MANHAJ SALAF TIDAK ROBOH HANYA KARENA OKNUM
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
👉 Dunia ini sementara, akhirat abadi.
📢 Allah ﷻ berfirman : ‘Kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, sedangkan negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya’ (QS. Al-‘Ankabut: 64).
❓ Kalau kita masih sibuk mengejar dunia, lalu kapan kita akan serius menyiapkan akhirat ?
(Artikel 435 = 27/07/2025, Ba'da Dhuha)
Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
MANHAJ SALAF TIDAK ROBOH HANYA KARENA OKNUM
Jangan Campuradukkan Aqidah dengan Perilaku Penguasa
1️⃣ Tunjukkan Syubhatnya
Narasi yang sering dipakai musuh Islam :
“Kalau Saudi itu Salafi dan ternyata salah, berarti ajaran Salafi juga salah.”
Ini sama saja seperti berkata :
“Kalau ada Muslim berzina, berarti Islam mengajarkan zina.”
Logika seperti ini jelas cacat dan tidak adil.
2️⃣ Kesalahan dalam Syubhat Ini
- Kesalahan oknum tidak membatalkan kebenaran ajaran = Dalam semua bidang, kalau ada murid atau tokoh yang berbuat salah, itu tidak otomatis membatalkan kebenaran gurunya atau ajarannya.
- Pencampuran otoritas politik dengan otoritas agama = Penguasa Saudi bukan representasi tunggal dari manhaj Salaf, apalagi kebijakan politiknya tidak selalu sama dengan fatwa ulama.
- Fallacy : Ad Hominem = Menyerang manhaj dengan menyerang personal atau kelompok tertentu, bukan membantah dalilnya.
- Mengabaikan kaidah ilmiah = Manhaj Salaf dinilai dari dalil Qur’an, Sunnah, dan pemahaman Salafus Shalih, bukan dari headline berita.
3️⃣ Dalil yang Menegaskan
Allah ﷻ berfirman : "Maka jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas." (QS. At-Taghabun: 12)
Kalau ada yang berpaling, itu kesalahan pelaku, bukan cacat pada kebenaran risalah.
Nabi ﷺ bersabda : "Sungguh, di antara kalian akan ada orang-orang yang menyelisihi Sunnahku..." (HR. Muslim)
Adanya penyelisih Sunnah tidak membatalkan Sunnah itu sendiri.
Kaidah emas : "Kebenaran itu diketahui dengan dalil, bukan dengan manusia; kenalilah kebenaran, niscaya kamu akan kenal siapa yang mengikutinya." — (Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu)
4️⃣ Perbandingan dengan Manhaj Salaf
- Manhaj Salaf = Tetap merujuk pada dalil meski pelakunya khilaf.
- Propaganda = Menjatuhkan kebenaran dengan mencari kesalahan oknumnya.
Para ulama Salaf tegas memisahkan antara prinsip dan pelaku, agar umat tidak terombang-ambing oleh perilaku manusia.
5️⃣ Solusi dan Sikap yang Benar
- Bedakan aqidah dengan perilaku politik.
- Jangan campur aduk manhaj dengan kebijakan negara.
- Ambil ilmunya, bukan kesalahannya.
- Kalau ada penguasa yang salah, doakan dan nasihati, tapi jangan jadikan itu alasan meninggalkan tauhid.
- Nilai dengan dalil, bukan citra.
- Ukur semua ajaran dengan Qur’an dan Sunnah.
- Hati-hati jadi corong musuh.
- Menyebarkan framing seperti ini hanya menguntungkan pihak yang memang benci dakwah tauhid.
- Teguhkan hati.
- Jangan biarkan fitnah politik menjauhkan kita dari manhaj yang lurus.
📌 Kesimpulan :
- Kebenaran manhaj Salaf tidak akan roboh hanya karena ada orang yang mengaku Salafi tetapi berbuat salah.
- Sama seperti kebenaran Islam tidak runtuh hanya karena ada Muslim yang maksiat.
- Ukurannya adalah dalil, bukan perilaku manusia.
Rasulullah ﷺ bersabda : "Barang siapa yang hidup di antara kalian akan melihat banyak perselisihan. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk..." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
--------
Kebenaran itu WAJIB ada Dalilnya
📝 Dalam sidang dunia saja hakim meminta bukti, apalagi dalam agama.
📢 Allah ﷻ berfirman : ‘Katakanlah : Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang-orang yang benar’ (QS. Al-Baqarah: 111).
👉 Jadi, mana dalil shahih dari Nabi ﷺ tentang amalan yang kamu bela ?
❓ Kalau tidak ada, kenapa masih dipertahankan ?
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar