Bantahan Syubhat : “Tidak Usah Sebut Manhaj Salaf, Cukup Al-Qur’an dan Hadits Saja”

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ  

✍️ Tujuan manusia diciptakan
  • Allah ﷻ berfirman : “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
  • Ayat ini menjadi dasar hidup seorang Muslim — bahwa tujuan utama hidup bukan kesenangan dunia, tetapi ketaatan kepada Allah ﷻ semata.
(Artikel 526 = 10/08/2025, Ba'da Dhuha)

📣 Saluran Penulisan Artikel : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

🌐 Website Penulis Artikel : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

🅰️ Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

Bantahan Syubhat : “Tidak Usah Sebut Manhaj Salaf, Cukup Al-Qur’an dan Hadits Saja”

1) Tauhid & Niat Lillah

Agama ini hanya benar bila dibangun di atas Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang lurus. 

Menyebut “Manhaj Salaf” bukan menambah sumber baru, tetapi menegaskan cara memahami Qur’an dan Sunnah sebagaimana yang dipraktikkan generasi terbaik umat ini.

2) Syubhat yang Diajukan

“Tidak usah sebut manhaj Salaf, cukup Qur’an dan hadits saja.”

3) Letak Kesalahan

Pernyataan ini seolah-olah membedakan antara “Al-Qur’an & Sunnah” dengan “manhaj Salaf”, padahal keduanya tidak bertentangan.

Yang dimaksud “manhaj Salaf” adalah cara memahami Al-Qur’an & Sunnah berdasarkan jalur sahih, sesuai pemahaman para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in.

Jika hanya mengaku berpegang pada Qur’an dan Sunnah tanpa manhaj yang benar, maka akan lahir pemahaman menyimpang seperti Khawarij, Syi’ah, Qadariyah, Mu’tazilah, hingga kelompok modern yang menghalalkan riba, musik, bahkan LGBT — semua mengklaim “Qur’an & hadits” tapi tanpa manhaj Salaf.

4) Dalil Kebenarannya

A. Perintah mengikuti pemahaman sahabat :

“Dan barang siapa menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan selain jalan orang-orang beriman, Kami biarkan dia leluasa dalam kesesatan dan Kami masukkan dia ke neraka Jahannam. Dan itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisâ’: 115).

Yang dimaksud “jalan orang-orang beriman” adalah jalan para sahabat.

B. Pujian untuk tiga generasi terbaik :

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian yang setelahnya (tabi’in), kemudian yang setelahnya (tabi’ut tabi’in).” (HR. Bukhari-Muslim).

C. Jaminan keselamatan kelompok yang mengikuti manhaj sahabat:

Nabi ﷺ bersabda tentang perpecahan umat : “Umatku akan berpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu.” Ditanya: “Siapa mereka wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab: “Yang mengikuti aku dan para sahabatku.” (HR. Tirmidzi, hasan sahih).

5) Logikanya
  • Semua kelompok sesat mengaku “berpegang pada Qur’an & Sunnah.”
  • Pembeda antara haq dan batil adalah cara memahami Qur’an & Sunnah.
  • Tanpa manhaj Salaf, siapa saja bisa menafsirkan sesuai hawa nafsu.
Contoh : Syi’ah juga bawa Qur’an & hadits, tapi tafsirnya menyimpang karena tidak pakai pemahaman sahabat. 

Begitu pula Khawarij yang mengkafirkan sahabat dengan klaim “dalil Qur’an”.

6) Manhaj Salaf
  • Definisi : Jalan beragama generasi pertama umat ini (sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in) dalam memahami, mengamalkan, dan mendakwahkan Qur’an & Sunnah.
  • Kedudukannya : Bukan sumber baru, tapi filter pemahaman. 
  • Seperti aturan membaca peta : semua orang punya peta (Qur’an & Sunnah), tapi hanya yang mengikuti petunjuk resmi (manhaj Salaf) yang sampai tujuan.
7) Solusi Praktis
  • Jangan alergi dengan istilah manhaj Salaf.
  • Tegaskan kepada umat : “Kita tidak cukup hanya bilang Qur’an & hadits, tapi harus ikut cara para sahabat memahami Qur’an & hadits.”
  • Jadikan prinsip dakwah : Qur’an, Sunnah, dan pemahaman Salaf. Ini adalah satu paket yang tak boleh dipisahkan.
8) Penutup & Doa
  • Menyebut “manhaj Salaf” adalah bukti kejujuran ilmiah, bukan tambahan sumber. 
  • Qur’an & Sunnah memang satu-satunya rujukan, tetapi hanya dengan manhaj Salaf-lah keduanya dipahami dengan benar.
  • Semoga Allah meneguhkan kita di atas jalan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, menjauhkan dari hawa nafsu dan kelompok sesat, serta mematikan kita di atas tauhid dan sunnah.
اللهم اجعلنا من أهل السنة والجماعة، واحشرنا في زمرة نبيك وأصحابه

👉 Ringkasan singkat :
  • Semua kelompok klaim Qur’an & hadits.
  • Yang membedakan : siapa ikut cara sahabat, siapa ikut hawa nafsu.
  • Inilah arti pentingnya metode / manhaj Salaf.
-----

📝 Penutup dengan Hadits

Rasulullah ﷺ bersabda : “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim no. 1893)

Maka sebarkanlah kebenaran ini, karena satu tulisan bisa menjadi amal jariyah yang tidak pernah terputus.

✍️ Ditulis dengan mengharap ridha Allah ﷻ. Mohon maaf bila ada kekurangan, segala kebenaran datang dari Allah ﷻ.

🌙 “Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba yang mencintai kebenaran, bukan yang mencari alasan pembenaran.”

Wallahu A'lam 🤲 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?