⭐ FENOMENA UMAT YANG MEREMEHKAN SYARIAT : URUSAN RIBA JADI HAL BIASA, URUSAN AGAMA MALAH DIBILANG FANATIK
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
📌 Keahlian
👉 Kalau motor rusak, kita tak akan pergi ke tukang cukur.
❓ Lalu mengapa dalam urusan agama yang menentukan surga-neraka, kita malah ikut orang yang tidak punya ilmu ?
📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel
▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi UFA : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
(Artikel 757 = 18/09/2025, Ba'da Dzuhur)
⭐ FENOMENA UMAT YANG MEREMEHKAN SYARIAT : URUSAN RIBA JADI HAL BIASA, URUSAN AGAMA MALAH DIBILANG FANATIK
🔹 Pembuka
Bismillah…
🤲 Semoga Allah ﷻ membuka hati kita untuk melihat kenyataan zaman ini dengan jujur.
📢 Fenomena yang makin sering kita lihat di masyarakat benar-benar menyedihkan :
* riba dianggap solusi,
* rokok dianggap kebutuhan pokok,
* musik dianggap terapi,
* buka aurat dianggap seni,
* campur-baur dianggap “modern”,
* dakwah dianggap mengganggu,
* penyampaian kebenaran dianggap fanatik.
📌 Di satu sisi, agama ditinggalkan.
👉 Di sisi lain, pelanggaran dianggap hal yang biasa.
🤕 Inilah penyakit yang sedang mematikan umat pelan-pelan.
📢 Dan Islam sudah menjelaskan hal ini 14 abad yang lalu.
📌 Mari kita lihat apa kata Allah ﷻ dan Rasul-Nya.
⭐ 1. Umat Menganggap Agama Tidak Penting
📢 Banyak orang hari ini berkata :
* “Yang penting hatinya baik…”
* “Agama jangan terlalu dalam…”
* “Yang penting rezeki lancar…”
* “Fanatik amat…”
* “Tidak usah bahas neraka…”
👉 Padahal Allah ﷻ berfirman :
وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ
“Mereka berkata : Jangan berangkat jihad, terlalu panas…” (QS. At-Taubah: 81)
📢 Mereka mencari alasan untuk menolak syariat, sama seperti kondisi masyarakat hari ini :
* tidak mau shalat = bilang sibuk
* tidak mau jilbab = bilang belum siap
* tidak mau jauhi riba = bilang ekonomi sulit
* tidak mau jauhi musik = bilang hiburan
* tidak mau jauhi maksiat = bilang manusia biasa
🎯 Bukan tidak tahu…
❌ tapi tidak MAU.
⭐ 2. Allah ﷻ sudah menyebut ini sebagai penyakit hati
Allah ﷻ berfirman :
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 187)
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
“Kalian lebih mencintai dunia…” (QS. Al-A’la: 16)
👉 Ini akar masalahnya : Mereka sangat cinta dunia, tetapi sangat tidak peduli akhirat.
📚 Hadits yang memperingatkan kondisi ini
Rasulullah ﷺ bersabda : “Akan datang suatu masa di mana urusan agama dianggap asing di tengah manusia.” (HR. Muslim no. 145 – shahih)
👉 Hari ini kita melihat :
* dakwah dianggap mengganggu
* sunnah dianggap aneh
* tauhid dianggap keras
* menolak bid’ah dianggap memecah belah
* menjelaskan dalil dianggap sok pintar
📌 Inilah zaman yang Nabi ﷺ maksudkan.
⭐ 3. Kalau Riba Dibenarkan, Kalau Rokok Dianggap Wajar… apa yang tersisa dari agama ?
Mari kita bicara jujur.
👉 Jika riba dianggap solusi, padahal Allah ﷻ berfirman :
فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
“Umumkan perang dengan Allah dan Rasul-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 279)
❓ Lalu apa status orang yang merasa “biasa saja” dengan riba ?
👉 Jika musik dianggap hiburan, padahal Ibnu Mas’ud berkata :
“Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, musik itu adalah al-lahwu (yang diharamkan).” (HR. Thabarani – shahih menurut Albani)
❓ Lalu apa status orang yang setiap hari menjadikan musik sebagai rutinitas ?
👉 Jika rokok dianggap kebutuhan, padahal :
* merusak tubuh (haram)
* membakar harta (haram)
* membahayakan orang lain (haram)
❓ Lalu bagaimana mereka berdalih cari alasan pembenaran ?
👉 Kalau agama dianggap gangguan… lalu apa yang mereka harapkan dari hidup ini ?
📢 Orang-orang ingin :
* rezeki lancar,
* hidup tenang,
* keluarga damai,
* anak soleh,
📌 Tapi syarat menuju itu semua ditolak.
👉 Ini seperti seseorang :
* ingin sehat = tapi menolak obat
* ingin kenyang = tapi menolak makan
* ingin selamat = tapi menolak rambu jalan
❌ Mustahil.
⭐ 4. ULAMA MANHAJ SALAF — Mereka Sudah Mengingatkan Fenomena Ini
📍 Imam Al-Auza’i berkata : “Bersabarlah di atas sunnah, dan jangan pedulikan orang yang meremehkannya.” (Asy-Syariah, Al-Ajurri)
📍 Imam Ahmad berkata : “Setiap pintu maksiat yang dianggap biasa, akan melahirkan bencana yang luar biasa.” (Masaa’il Abdullah, jilid 2)
📢 Para ulama-ulama salaf memahami : kalau dosa mulai dianggap normal, maka masyarakat sedang menuju kehancuran.
⭐ 5. SOLUSI — Kembali pada Tauhid dan Syariat, bukan perasaan masyarakat
📝 Solusi untuk fenomena ini adalah :
✅ hidupkan kembali rasa takut kepada Allah ﷻ
✅ kuatkan tauhid
✅ pilih lingkungan yang baik
✅ jauhi syubhat (yang abu-abu)
✅ tinggalkan riba sedikit demi sedikit
✅ ganti musik dengan Al-Qur’an
✅ nikmati hidup tanpa maksiat
✅ dekatkan diri kepada majelis ilmu
✅ jangan pedulikan ejekan orang
👉 Yang mengejek pasti banyak.
📌 Tapi akhirat tidak menilai mayoritas.
⭐ 6. PENUTUP
Saudaraku…
- Kalau dunia ini membuat kita jauh dari Allah ﷻ, maka dunia itu bukan nikmat — tapi ujian.
- Dan kalau masyarakat menganggap syariat itu mengganggu, maka itu bukan alasan bagi kita untuk ikut berpartisipasi.
☝️ Yang benar itu satu : mengikuti apa yang Allah ﷻ dan Rasul perintahkan, bukan mengikuti perasaan orang banyak.
🤲 Semoga Allah ﷻ memberi kita kekuatan untuk tetap teguh memegang agama-Nya di zaman orang menganggapnya asing.
Aamiin.
----------
📍 Empati
👉 Saya tahu sebagian dari kita mungkin berat untuk meninggalkan amalan lama.
🔄 Tidak apa-apa.
🎯 Hidayah datang bertahap.
✅ Yang penting kita jujur mencari kebenaran.
🤲 Semoga Allah ﷻ mudahkan langkah kita.
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar