PROPAGANDA KHAWARIJ MODERN: MENGGUNAKAN KEBENCIAN POLITIK UNTUK MENJATUHKAN AQIDAH SALAF
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
👉 Sebagian orang berkata : ‘Itu kan zaman Nabi Muhammad ﷺ’.
📢 Padahal Allah ﷻ berfirman : ‘Sungguh, pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagi kalian’ (QS. Al-Ahzab: 21).
❓ Kalau syariat hanya untuk zaman dulu, kenapa Allah ﷻ memerintahkan kita meneladani Rasulullah ﷺ sepanjang masa ?
(Artikel 439 = 27/07/2025, Ba'da Isya)
Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
PROPAGANDA KHAWARIJ MODERN: MENGGUNAKAN KEBENCIAN POLITIK UNTUK MENJATUHKAN AQIDAH SALAF
Strategi Lama dalam Kemasan Baru
1️⃣ Syubhat yang Harus Diluruskan
Di berbagai media sosial, muncul narasi yang kira-kira seperti ini:
- “Kalau penguasa Saudi (atau negeri lain) salah, maka seluruh ulama Salafi juga salah.”
- “Kalau ulama diam terhadap kebijakan penguasa, berarti mereka boneka.”
- “Kalau negara yang disebut pusat manhaj Salaf berbuat zalim, maka manhaj Salaf itu sesat.”
Narasi ini terdengar logis di telinga orang yang emosinya sudah tersulut, tapi sebenarnya ini adalah pola lama Khawarij = memanfaatkan kebencian politik untuk menjatuhkan aqidah yang lurus.
2️⃣ Kesalahan dalam Cara Berpikir Ini
- Generalizing fallacy = Mengambil kesalahan individu atau pemerintah lalu menyalahkan seluruh ajaran dan ulama.
- Ad hominem terhadap manhaj = Menyerang aqidah Salaf bukan dengan membantah dalilnya, tapi dengan menyerang perilaku penguasa.
- Emosional tanpa ilmu = Menilai kebenaran dari perasaan benci atau suka, bukan dari dalil Al-Qur’an dan Sunnah.
- Mengikuti narasi musuh Islam = Menyebarkan framing media Barat atau kelompok benci tauhid tanpa tabayyun.
3️⃣ Dalil dan Kaidah Salaf
📜 Al-Qur’an : “Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah: 8)
📜 Hadits : “Barang siapa memisahkan diri dari jamaah walau sejengkal, maka ia telah melepaskan tali Islam dari lehernya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)
💡 Kaedah penting :
- Menilai suatu manhaj berdasarkan dalilnya, bukan berdasarkan perilaku orang yang mengaku pengikutnya.
- Kesalahan pemimpin tidak otomatis membatalkan kebenaran prinsip aqidah yang diajarkan oleh ulama negeri tersebut.
4️⃣ Perbandingan dengan Manhaj Salaf
Manhaj Salaf :
- Mengkritik penguasa dengan adab, tanpa mencampuradukkan antara politik dan aqidah.
- Memegang teguh tauhid dan sunnah meski penguasa lalai atau zhalim.
- Memisahkan antara dosa individu dan prinsip syariat.
Manhaj Khawarij Modern :
- Menjadikan kesalahan penguasa sebagai senjata untuk memukul manhaj.
- Memprovokasi umat agar membenci ulama yang tidak ikut mengecam secara publik.
- Menggiring opini agar umat menjauhi dakwah tauhid.
5️⃣ Sikap yang Benar Menghadapi Propaganda Ini
- Tabayyun = Periksa kebenaran berita, apalagi yang sifatnya politis.
- Pisahkan antara kesalahan individu dan prinsip Islam.
- Tetap belajar dari ulama yang lurus, meskipun berbeda negara atau sikap politiknya.
- Bersabar atas kekurangan pemimpin, sambil menasihati sesuai sunnah.
- Jangan menjadi corong musuh Islam dengan ikut menyebarkan narasi provokatif.
📌 Kesimpulan:
- Khawarij modern paham bahwa sulit membantah aqidah Salaf secara ilmiah, maka mereka memakai jalan memutar : provokasi politik.
- Dengan membuat umat benci kepada penguasa, mereka berharap kebencian itu ikut tumpah pada ulama dan manhajnya.
- Padahal, kebenaran manhaj diukur dari dalil, bukan dari politik.
Rasulullah ﷺ mengingatkan : “Akan muncul suatu kaum yang pandai membaca Al-Qur’an, tetapi tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari busurnya.” (HR. Bukhari, Muslim)
Dan ini adalah ciri Khawarij = banyak bicara agama, tapi senjatanya diarahkan untuk memecah belah kaum Muslimin.
--------
Cinta Nabi Muhammad ﷺ yang benar
✅ Cinta Nabi ﷺ itu dibuktikan dengan mengikuti Sunnahnya, bukan menciptakan amalan baru.
📢 Allah ﷻ berfirman : ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Nabi), niscaya Allah mencintaimu’ (QS. Ali Imran: 31).
👉 Jadi, mau pilih cinta Nabi ﷺ dengan Sunnahnya, atau cinta diri sendiri dengan tradisinya ?
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar