Ulama Salafi dan Penjelasan Penyimpangan Tokoh Populer
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
👉 Banyak orang berkata : ‘Kami hanya minta berkah, bukan menyembah’.
📢 Padahal Allah ﷻ menegaskan: ‘Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’ (QS. Al-Fatihah: 5).
❓ Kalau doa dan permintaan kita arahkan ke selain Allah ﷻ, apakah itu masih disebut ibadah kepada Allah ﷻ ?
(Artikel 443 = 28/07/2025, Ba'da Ashar)
Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
Ulama Salafi dan Penjelasan Penyimpangan Tokoh Populer
🔹 Ulama, Dai, dan Ustadz Bermanhaj Salaf di Indonesia (Lanjutan)
6. Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Lc. rahimahullah
- Latar Belakang : Tokoh senior salafi di Indonesia, lulusan Madinah.
- Ciri Dakwah : Fokus pada pembahasan tauhid, sunnah, dan bahaya bid’ah.
- Karya : Buku-bukunya seperti “Risalah Penting Untuk Muslimah”, “Mulia dengan Manhaj Salaf” dan lainnya menjadi rujukan kuat dakwah salaf.
- Keunggulan : Tegas dalam menyampaikan kebenaran, walau tidak populer di media.
7. Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.
- Ciri Dakwah : Kuat dalam ilmu fiqih dan aqidah. Dakwahnya menekankan pentingnya pemahaman dalil, bukan ikut-ikutan.
- Keunggulan : Santun namun tetap lurus dalam menyikapi penyimpangan.
8. Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan
- Fokus : Aktif dalam membantah kesesatan Syiah, Ahmadiyah, dan aliran menyimpang lainnya.
- Keunggulan : Dakwahnya menyasar akidah dan prinsip dasar manhaj salaf.
9. Ustadz Luqman Ba’abduh
- Fokus : Penulis dan pembina majalah Asy Syariah, fokus membendung pemikiran hizbiyyah dan menyimpang.
- Ciri Dakwah : Konsisten dan mendalam terhadap bahaya pemikiran asing dalam Islam seperti Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir.
10. Ustadz Muhammad Romelan
- Ciri Dakwah : Menyampaikan ilmu dengan pendekatan sistematis, tegas terhadap syirik dan bid’ah.
- Kegiatan : Kajian-kajian di berbagai radio dan masjid dengan prinsip manhaj salaf.
🔻 Ustadz dan Dai Populer yang Menyimpang (Lanjutan)
4. Ustadz Abdul Somad (UAS)
Penyimpangan:
- Pernah menyatakan bahwa syiah hanya berbeda mazhab.
- Menghalalkan tahlilan dan maulid sebagai “tradisi baik”.
- Mengutip kisah-kisah israiliyat dan mimpi-mimpi ghaib yang tidak berdasar dalil shahih.
Dampak : Banyak masyarakat jadi terbiasa dengan ritual-ritual yang tidak berasal dari Nabi ﷺ dan para sahabat.
5. KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha') – lanjutan
Tambahan Catatan :
- Kurang menekankan tauhid Uluhiyah, bahkan justru cenderung melunakkan sikap terhadap kesyirikan seperti tabarruk kubur dan pujian terhadap wali.
- Pernah menyatakan bahwa “orang bodoh bisa masuk surga karena tidak sempat belajar” dalam konteks membela orang awam yang terjerumus bid’ah.
Bahaya : Dakwah tanpa fondasi tauhid dapat membenarkan amalan-amalan syirik dan menjauh dari kemurnian Islam.
6. Habib Luthfi bin Yahya – lanjutan
Tambahan Catatan:
- Terlibat aktif dalam perayaan Maulid Akbar dan barzanji.
- Mendukung dan memimpin zikir massal berjamaah di makam wali, bahkan mengajak masyarakat menyanjung karomah-karomah wali.
Dampak : Memperkuat budaya mistis dan pengkultusan tokoh yang sangat jauh dari bimbingan Rasulullah ﷺ.
7. Habib Jindan bin Novel dan Habib Ali Al-Jufri
Penyimpangan :
- Mendukung Sufi dan praktik dzikir bersama yang menyimpang.
- Melemahkan semangat membantah kesyirikan.
- Toleran terhadap Syiah dan tidak menganggapnya sesat secara jelas.
Bahaya : Dakwah mereka mengaburkan batas antara tauhid dan syirik, antara Islam dan tasawuf ekstrem.
⚠️ Ciri-Ciri Dakwah Salaf vs Dakwah Menyimpang
- Manhaj Salaf = Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits sesuai pemahaman sahabat
- Manhaj Menyimpang / Toleran Terhadap Bid’ah = Berdasarkan akal, budaya, dan mimpi
- Manhaj Salaf = Tegas terhadap syirik dan bid’ah
- Manhaj Menyimpang / Toleran Terhadap Bid’ah = Menganggap syirik dan bid’ah sebagai “kearifan lokal”
- Manhaj Salaf = Mengajak ke tauhid murni
- Manhaj Menyimpang / Toleran Terhadap Bid’ah = Mengajak kepada cinta wali, barzanji, atau ritual-ritual
- Manhaj Salaf = Ilmiah, berdasarkan sanad dan hujjah
- Manhaj Menyimpang / Toleran Terhadap Bid’ah = Emosional, kisah-kisah tanpa dasar dan retorika
- Manhaj Salaf = Anti kultus individu
- Manhaj Menyimpang / Toleran Terhadap Bid’ah = Sering mengkultuskan guru, habib, kyai, dan wali
📌 Penutup
- Memilih ustadz atau ulama bukan karena viral, lucu, santai, atau menyenangkan.
- Tapi karena ilmunya lurus dan amanah dalam menyampaikan Islam sebagaimana yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan para sahabat.
- Wajib bagi umat untuk menimbang semua perkataan ustadz dengan timbangan syariat, bukan hanya karena "disukai masyarakat".
- Karena kebenaran itu satu, tidak tergantung siapa yang menyampaikannya.
-----------
⛔ Jangan jadikan tradisi, hawa nafsu, dan gaya hidup yang bertentangan dengan syariat lebih utama dari wahyu Allah ﷻ dan sunnah Rasulullah ﷺ
➡️ Semoga Allah ﷻ membimbing kita kepada kebenaran yang diridhai-Nya
🔄 Silakan bagikan artikel ini agar jadi amal jariyah dan jalan hidayah bagi yang membaca, niatkan hanya untuk Allah ﷻ
📚 Untuk pemahaman Islam yang benar, rujuk lah kepada ustadz Ahlus Sunnah wal Jama‘ah yang bermanhaj salaf, mengikuti Al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para Sahabat, Tabi‘in, dan Tabi‘ut Tabi‘in
💡 Cara memilih guru rujukan :
✅ Lihat ilmu dan dalilnya, bukan sekadar nama atau popularitas
✅ Jangan fanatik pada tokoh, tapi ikuti kebenaran berdasarkan dalil yang disampaikannya
✅ Pastikan ia membimbing pada tauhid, menjauhi bid’ah, dan berpegang teguh pada sunnah
📺 Rekomendasi : Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, Rodja TV, Ashiil TV, dan TV manhaj salaf lainnya
📝 Jika benar, itu dari Allah ﷻ; jika salah, itu dari kelemahan diri saya, dan saya memohon ampun kepada Allah ﷻ.
Wallāhu A‘lam 🤲
Komentar
Posting Komentar