📌 PENTING DIINGAT
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
📍 Update Sistem
📱 HP lama bisa error kalau tidak pakai sistem yang benar.
👉 Begitu pula agama : pakai ajaran yang tidak pernah Nabi ajarkan, pasti menyebabkan kerusakan iman.
📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel
▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi UFA : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
(Artikel 749 = 17/09/2025, Ba'da Subuh)
📌 PENTING DIINGAT
- Pada saat awal akad, semua terlihat syariah.
- Pada saat bermasalah, barulah terlihat bahwa akadnya ternyata riba.
👉 Maka solusinya bukan hanya tanya-tanya, tapi mengamankan posisi nasabah sejak awal, sebelum akad ditandatangani.
🎯 Solusi Praktis Agar Tidak Terjebak Riba Berkedok Syariah
1. Jangan Langsung Tanya Lisan — Minta Semua Jawaban Dalam Bentuk TERTULIS
Orang awam tidak akan menang melawan bicara marketing, karena mereka dilatih untuk menjawab agar terlihat syariah.
👉 Maka tanyakanlah hal ini :
“Sebelum saya tanda tangan akad, saya ingin minta salinan draft akad lengkap untuk saya pelajari di rumah.”
- Kalau bank menolak memberi draft akad = itu tanda yang Wajib diwaspadai.
- Dan hukumnya : tinggalkan.
2. Jangan Bertanya "Syariah atau Tidak ?"
📌 Karena mereka pasti menjawab syariah, tetapi itu lemah secara hukum.
Sebaliknya, bertanya dengan kalimat yang tidak bisa mereka elak :
“Jika saya terlambat bayar 3 bulan, apa konsekuensinya ?”
👉 Perhatikan jawabannya :
- “Ada denda sekian persen per hari / bulan.”
- RIBA = tinggalkan
- “Rumah bisa disita, lalu Anda tetap bayar sisa hutang.”
- RIBA + ZALIM = tinggalkan
- “Denda masuk ke keuntungan bank.”
- RIBA = haram
- “Denda 100% disalurkan ke sosial dan ada bukti audit.”
- Boleh (tapi jangan percaya sepenuhnya)
👉 Orang tidak perlu paham fiqih — hanya perlu tanya hal ini.
3. Minta Dituliskan Secara TERTULIS dalam Akad :
Kalimat berikut harus ada secara eksplisit :
- “Tidak ada penalti pelunasan dipercepat.”
- “Tidak ada denda keterlambatan yang menjadi keuntungan bank.”
- “Denda keterlambatan, jika ada, disalurkan 100% ke dana sosial dan tidak menjadi pendapatan bank.”
- Kalau tidak tertulis, jangan percaya kata marketing.
- Karena yang mengikat bukan ucapan, tapi yang tertulis di akad.
4. Gunakan Pilot Project yang Sudah Lebih Jelas
Untuk yang kesulitan memverifikasi bank:
✅ Gunakan KPR Syariah tanpa Bank (Developer Syariah)
* akad langsung antara penjual & pembeli
* tanpa bunga
* tanpa penalti
* tanpa denda
* tanpa penyitaan zalim
👉 Namun tetap pilih developer syariah yang bermanhaj jelas dan terawasi, bukan developer abal-abal.
5. Prinsip Utamanya
- Kalau akadnya semakin rumit, semakin banyak istilah, semakin banyak kertas — semakin besar peluang riba di dalamnya.
- Syariah itu sederhana.
- Riba yang dibungkus syariah yang membuatnya rumit.
💡 Hal Yang Penting
“Kalau bank tidak mau memberikan jawaban tertulis, jangan ambil. Karena kalau benar syariah, mereka pasti berani menuliskannya.”
* Sederhana.
* Tegas.
* Fokus pada bukti nyata.
🔥 Penutup
- Banyak orang terjebak bukan di awal, tapi saat sudah terikat.
- Pentingnya kehati-hatian dalam bertransaksi dengan lembaga keuangan, karena kalau sudah tanda tangan, akan sulit untuk melakukan pembelaan diri.
- Yang akan dihadapi itu sistem yang tidak akan mungkin bisa dilawan oleh siapapun, karena mereka memegang kuncinya, yaitu jaminan sertifikat mereka yang pegang, sementara fisik rumah mereka bisa sita dengan bukti kepemilikan masih ada ditangan mereka, yaitu sertifikat.
- Ingat, label syariah kadang kala tidak sesuai dengan prinsip syariah yang sesungguhnya.
-----
🤲 Doa dan Harapan
- Semoga Allah ﷻ memberikan kita hati yang lembut untuk menerima kebenaran, dan kekuatan untuk mengamalkannya.
- Karena hidayah bukan milik siapa pun, melainkan anugerah dari Allah ﷻ kepada hamba yang ikhlas mencarinya.
✍️ Ditulis dengan mengharap ridha Allah ﷻ. Mohon maaf bila ada kekurangan, segala kebenaran datang dari Allah ﷻ
🌙 “Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba yang mencintai kebenaran, bukan yang mencari alasan pembenaran.”
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar