📢 Hati-Hati — Menganggap Ringan Dosa Kecil Bisa Menghancurkan Iman
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
📍 Fondasi Aqidah
🏫 Rumah sehebat apa pun akan roboh jika fondasinya lemah.
👉 Begitu juga iman : sekecil apa pun syirik, itu retakan yang menjatuhkan bangunan seluruh amal.
📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel
▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi UFA : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
(Artikel 758 = 18/09/2025, Ba'da Ashar)
📢 Hati-Hati — Menganggap Ringan Dosa Kecil Bisa Menghancurkan Iman
Bismillah...
Salah satu kesalahan terbesar yang menimpa banyak kaum muslimin hari ini adalah meremehkan dosa kecil, bahkan menjadikannya candaan :
* “Ah cuma dosa kecil.”
* “Yang penting nggak zina, nggak bunuh orang.”
* “Allah ﷻ Maha Pengampun kok.”
* “Ini kan cuma sepele, besok tinggal tobat.”
Ucapan seperti ini tampak biasa, tetapi sangat berbahaya.
⏩ Sebab inilah awal kehancuran hati, dan jalan masuknya setan untuk menyeret manusia pada dosa yang lebih besar.
📌 1. Dosa Kecil yang Dianggap Remeh = Dosa Besar
Para ulama salaf menjelaskan aturan penting :
“Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus, dan tidak ada dosa besar jika dilakukan dengan istighfar.” (Atsar sahabat, diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dalam Al-Kabir)
Artinya :
⏩ Dosa kecil yang dianggap biasa = berubah menjadi dosa besar.
⏩ Dosa besar yang disesali = bisa diampuni oleh Allah ﷻ.
Jadi berbahaya sekali ketika seseorang berkata :
* “Masih mending saya daripada si Fulan.”
* “Semua orang juga melakukan ini.”
🎯 Sebab meremehkan dosa adalah dosa besar.
📌 2. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu : Orang Munafik Meremehkan Dosa
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata : “Sesungguhnya orang beriman melihat dosanya seperti gunung besar yang takut menimpanya, sedangkan orang munafik melihat dosa seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu ia mengusirnya.” (HR. Bukhari)
❓ Siapa yang suka menganggap remeh dosa ?
👉 Sifat orang munafik.
❓ Siapa yang takut dosa sekecil apa pun ?
👉 Sifat orang beriman.
⏩ Maka saat seseorang berkata : “Cuma dosa kecil…” ketahuilah bahwa bahaya besar sedang menghampiri iman di hatinya.
📌 3. Dosa Kecil adalah Jalan Masuk Dosa Besar
- Tidak ada seorang pun yang tiba-tiba terjerumus dalam dosa besar.
- Selalu berawal dari dosa kecil yang dianggap biasa.
🎯 Contoh nyata :
- Zina dimulai dari pandangan yang tidak dijaga.
- Riba dimulai dari pinjaman ringan “cuma bunga 1%.”
- Rokok dimulai dari satu isapan.
- Musik dimulai dari satu lagu.
- Fitnah dimulai dari satu cerita “katanya…”
- Hijab terbuka dimulai dari sedikit demi sedikit.
👹 Setan tidak pernah menyuruh maksiat besar sekaligus, tapi perlahan-lahan, hingga seseorang tidak merasa dosa lagi.
Allah ﷻ mengingatkan : “Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan…” (QS. Al-Baqarah: 208)
👹 Setan mengajak bertahap, bukan sekaligus.
📌 4. Dosa yang Diremehkan Menghancurkan Hati
Ibnul Qayyim rahimahullah (w. 751 H) menjelaskan : “Dosa yang dianggap remeh lebih berbahaya bagi hati dari pada dosa besar.” (Al-Jawabul Kafi)
Kenapa ?
- Karena dosa besar membuat orang takut dan bertaubat, sementara dosa kecil yang dianggap biasa membuat hati mati perlahan-lahan.
- Hati yang mati tidak lagi peka terhadap nasihat, tidak takut neraka, tidak rindu ibadah.
Itulah sebabnya Allah ﷻ mengingatkan : “Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka lakukan itu telah menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin: 14)
⏩ Dosa kecil yang dilakukan rutin = menumpuk = menutupi hati = memadamkan iman.
📌 5. Sifat Sahabat : Takut Dosa Sekecil Apa Pun
- Para sahabat Nabi ﷺ bukan malaikat.
- Mereka manusia biasa.
- Tapi mereka punya sikap sangat takut terhadap dosa, meskipun kecil.
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata : “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.” (Riwayat Ibnu Katsir dalam Tafsirnya)
Artinya : setiap malam, beliau evaluasi diri :
⏩ apa yang salah
⏩ apa yang lalai,
⏩ apa yang bisa diperbaiki.
* Sedangkan manusia zaman sekarang ?
* Salah besar, merasa benar.
* Berdosa, merasa biasa.
🎯 Ini tanda kerusakan hati yang berbahaya.
📌 6. Menganggap Diri “Awam” Tidak Menghapus Dosa
Ketika ditanya suatu perbuatan haram, banyak orang menjawab :
* “Saya kan cuma orang awam.”
* “Nggak ngerti dalil.”
Kalau ketidaktahuan menjadi alasan dimaafkan secara mutlak, semua pelaku maksiat akan beralasan tidak tahu.
Allah ﷻ telah menjelaskan solusi bagi orang awam : “Bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
✅ Maka kewajiban orang awam adalah :
👉 Belajar.
👉 Bertanya sebelum berbuat.
👉 Mengikuti dalil.
👉 Meninggalkan tradisi salah.
❌ Bukan bangga menjadi awam untuk melindungi dosa.
📌 7. Kecil atau Besar, Dosa Tetap Dosa
Seorang ulama salaf berkata :
“Jangan lihat kecilnya dosa, tapi lihat pada siapa engkau bermaksiat.”
Kita bermaksiat bukan kepada manusia, tetapi kepada Allah ﷻ Yang Maha Besar, yang memberi kita :
* nyawa,
* rezeki,
* kesehatan,
* keluarga,
* dan seluruh nikmat.
📢 Bagaimana mungkin kita meremehkan dosa di hadapan-Nya ?
✍️ Penutup
Meremehkan dosa adalah penyakit hati yang berbahaya dan bisa menghancurkan iman pelan-pelan.
- Sekecil apa pun dosa, jangan dibuat ringan.
- Sekecil apa pun kesalahan, jangan dianggap biasa.
- Sekecil apa pun maksiat, jangan dibela.
❤️🔥 Iman tumbuh dengan taat, dan hancur dengan dosa.
“Barang siapa bertakwa kepada Allah ﷻ walau sekecil apa pun, niscaya Allah ﷻ akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan melipatgandakan pahala baginya.” (QS. An-Nisa: 31)
----------
📌 Realistis
🎯 Jangan takut berbeda dengan tradisi.
📢 Yang kita cari bukan pujian manusia, tetapi ridha Allah ﷻ.
👉 Jika Allah ﷻ ridha, semuanya akan dimudahkan.
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar