๐ FAEDAH ILMIAH : “Tata Letak Shaf Makmum Bila Jumlahnya Berubah”
ุจِุณْู
ِ ูฑَِّููู ูฑูุฑَّุญْู
َِٰูู ูฑูุฑَّุญِูู
ِ
๐ Ibadah Harus Tepat
๐ Obat mujarab pun tidak akan bermanfaat kalau cara minumnya salah.
๐ Demikian juga ibadah : tidak akan diterima kalau caranya tidak mengikuti Rasulullah ๏ทบ.
๐ข Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
๐ Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel
▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
๐
ฐ️ Aplikasi UFA : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
(Artikel 756 = 18/09/2025, Ba'da Dhuha)
๐ FAEDAH ILMIAH : “Tata Letak Shaf Makmum Bila Jumlahnya Berubah”
Bismillah…
Dalam shalat berjamaah, Rasulullah ๏ทบ mengajarkan umatnya agar shaf tersusun rapi sesuai urutan dan adab yang telah beliau contohkan.
Kadang dalam kondisi tertentu, jumlah makmum berubah di tengah shalat — misalnya dari satu orang menjadi dua, atau datangnya makmum wanita setelah shalat dimulai.
Berikut sedikit faedah yang mungkin bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memperdalam adab shalat berjamaah.
1. Makmum Laki-laki yang Sendirian
Jika seorang laki-laki shalat sendirian bersama imam, maka ia berdiri :
⏩ di sebelah kanan imam
⏩ sedikit mundur
Sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma :
“Nabi ๏ทบ menarikku ke sebelah kanannya.” (HR. Bukhari no. 1170, Muslim no. 763)
๐ Ini menunjukkan posisi khusus bagi makmum tunggal laki-laki.
2. Bila Makmum Berjumlah Dua Orang
Jika makmum berubah dari satu menjadi dua — apa pun kondisi atau siapa pun yang datang (laki-laki ataupun wanita) — maka aturan shaf otomatis berubah.
Rasulullah ๏ทบ bersabda : “Jika ADA DUA orang shalat bersama imam, maka keduanya berdiri DI BELAKANG imam.” (HR. Abu Dawud no. 676 – shahih)
๐ Para ulama menjelaskan :
- Hadits ini tidak membedakan laki-laki atau perempuan
- Yang menjadi dasar adalah jumlah makmum berubah
- Maka posisi “di kanan imam” tidak berlaku lagi
- Kedudukan makmum berpindah ke belakang imam
๐ Imam An-Nawawi (w. 676 H) – Syarh Shahih Muslim : “Jika makmum terdiri dari laki-laki dan wanita, maka laki-laki berdiri di belakang imam, dan wanita di belakang laki-laki.”
๐ Ibnul Mundzir (w. 318 H) – Al-Ijma’ : “Ulama sepakat bahwa jika makmum lebih dari satu, tempat mereka adalah di belakang imam.”
3. Posisi Makmum Wanita
Makmum wanita memiliki tempat tersendiri dalam shaf.
Rasulullah ๏ทบ bersabda : “Shaf terbaik laki-laki adalah yang paling depan dan shaf terbaik wanita adalah yang paling belakang.” (HR. Muslim no. 440)
Maka:
⏩ tempat wanita adalah di belakang laki-laki
⏩ tidak berdiri sejajar atau mendahului laki-laki
⏩ tidak di samping imam
Ibn Qudamah (w. 620 H) – Al-Mughni menjelaskan : “Jika makmum terdiri dari laki-laki dan wanita, maka laki-laki berada di belakang imam, dan wanita berada di belakang laki-laki.”
4. Kaidah Praktis yang Penting Dipahami
Dari dalil dan penjelasan ulama :
➡ Posisi makmum di kanan imam hanya berlaku jika : makmumnya satu, dan laki-laki.
➡ Bila makmum menjadi dua orang : keduanya pindah ke belakang imam, dan wanita berada di belakang laki-laki
➡ Maka aturan berubah bukan karena jenis kelamin yang datang, tapi karena jumlah makmum berubah.
๐ Ini poin penting yang sering terlewatkan, padahal sangat membantu menjaga kerapian shaf.
5. Hikmah Besar dari Pengaturan Ini
Susunan ini memiliki banyak manfaat :
* menjaga kehormatan wanita
* menjaga fokus shalat
* menjaga kerapian shaf
* menghindari campur-baur
* memudahkan imam mengatur jamaah
* mencerminkan keindahan syariat Islam
๐ข Dan setiap ketaatan pada sunnah — sekecil apa pun — adalah tanda cinta seorang hamba kepada Rasulullah ๏ทบ.
6. Penutup
- Belajar Adab Shalat Adalah Bagian dari Menjaga Sunnah
- Adab shalat berjamaah adalah perkara ibadah, maka semakin kita pelajari, semakin kita mendekat kepada keteladanan Nabi ๏ทบ.
๐คฒ Semoga faedah ringkas ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memperbaiki shalatnya, dan semoga Allah ๏ทป menjadikan kita orang-orang yang selalu mencari kebenaran berdasarkan dalil.
Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnattiba’ah.
Aamiin.
----------
๐ Harapan
✍️ Semoga tulisan ini membuka pintu pemahaman baru bagi kita semua.
๐ Tidak ada yang lebih indah dari mengikuti sunnah Nabi ๏ทบ dengan ilmu yang benar.
Wallahu A'lam ๐คฒ
Komentar
Posting Komentar