Diluruskan
Sebagian orang memanfaatkan kesalahan penguasa Muslim untuk:
- Menjatuhkan seluruh manhaj yang dipegang para ulama negeri itu.
- Mengajak umat membenci ilmu dan dakwah tauhid hanya karena penguasanya salah.
- Menganggap diamnya sebagian ulama sebagai tanda setuju pada kesalahan politik.
2️⃣ Kesalahan dalam Cara Berpikir Ini
Kesalahan individu, tidak sama dengan kesalahan prinsip
- Manhaj Salaf bersumber dari Al-Qur’an & Sunnah, bukan dari perilaku penguasa tertentu.
- Menghancurkan sumber ilmu karena benci penguasa adalah logika Khawarij klasik.
- Tidak tabayyun terhadap berita politik, padahal banyak yang dimanipulasi.
- Mengabaikan nasihat Salaf untuk bersabar atas penguasa, demi menjaga darah kaum Muslimin.
3️⃣ Dalil dan Kaidah Salaf
📜 Al-Qur’an :“Taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan (taatilah) ulil amri di antara kamu…” (QS. An-Nisa: 59)
Ayat ini mewajibkan taat pada penguasa selama bukan dalam maksiat.
📜 Hadits Shahih : “Barang siapa membenci sesuatu dari penguasanya, hendaklah ia bersabar, karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah walau sejengkal lalu mati, matinya seperti mati jahiliyah.” (HR. Bukhari, Muslim)
📜 Ucapan Ulama Salaf :
- Imam Ahmad bin Hanbal : “Barang siapa memberontak kepada penguasa, maka ia telah keluar dari sunnah, dan telah memisahkan diri dari jamaah.”
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Sabar terhadap kezaliman penguasa lebih baik daripada keluar dari ketaatan, karena kerusakan akibat pemberontakan lebih besar.”
4️⃣ Perbandingan dengan Manhaj Salaf
Manhaj Salaf :
- Mengkritik kebijakan penguasa dengan nasihat, bukan provokasi publik.
- Tidak menjatuhkan prinsip Islam hanya karena ada pemimpin yang zhalim.
- Memisahkan antara politik praktis dengan ilmu aqidah.
Paham penyimpang :
- Menjadikan kesalahan penguasa sebagai alasan untuk menolak seluruh ajaran tauhid.
- Memprovokasi massa agar benci kepada ulama yang tidak ikut mengkritik secara terbuka.
- Menggunakan isu politik untuk menjauhkan umat dari ilmu.
5️⃣ Sikap yang Benar Menurut Salaf
- Bersabar atas kekurangan penguasa, selama mereka Muslim dan tidak memerintahkan kekufuran nyata.
- Tetap mengambil ilmu dari ulama yang lurus, meski penguasa tempat mereka tinggal berbuat salah.
- Tidak ikut arus provokasi media, apalagi dari sumber yang jelas-jelas anti-Islam.
- Menimbang maslahat dan mudarat sebelum bicara soal penguasa di publik.
- Memperbanyak doa untuk kebaikan pemimpin, sebagaimana amalan para Salaf.
📌 Kesimpulan :
- Kesalahan penguasa adalah hal yang pernah terjadi sejak zaman dahulu, bahkan di masa sahabat.
- Namun, aqidah yang benar tetap berdiri di atas dalil, bukan di atas kelakuan penguasa.
- Manhaj Salaf telah mengajarkan jalan yang selamat: menasihati, bersabar, dan tetap menjaga persatuan umat di atas kebenaran.
Rasulullah ﷺ bersabda : “Akan ada sesudahku para pemimpin yang kalian kenal kebaikannya dan kalian ingkari keburukannya. Barangsiapa membenci (kemaksiatannya), ia telah berlepas diri; dan barangsiapa mengingkari, ia telah selamat. Tetapi yang ridha dan mengikuti, ia binasa.” (HR. Muslim)
--------
Tanggung jawab Dunia Akhirat
🔑 Di dunia kita bisa berdalih, tapi di akhirat setiap lidah akan terkunci.
📢 Allah ﷻ berfirman : ‘Pada hari itu mulut mereka dikunci, tangan mereka yang berkata, dan kaki mereka yang memberi kesaksian’ (QS. Yasin: 65).
👉 Jadi, masihkah kita berani membela amalan tanpa dalil, sementara anggota tubuh sendiri akan bersaksi ?
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar