📢 “Musibah dan Bencana, Antara Teguran dan Ujian : Kembali kepada Allah ﷻ”

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ 

📌 Ibadah Harus Tepat

💊 Obat mujarab pun tidak akan bermanfaat kalau cara minumnya salah. 
👉 Demikian juga ibadah : tidak akan diterima kalau caranya tidak mengikuti Rasulullah ﷺ.

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

🅰️ Aplikasi UFA : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

(Artikel 753 = 17/09/2025, Ba'da Magrib)

📢 “Musibah dan Bencana, Antara Teguran dan Ujian : Kembali kepada Allah ﷻ”

1. Fenomena Musibah Beruntun – Sekadar Alam atau Peringatan dari Allah ﷻ ?

Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan berbagai musibah dan bencana terjadi secara beruntun :
  • Musim kemarau panjang menyebabkan kekeringan, gagal panen, krisis air bersih.
  • Banjir bandang yang menyapu pemukiman dan ladang.
  • Gunung meletus menyebarkan abu panas dan lahar.
  • Gempa bumi, bahkan diikuti tsunami.
  • Longsor, angin puting beliung, dan berbagai bentuk bencana lainnya.
🧠 Bagi seorang Muslim yang berpikir, semua ini bukanlah kebetulan alam atau peristiwa tanpa makna. 

Karena setiap yang terjadi di alam ini, ada kehendak dan izin Allah ﷻ di baliknya.

“Dan tidaklah Kami mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti (manusia).” (QS. Al-Isra: 59)

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

✅ Penjelasan Ringkas :

Allah ﷻ sedang menunjukkan kepada manusia bahwa alam ini milik-Nya, dan bila manusia menyimpang dari syariat, maka alam pun bisa menjadi alat teguran-Nya. 

Ini bukan semata-mata karena faktor cuaca, perubahan iklim, atau kelalaian teknis, tapi juga karena dosa dan maksiat yang merajalela.

2. Musibah karena Dosa dan Maksiat – Realita yang Tak Bisa Dipungkiri

Banyak manusia yang menganggap bencana adalah murni bencana alam, tanpa pernah merenung tentang kesalahan dan dosa yang mereka lakukan.

👉 Padahal Rasulullah ﷺ telah menjelaskan dengan sangat jelas :

“Jika zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, maka mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka.” (HR. Ath-Thabrani, shahih)

“Tidaklah suatu kaum berkurang takarannya, melainkan mereka ditimpa paceklik, kesulitan hidup, dan kedzaliman penguasa.” (HR. Ibnu Majah no. 4019, shahih)

🔥 Contoh Nyata :
  • Di sebagian daerah yang terkena banjir bandang, sebelumnya telah berlangsung konser musik maksiat, kemaksiatan terbuka, bahkan pesta-pesta tak bermoral.
  • Di kota besar, riba dan iklan aurat merajalela, dan tak lama kemudian diguncang gempa besar atau krisis ekonomi.
  • Kekeringan terjadi di tempat yang dulunya penuh perjudian, korupsi, dan ketidakadilan.
📌 Semua ini bukan sekadar kebetulan.

3. Apakah Semua Musibah karena Dosa ? 

❓ Bagaimana dengan Orang Shalih yang Terkena Musibah ?

Sebagian orang bertanya, “Kalau semua musibah karena dosa, mengapa ada orang shalih yang juga kena ?”

✅ Jawabannya : 
  • Tidak semua musibah adalah hukuman.
  • Bagi orang yang taat, musibah bisa menjadi ujian dan penghapus dosa, bahkan peningkatan derajat.
“Sesungguhnya orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, lalu orang-orang yang semisalnya, lalu yang semisalnya...” (HR. Tirmidzi no. 2398, shahih)

⏩ Namun bagi mayoritas manusia yang hidup jauh dari Allah ﷻ, maka musibah adalah bentuk teguran keras.

“Dan Kami tidak menghancurkan suatu negeri, melainkan penduduknya dalam keadaan berbuat zalim.” (QS. Al-Qashash: 59)

4. Kesalahan Pandangan Sebagian Orang – Menolak Introspeksi

Di tengah musibah, banyak yang justru membenarkan dirinya, mengatakan :

* “Sudah takdir.” 
* “Itu alam yang berubah.” 
* “Kami sudah berdoa tapi tetap kena.”

Padahal Allah ﷻ menyuruh muhasabah (introspeksi) dan taubat, bukan mencari-cari alasan untuk tidak berubah.

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Jika Allah ﷻ sudah mengampuni sebagian besar dosa kita, maka sisa yang tersisa saja sudah cukup untuk membuat kita menerima musibah besar. 

💬 Bayangkan jika semua dosa dibalas !

5. Apa yang Harus Kita Lakukan ? 

✍️ Solusi Syari’at Menghadapi Musibah

✅ 1. Segera Bertaubat dengan Taubat Nasuha

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya...” (QS. At-Tahrim: 8)

✅ 2. Tinggalkan Semua Maksiat 

Riba, musik, pacaran, korupsi, membuka aurat, meninggalkan shalat – semua itu harus ditinggalkan total.

✅ 3. Perbaiki Tauhid, Jangan Syirik 

Masih banyak yang minta keselamatan kepada kuburan, jimat, atau makhluk, padahal hanya Allah ﷻ yang bisa menyelamatkan dari bencana.

“Dan jika Allah menimpakan suatu bahaya kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.” (QS. Al-An’am: 17)

✅ 4. Perbanyak Doa dan Istighfar

“Mengapa kamu tidak memohon ampun kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat ?” (QS. An-Naml: 46)

✅ 5. Laksanakan Shalat Istisqa (untuk kekeringan), dan Shalat Khusuf (gerhana)

Dianjurkan saat terjadi fenomena alam, berkumpul shalat berjamaah dan bertaubat, bukan malah bersenang-senang.

✅ 6. Menyadarkan Masyarakat Sekitar 
  • Buat peringatan, edukasi, tulisan, ceramah, dan ajakan untuk kembali ke jalan Allah ﷻ.
  • Jangan diam saat kemungkaran merajalela.
6. Tanda-Tanda Kiamat dan Musibah yang Semakin Berulang

Rasulullah ﷺ telah menjelaskan bahwa di akhir zaman, musibah akan semakin sering terjadi :

“Akan terjadi gempa, angin topan, penenggelaman, dan perubahan wujud manusia, jika perzinaan, khamr, dan musik telah merajalela.” (HR. Tirmidzi, shahih)
  • Hari ini, kita melihat dengan mata kepala kita sendiri. 
  • Bahkan bencana bisa terjadi berulang di tempat yang sama, atau dalam rentang waktu yang sangat dekat. 
  • Semua ini menjadi peringatan nyata bahwa kiamat makin dekat, dan taubat adalah kewajiban mendesak.
🎯 Penutup dan Himbauan
  • Janganlah kita menjadi kaum yang keras hati. 
  • Jangan tunggu bencana berikutnya datang untuk sadar.
“Maka mengapa mereka tidak memohon (ampun) kepada Allah ketika datang siksaan Kami? Tetapi hati mereka telah menjadi keras dan setan pun memperindah bagi mereka apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 43)

📢 Wahai kaum Muslimin! Kembalilah kepada Allah ﷻ !
  • Perbaiki ibadahmu.
  • Tegakkan shalat lima waktu, usahakan berjamaah di Masjid.
  • Tutup auratmu.
  • Hentikan riba dan maksiat.
  • Jauhkan keluarga dari hiburan haram.
  • Bangun masyarakat tauhid yang kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
🤲 Semoga Allah ﷻ merahmati negeri ini, mengangkat musibah dari kita, dan menerima taubat kita semua. 

Aamiin.

----------

📍 Harapan

✍️ Semoga tulisan ini membuka pintu pemahaman baru bagi kita semua. 
👉 Tidak ada yang lebih indah dari mengikuti sunnah Nabi ﷺ dengan ilmu yang benar.

Wallahu A'lam 🤲 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?