🧠 Mereka Bilang : ‘Itu Zaman Nabi, Kita Sekarang Biasa Aja !’ Membongkar Syubhat Pembenaran Dosa
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
📋 Pengantar Ilmiah
- Dalam ilmu Islam, setiap perbuatan ibadah harus berlandaskan dalil yang sahih dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.
- Tanpa dalil, maka amalan itu tertolak, meski niatnya baik.
- Karena niat baik tidak bisa menghalalkan cara yang salah.
(Artikel 529 = 10/08/2025, Ba'da Magrib)
📣 Saluran Penulisan Artikel : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Penulis Artikel : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi UFA = BEKAL ISLAM :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
🧠 Mereka Bilang : ‘Itu Zaman Nabi, Kita Sekarang Biasa Aja !’ Membongkar Syubhat Pembenaran Dosa
- “Zaman sekarang beda dengan zaman Nabi !”
- “Dulu sih gampang, sekarang susah...”
- “Nabi kan maksum, kita kan orang biasa.”
- “Gak usah fanatik, santai aja. Islam itu fleksibel…”
Kalimat-kalimat seperti ini terdengar bijak di telinga masyarakat awam.
Tapi hakikatnya, itu adalah alasan untuk membenarkan keengganan dalam taat kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ.
❌ Syubhat Ini Sangat Berbahaya
Mengapa ?
Karena ia :
- Melemahkan semangat meneladani Nabi ﷺ
- Menjadikan hawa nafsu sebagai tolok ukur kebenaran
- Membuka pintu untuk menghalalkan segala yang haram
Padahal Allah ﷻ berfirman : “Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.” (QS. Al-Ahzab: 21)
➡️ Bukan hanya untuk para sahabat. Tapi untuk semua orang beriman, sampai hari kiamat.
🛑 Melawan Logika Syubhat : “Zaman Berbeda, Hukum Tetap”
✅ Ya, zaman memang berubah. Tapi syariat tidak berubah.
- Dulu ada zina — sekarang pun ada.
- Dulu ada riba — sekarang juga ada.
- Dulu ada syirik — sekarang malah lebih canggih.
➡️ Tugas kita bukan menyesuaikan agama dengan zaman, tetapi menyesuaikan zaman dengan agama.
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, terimalah. Dan apa yang dilarangnya, tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)
📚 Nabi ﷺ adalah Teladan untuk Semua Umat, Bukan Hanya Zaman Sahabat
➡️ Sebagian berkata : “Kita tidak bisa seperti Nabi, jadi gak usah terlalu idealis.”
❗ Ini ucapan batil.
- Memang kita tidak akan menyamai Nabi ﷺ dalam kesempurnaan, tapi kita tetap diperintah untuk meneladaninya.
- Dan Allah ﷻ tidak membebani kecuali sesuai kemampuan.
💥 Kalau Semua Dimaafkan Karena “Manusia Biasa”,
Maka...
- Orang tak shalat : “Kan saya bukan Nabi...”
- Orang zina : “Nabi sih kuat imannya, saya kan biasa.”
- Orang korupsi : “Jangan bandingkan saya dengan Umar bin Khattab...”
➡️ Maka semua dosa bisa dibenarkan hanya dengan alasan : “saya bukan Nabi.” Ini logika iblis, bukan logika seorang mukmin.
📌 Kebenaran Itu Tidak Tergantung Zaman
Islam datang untuk setiap zaman dan tempat.
Rasulullah ﷺ bersabda : “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang pada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. Al-Hakim – shahih)
➡️ Tidak disebut : “kecuali kalau zaman sudah modern.”
🧠 Solusi : Kembali kepada Tauhid dan Sunnah dengan Jiwa Tunduk
- Ingat bahwa Rasulullah ﷺ diutus untuk diteladani, bukan hanya dikagumi ➤ Tidak cukup hanya dengan bershalawat, tapi harus mengikuti beliau dalam ibadah, akhlak, dan prinsip
- Tinggalkan pemahaman liberal yang menjadikan zaman sebagai dalil ➤ Kebenaran tetap kebenaran meskipun zaman berubah ➤ Kebatilan tetap kebatilan meskipun masyarakat menerimanya
- Bersihkan hati dari hawa nafsu dan syahwat ➤ Karena seringkali dalih “kita bukan Nabi” hanyalah kedok untuk menuruti hawa nafsu
- Berdoalah agar diberi kekuatan untuk meneladani Rasulullah ﷺ ➤ Karena mengikuti beliau adalah jalan keselamatan, bukan beban yang mustahil dilakukan
🚨 Peringatan Keras dari Rasulullah ﷺ
“Barang siapa yang berpaling dari sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku.” (HR. Bukhari no. 5063, Muslim no. 1401)
➡️ Maka berhati - hatilah dengan ucapan yang melemahkan semangat untuk mengikuti Nabi ﷺ. Karena bisa jadi, itu adalah jalan menuju kebinasaan.
✍️ Penutup
- Jangan jadikan zaman sebagai alasan untuk meninggalkan sunnah.
- Jangan jadikan kata “kita bukan Nabi” sebagai perisai untuk membenarkan dosa dan kelalaian.
- Justru karena kita bukan Nabi — kita lebih butuh rahmat Allah, dan itu hanya bisa diraih dengan taat kepada-Nya dan meneladani Rasul-Nya.
-----
📌 Persatuan di atas Kebenaran
- Mari kita satukan hati dalam kebenaran, bukan dalam kebiasaan.
- Bersatu bukan berarti mencampur antara haq dan batil, tapi bersatu di atas tauhid dan sunnah.
- Karena itulah jalan para sahabat Rasulullah ﷺ.
✍️ Ditulis dengan mengharap ridha Allah ﷻ. Mohon maaf bila ada kekurangan, segala kebenaran datang dari Allah ﷻ.
🌙 “Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba yang mencintai kebenaran, bukan yang mencari alasan pembenaran.”
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar