📩 Menjawab Serangan terhadap Dakwah Tauhid
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
📌 Pengingat
- Tidak ada yang lebih berharga dari iman yang lurus.
- Namun iman tidak cukup hanya di lisan.
- Ia butuh bukti nyata dalam perbuatan, dalam ketaatan, dan dalam menjauhi apa yang Allah ﷻ larang.
(Artikel 528 = 10/08/2025, Ba'da Ashar)
📣 Saluran Penulisan Artikel : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Penulis Artikel : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📩 Menjawab Serangan terhadap Dakwah Tauhid
📝Menjawab Tuduhan “Sok Benar”
"Saya tidak sedang menyampaikan pendapat pribadi. Yang saya sampaikan adalah dalil dari Al-Qur'an dan Hadits Nabi ﷺ, serta penjelasan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Kalau itu dianggap 'sok benar', maka yang Anda tuduh bukan saya, tapi syariat Islam yang saya kutip. Kalau memang ada kesalahan dalam isi, silakan tunjukkan kesalahannya dengan dalil yang shahih, bukan dengan perasaan atau opini pribadi."
“Dan jika kalian berselisih dalam sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya.” (QS. An-Nisa: 59)
📝Menjawab Serangan “Jangan Ganggu Tradisi”
"Kami menghormati budaya, tapi syariat Islam harus selalu didahulukan. Tradisi boleh dijalankan selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Tapi jika tradisi menyelisihi syariat, maka wajib ditinggalkan. Islam tidak datang untuk menguatkan adat yang menyimpang, tetapi untuk **meluruskan kehidupan manusia di atas wahyu Allah."
“Apakah mereka akan tetap mengikuti nenek moyangnya, walaupun mereka tidak mengerti apa-apa dan tidak mendapat petunjuk?” (QS. Al-Baqarah: 170)
📝Menjawab Serangan “Jangan Menyinggung Orang Lain”
"Jika menyampaikan kebenaran dianggap menyinggung, maka para nabi adalah yang paling banyak ‘menyinggung’. Karena setiap mereka berdakwah, pasti ada pihak yang merasa terusik — bukan karena da’i menyindir, tapi karena kebenaran itu memang mengusik hati yang tidak mau diatur oleh syariat. Dakwah bukan untuk menyenangkan hati manusia, tapi untuk mengajak manusia tunduk kepada aturan Allah.”
📝Menjawab Sindiran “Islam Itu Luas, Jangan Menyempitkan”
"Islam itu benar luas, tapi bukan bebas. Luasnya Islam dibatasi oleh wahyu. Kalau semua pendapat dibenarkan atas nama 'keluasan', maka tidak ada lagi kebenaran yang pasti. Justru **kita diperintahkan untuk mengembalikan segala hal kepada Al-Qur’an dan Hadits, bukan kepada logika manusia atau tradisi lokal."
“Apa pun yang tidak ada dalam ajaran ini (Islam), maka itu tertolak.” (HR. Muslim)
📝Menjawab Serangan “Bukan Ustadz terkenal, Jangan Berdakwah”
"Saya bukan ustadz terkenal, saya bukan tokoh agama. Tapi Islam tidak mewajibkan seseorang jadi ustadz terkenal dulu untuk bisa menyampaikan kebenaran.
Nabi ﷺ bersabda : “Sampaikan dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari)
Selama yang disampaikan adalah ayat dan hadits yang sahih, dengan pemahaman ulama yang lurus, maka tidak ada larangan menyampaikan kebenaran — justru itu adalah kewajiban setiap Muslim."
📝Menjawab Larangan “Jangan Kirim Artikel Lagi”
"Maaf, saya tidak memaksa siapa pun untuk membaca, saya hanya menyampaikan. Jika tidak setuju, bisa diabaikan. Tapi melarang orang menyampaikan kebenaran adalah perbuatan yang sangat berbahaya dalam Islam. Karena Allah melaknat orang yang menyembunyikan ilmu setelah mengetahuinya."
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan dan petunjuk… mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat oleh semua yang melaknat.” (QS. Al-Baqarah: 159)
📝Menjawab Sindiran “Ngapain Kirim Artikel Setiap Hari ?”
"Kita makan setiap hari, karena tubuh butuh nutrisi. Kita minum obat tiap jam kalau sedang sakit, karena tubuh butuh penyembuhan. Maka bagaimana dengan hati dan jiwa kita? Ilmu agama adalah makanan ruhani yang jauh lebih penting dari fisik kita. Kalau fisik saja dirawat tiap hari, mengapa ilmu yang menuntun ke surga dianggap terlalu sering ?"
📝Menjawab Serangan “Mengganggu Keharmonisan Masyarakat”
"Apakah keharmonisan itu dibangun di atas kebatilan dan pembiaran kesyirikan, bid’ah, dan maksiat ? Itu bukan harmoni, itu adalah kebersamaan dalam kesesatan. Yang benar, harmoni adalah saat masyarakat bersama-sama tunduk kepada hukum Allah."
“Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian...” (QS. Al-Ahzab: 21)
📌 Tips :
- Selalu buka dengan akhlak dan adab.
- Jangan mulai dengan marah.
- Jangan sebut nama orang.
- Fokus pada jawaban terhadap isi syubhat.
-----
🤲 Syukur dan Doa
- Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah menuntun hati kita kepada kebenaran.
- Semoga Allah ﷻ meneguhkan kita di atas manhaj yang lurus hingga ajal menjemput dalam keadaan husnul khatimah.
✍️ Ditulis dengan mengharap ridha Allah ﷻ. Mohon maaf bila ada kekurangan, segala kebenaran datang dari Allah ﷻ.
🌙 “Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba yang mencintai kebenaran, bukan yang mencari alasan pembenaran.”
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar