POLA PROPAGANDA : MENYERANG SALAFI LEWAT ISU POLITIK SAUDI

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ 

👉 Dalam sidang dunia saja hakim meminta bukti, apalagi dalam agama Allah ﷻ. 
📢 Allah ﷻ berfirman : ‘Katakanlah: Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang-orang yang benar’ (QS. Al-Baqarah: 111). 
❓ Kalau semua orang bebas beropini tanpa dalil, bagaimana kita bisa tahu mana yang benar di sisi Allah ﷻ ?

(Artikel 437 = 27/07/2025, Ba'da Ashar)

Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

POLA PROPAGANDA : MENYERANG SALAFI LEWAT ISU POLITIK SAUDI

Bagaimana Musuh Islam Memutarbalikkan Fakta untuk Menjatuhkan Tauhid

1️⃣ Tunjukkan Syubhatnya

Syubhat yang disebar:
  • “Saudi kirim senjata ke Israel, berarti Salafi pendukung zhalim.”
  • “Penguasa Saudi kejam, berarti ajaran Salafi kejam.”
  • “Ulama Saudi diam soal politik, berarti Salafi itu manhaj penipu.”
  • “Kalau benar Salafi itu Islam murni, mestinya Saudi selalu benar. Karena ada salahnya, berarti manhajnya salah.”
2️⃣ Kesalahan dalam Syubhat Ini
  • Mengacaukan antara manhaj dan pelaku = Kesalahan seseorang atau pemerintah tidak otomatis meruntuhkan prinsip Islam yang benar.
  • Generalizing fallacy = menarik kesimpulan global dari kasus lokal.
  • Political framing = isu politik dipakai untuk menyerang aqidah.
  • False authority = seakan-akan penguasa Saudi adalah patokan kebenaran manhaj, padahal manhaj Salaf berdiri di atas dalil, bukan kursi kekuasaan.
3️⃣ Dalil dan Kaidah Ilmiah

📜 Al-Qur’an : “Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 8)

📜 Kaedah Salaf : “Ucapan atau perbuatan seorang tokoh tidak diambil jika bertentangan dengan dalil, walaupun dia besar kedudukannya.” — Imam Malik rahimahullah

📜 Fakta sejarah :
  • Di masa Nabi ﷺ ada sahabat yang jatuh dalam dosa, tapi itu tidak membuat keimanan seluruh sahabat batal.
  • Di masa Khalifah Utsman radhiyallahu ‘anhu, ada pemberontakan yang memanfaatkan kesalahan kebijakan tertentu untuk menjatuhkan seluruh kepemimpinan Islam.
  • Musuh Islam dari dulu tahu : cara menghancurkan aqidah yang benar adalah dengan menyerang simbolnya.
4️⃣ Perbandingan dengan Manhaj Salaf

Manhaj Salaf :
  • Menilai kebenaran dengan Qur’an dan Sunnah.
  • Memisahkan antara kesalahan personal dan prinsip.
  • Mengakui penguasa Muslim yang sah selama tidak melakukan kekufuran nyata.
Pola musuh Islam:
  • Menggunakan kesalahan penguasa untuk membakar kebencian terhadap manhaj.
  • Menjadikan politik sebagai pintu untuk meruntuhkan aqidah.
  • Mengalihkan umat dari pembahasan tauhid ke debat politik emosional.
5️⃣ Solusi dan Sikap yang Benar
  • Fokus pada ajaran, bukan figur = prinsip tauhid tetap benar walau ada penguasa yang salah.
  • Tabayyun sumber berita = banyak isu politik dibumbui fitnah atau rekayasa media.
  • Pisahkan kritik kebijakan dari penilaian aqidah.
  • Jangan jadikan media anti-Islam sebagai rujukan untuk menilai manhaj Islam.
  • Tetap belajar dari ulama yang lurus, bukan dari influencer politik yang minim ilmu syar’i.
📌 Kesimpulan :
  • Menyerang manhaj Salaf lewat isu politik Saudi adalah strategi lama yang diulang.
  • Musuh Islam tahu, jika umat lemah aqidahnya, mereka mudah diarahkan. 
  • Kita harus mengukur kebenaran dengan dalil, bukan dengan penguasa.
  • Penguasa bisa salah, dalil tidak pernah salah.
Rasulullah ﷺ bersabda : “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tegak di atas kebenaran, tidak akan membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka, sampai datang ketetapan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

--------

Istiqamah diatas Al-Qur'an & Sunnah

✅ Jalan kebenaran itu satu, bukan banyak.

📢 Allah ﷻ berfirman : ‘Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu’ (QS. Hud: 112). 

👉 Kalau kita berpaling, jangan salahkan siapa pun ketika penyesalan datang di hari hisab.

Wallahu A'lam 🤲 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?