📌 APAKAH ABU AL-HASAN AL-ASY’ARI KEMBALI KEPADA MANHAJ SALAF ?
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
📌 Ajal
🌉 Jika kita tahu sebuah jembatan rapuh, kita pasti tidak lewat.
❓ Mengapa kita tetap melakukan amalan yang rapuh dalilnya, padahal kita sedang menuju akhirat ?
📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel
▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi UFA : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
(Artikel 755 = 18/09/2025, Ba'da Subuh)
📌 APAKAH ABU AL-HASAN AL-ASY’ARI KEMBALI KEPADA MANHAJ SALAF ?
✍️ Ringkasan Ilmiah Berdasarkan Kitab dan Penelitian Ulama
🔹 1. Fakta Sejarah yang Paling Kuat : Beliau BENAR-BENAR kembali kepada Manhaj Salaf di AKHIR HAYATNYA
Ini adalah pendapat mayoritas ulama ahli sejarah, ahli hadits, dan ulama aqidah.
📌 Bukti paling kuat :
Karya terakhir beliau, yaitu kitab “al-Ibânah ‘an Ushûl ad-Diyânah”, berisi aqidah yang sama persis dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah (Manhaj Salaf) :
📝 Ciri Manhaj Salaf yang muncul dalam kitab al-Ibânah :
⏩ menetapkan sifat-sifat Allah ﷻ tanpa ta’wil
⏩ menetapkan ketinggian Allah di atas Arsy
⏩ membantah Jahmiyah dan Mu’tazilah
⏩ menjelaskan sunnah dengan redaksi yang identik dengan aqidah Imam Ahmad (w. 241 H)
📚 Sumber :
- al-Ibânah, ed. Fuwad al-Baqi
- Tabaqât asy-Syafi’iyyah, Ibn Katsir (w. 774 H)
- Siyar A’lam an-Nubala’, Imam adz-Dzahabi (w. 748 H)
🔹 2. Ulama Besar Salaf yang menegaskan beliau kembali kepada aqidah Imam Ahmad
- Imam adz-Dzahab (w. 748 H) = “Di akhir hidupnya, beliau berpegang kepada aqidah salaf.” 📚 Siyar A’lam an-Nubala’, 15/85
- Ibn Katsir (w. 774 H) = “Beliau kembali kepada madzhab Ahlus Sunnah, sebagaimana dalam kitab al-Ibânah.” 📚 al-Bidayah wan Nihayah, 11/187
- Ibn Taimiyah (w. 728 H) = “Asy’ariyyah hari ini tidak mengikuti aqidah Abu Hasan al-Asy’ari yang terakhir; mereka mengikuti aqidah beliau sebelum ruju’ kepada Ahlus Sunnah.” 📚 Majmu’ al-Fatawa, 4/72
- Ibnul Qayyim (w. 751 H) = “Beliau meninggalkan pendapat lamanya dan kembali kepada aqidah para sahabat.” 📚 Ijtima’ Juyusy al-Islamiyyah, hlm. 100
🔹 3. TIGA FASE dalam perjalanan pemikiran Abu al-Hasan al-Asy’ari
Para ulama sepakat bahwa beliau memiliki 3 fase pemikiran :
1) Fase Mu’tazilah (40 tahun pertama hidupnya) = Mengikuti gurunya al-Jubba’i.
2) Fase Asy’ariyah Jadidah (pertengahan hidup) = Meninggalkan Mu’tazilah, tetapi masih menggunakan logika kalam.
3) Fase Salafiyah / Ahlus Sunnah (fase akhir hidup)
👉 Ini terbukti dari :
⏩ kitab al-Ibânah
⏩ kitab Risalah ila Ahl Tsaġr
⏩ sikapnya membela aqidah Imam Ahmad
⏩ meninggalkan ta’wil sifat
🔹 4. LALU MENGAPA PENGIKUT ASY'ARIYAH HARI INI TIDAK MENGIKUTI AQIDAH BELIAU YANG TERAKHIR ?
✅ Jawaban ilmiahnya ada dua :
A. Pemikiran fase pertengahan beliau sudah terlanjur menyebar luas
Sebelum beliau ruju’, murid-muridnya sudah menyebarkan aliran Asy’ariyah generasi awal.
B. Banyak ulama Asy’ari modern TIDAK mengetahui atau mengingkari kitab al-Ibânah
📢 Sebagian ulama Asy’ari menolak ruju’ beliau dengan alasan :
“Kitab al-Ibânah tidak otentik.”
Namun, Bantahannya :
⏩ banyak manuskrip klasik membuktikan keaslian al-Ibânah
⏩ ulama besar yang hidup dekat zamannya (Ibn Katsir, adz-Dzahabi, Ibn Taimiyah) menegaskan ruju’ beliau
⏩ redaksi kitab tersebut selaras dengan manhaj salaf
📌 Karena itu, penolakan ruju’ biasanya berasal dari fanatisme madzhab, bukan penelitian ilmiah.
🔹 5. Jadi, mana yang paling benar ?
✅ Jawaban paling ilmiah :
⏩ Abu al-Hasan al-Asy’ari BENAR-BENAR kembali kepada Manhaj Salaf di akhir hayatnya.
* Dalilnya kuat,
* sumbernya jelas,
* dan dinukil oleh ulama besar lintas generasi.
⏩ Adapun kelompok Asy’ariyah hari ini tidak mewakili aqidah beliau yang terakhir — mereka hanya mengikuti fase pertengahan beliau.
📍 Ini sebabnya :
🔸 mereka tetap menolak sifat Allah ﷻ secara dzahir
🔸 mereka tetap melakukan ta’wil
🔸 mereka tetap memakai logika kalam
🔸 mereka menolak aqidah Imam Ahmad
📌 KESIMPULANNYA
💬 Abu al-Hasan al-Asy’ari memang pernah menyimpang, tetapi dia RUJU’ (kembali) kepada aqidah para sahabat.
🎯 Yang tidak ruju’ adalah para pengikutnya, bukan beliau.
----------
📍 Tekad
❤️🔥 Mari kita kuatkan hati.
↔️ Apa pun yang bertentangan dengan dalil, kita tinggalkan.
✅ Apa pun yang diajarkan Nabi ﷺ, kita ambil tanpa ragu.
👣 Inilah jalan keselamatan.
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar