Ustadz Muda Salafi, Lembaga Sunnah, dan Bahaya Ilmu dari Ustadz Liberal dan Sufi
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
👉 Setiap muslim ingin amalnya diterima, tapi Rasulullah ﷺ mengingatkan :
📢 ‘Barang siapa mengada-adakan sesuatu dalam urusan kami ini yang bukan darinya, maka tertolak’ (HR. Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718).
❓ Pertanyaannya, kalau kita mengaku cinta Nabi Muhammad ﷺ, kenapa membuat amalan yang Nabi Muhammad ﷺ sendiri tidak ajarkan ?
(Artikel 444 = 28/07/2025, Ba'da Magrib)
Saluran Penulis Artikel Dakwah :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
Website Penulis Artikel Dakwah :
https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah :
https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
Ustadz Muda Salafi, Lembaga Sunnah, dan Bahaya Ilmu dari Ustadz Liberal dan Sufi
🔹 Ustadz Muda Bermanhaj Salaf yang Sedang Berkembang di Indonesia
Seiring dengan berkembangnya dakwah salaf di Indonesia, muncul pula sejumlah ustadz muda yang meniti jalan salaf dengan hujjah yang kuat dan gaya penyampaian segar.
Berikut beberapa di antaranya :
1. Ustadz Mizan Qudsiah, Lc.
- Latar Belakang : Alumni Universitas Islam Madinah.
- Ciri Dakwah : Kuat dalam ilmu fikih, tauhid, dan masalah bid’ah.
- Gaya Penyampaian : Tegas, rinci, namun tetap santun dan mudah dipahami.
2. Ustadz Rizki Hidayatullah, Lc.
- Latar Belakang : Murid dari ulama salafi senior, konsisten berdakwah tentang tauhid dan sunnah.
- Kelebihan : Aktif di media sosial, namun tetap menjaga kemurnian manhaj salaf.
3. Ustadz Muhammad Romelan (lanjutan)
Aktif menyampaikan dakwah salaf melalui YouTube dan radio sunnah dengan materi fiqih, adab, dan akidah.
4. Ustadz DR. Abdullah Roy, Lc., MA
- Fokus : Ilmu tauhid dan manhaj. Menekankan pentingnya belajar agama dengan urut dan ilmiah.
- Keunggulan : Akademis dan konsisten di atas manhaj salaf, lulusan Universitas Islam Madinah.
🏫 Lembaga dan Media Dakwah Salafi Terpercaya di Indonesia
Berikut adalah beberapa lembaga dan kanal dakwah yang dikenal konsisten dalam manhaj salaf:
- Ma’had As-Sunnah (Cirebon) – Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas rahimahullah
- Ma’had Ali Al-Imam Ahmad bin Hanbal (Jakarta) – Ustadz Abu Haidar As-Sundawy
- Radio Rodja dan Rodja TV
Ciri Khas : Menyebarkan dakwah salaf 24 jam, menyajikan kajian para ustadz yang terpercaya dalam akidah dan manhaj.
4. Yufid Network
Ciri Khas : Menyediakan video dakwah salafi, buku, artikel ilmiah, dan toko online islami.
5. Majalah Asy-Syariah & Website Muslim.or.id
Menyediakan tulisan ilmiah sesuai dalil dan manhaj salaf, bebas dari bid’ah dan pemikiran menyimpang.
🔻 Bahaya Mengambil Ilmu dari Ustadz Sufi, Liberal, dan Pluralis
Mengambil ilmu dari orang yang tidak lurus dalam aqidah dan manhaj akan menjerumuskan ke dalam kesesatan.
Berikut penjelasan dan contoh dari aliran menyimpang :
1. Ustadz Sufi (Tasawuf Ghuluww – Ekstrem)
Penyimpangan Umum :
- Mengajarkan dzikir menyebut nama syekh / guru.
- Meyakini adanya karamah wali yang bisa menembus alam ghaib.
- Membolehkan tabarruk kubur dan tawasul melalui orang mati.
- Contoh Tokoh : Habib Luthfi, Gus Miek, dan para mursyid tarekat ekstrem lainnya.
- Bahaya : Syirik dalam bentuk lembut, membungkus kesesatan dengan istilah “cinta”.
2. Ustadz Liberal
Ciri-ciri :
- Meragukan otoritas hadits.
- Menolak hukum hudud dan syariat yang tidak sesuai “HAM”.
- Mendukung LGBT, pluralisme agama, atau menikah beda agama.
- Contoh Tokoh : Ulil Abshar Abdalla, Irshad Manji, atau pendukung Islam Nusantara liberal.
- Bahaya : Menghancurkan fondasi Islam dari dalam melalui logika sesat.
3. Ustadz Pluralis
Ciri-ciri :
- Menyatakan bahwa semua agama benar.
- Menganggap Islam tidak boleh merasa paling benar.
- Mengajak kepada “kesatuan agama” dengan toleransi tanpa batas.
- Contoh Tokoh : Quraish Shihab, Komaruddin Hidayat, dan pendukung Islam inklusif.
- Bahaya : Merusak prinsip “Laa ilaaha illallah” yang menjadi inti dakwah seluruh nabi.
⚠️ Kaidah Penting : Ilmu Agama Harus dari Ulama yang Tsiqah
Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari dada manusia, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan wafatnya para ulama. Maka jika tidak tersisa seorang ulama pun, manusia mengangkat pemimpin dari kalangan orang bodoh. Lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100, Muslim no. 2673)
Maka jangan belajar agama dari :
- Orang yang hanya mengandalkan logika dan filsafat.
- Tokoh yang sibuk dengan politik, bukan mendidik umat.
- Tokoh hiburan yang berubah-ubah manhajnya.
✅ Kesimpulan
✅ Dakwah salaf di Indonesia berkembang karena rahmat Allah ﷻ, dan karena semakin banyak umat yang sadar pentingnya akidah dan manhaj yang lurus.
🚫 Umat harus waspada terhadap tokoh populer yang menyimpang dari ajaran Rasulullah ﷺ dan para sahabat.
📚 Belajar dari ustadz dan ulama yang benar bukan fanatik, tapi bagian dari ittiba' (mengikuti kebenaran).
-----------
⛔ Jangan jadikan tradisi, hawa nafsu duniawi, pemikiran dan gaya hidup yang bertentangan dengan aturan Allah ﷻ dijadikan lebih penting dari pada wahyu Al-Qur’an dan hadits Rasulullah ﷺ
➡️ Semoga Allah ﷻ selalu membimbing kita dalam mencari dan mengikuti kebenaran yang diridhai-Nya
🔄 Silakan bagikan artikel ini ke siapa pun dan di berbagai platform media sosial
📚 Rujukan Ilmiah Tambahan : Ustadz Dr. Firanda Andirja, Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas رحمه الله, dan para asatidzah Ahlus Sunnah lainnya
📺 Rekomendasi channel: Rodja TV, Ashiil TV, dan media dakwah salaf lainnya
💡 Kebenaran hanya milik Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ, ikuti berdasarkan dalil, bukan fanatisme tokoh
Wallāhu A‘lam 🤲
Komentar
Posting Komentar