๐Ÿ“š Siapakah Asy’ariyah ? Benarkah Mereka Mengikuti Aqidah Imam Syafi’i ?

ุจِุณْู…ِ ูฑู„ู„َّู‡ِ ูฑู„ุฑَّุญْู…َู€ٰู†ِ ูฑู„ุฑَّุญِูŠู…ِ

๐Ÿ“Œ Jalan Selamat

๐Ÿงญ Orang yang tersesat di hutan akan mati jika menolak kompas. 
๐Ÿ‘‰ Begitu pula orang yang menolak sunnah : akan tersesat meski merasa sedang berjalan.

๐Ÿ“ข Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

๐ŸŒ Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

๐Ÿ…ฐ️ Aplikasi UFA : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

(Artikel 754 = 17/09/2025, Ba'da Isya)

๐Ÿ” MENELUSURI PEMIKIRAN ASY’ARIYAH DAN PENYIMPANGANNYA DARI AQIDAH IMAM SYAFI’I

๐Ÿ“š Siapakah Asy’ariyah ? Benarkah Mereka Mengikuti Aqidah Imam Syafi’i ?

๐Ÿ“ Pendahuluan

Di tengah umat Islam, banyak yang mengaku mengikuti mazhab Syafi’i. 

Namun, ternyata hanya dalam bidang fikih saja mereka bermadzhab Syafi’i, sedangkan dalam akidah mereka mengikuti aliran Asy’ariyah atau bahkan Maturidiyah, yang sebenarnya tidak sesuai dengan aqidah yang diyakini dan diajarkan oleh Imam Asy-Syafi’i rahimahullah.

⏩ Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas secara ilmiah dan terperinci : 
  • Sejarah munculnya Asy’ariyah
  • Pemikiran-pemikiran utamanya
  • Bagaimana mereka berbeda dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Salaf)
  • Dalil bantahan terhadap pemikiran mereka
  • Serta solusi dan langkah yang benar dalam mengikuti manhaj aqidah yang lurus
1. Siapa itu Asy’ariyah ?

Asy’ariyah adalah sebutan untuk pengikut Abu al-Hasan al-Asy’ari (w. 324 H) yang semula adalah pengikut aliran Mu’tazilah selama 40 tahun, lalu bertaubat dari aliran tersebut dan mulai mendakwahkan akidah yang berbeda.

๐Ÿ“ Namun, penting untuk diketahui bahwa diakhir hidupnya Abu al-Hasan al-Asy’ari bertaubat dari Mu’tazilah, insyaallah akan di jelaskan pada artikel berikutnya.

2. Mazhab Syafi’i dalam Fikih vs Aqidah Imam Syafi’i

๐Ÿ“Œ Fakta penting : 

Banyak ulama Asy’ariyah mengaku bermadzhab Syafi’i dalam fikih, tapi tidak mengikuti aqidah Imam Syafi’i.

๐Ÿ“– Imam Asy-Syafi’i berkata : “Hukum dalam Al-Qur’an dan Sunnah adalah atas dzahirnya. Tidak ada tempat bagi akal dalam hukum Allah.” (Imam al-Bayhaqi, Al-I’tiqad, hlm. 118)

๐ŸŸ  Ini sangat berbeda dengan pemikiran Asy’ariyah yang mengedepankan akal dalam memahami sifat-sifat Allah ๏ทป, bahkan menolak makna dzahir dari sebagian ayat dan hadits dengan alasan "ta’wil" atau bahkan "takwil majazi".

3. Penyimpangan Utama Asy’ariyah dalam Aqidah

Beberapa penyimpangan penting dari Asy’ariyah yang menyelisihi aqidah Imam Syafi’i dan aqidah para salaf adalah :

๐Ÿ‘‰ Penolakan Sifat Allah ๏ทป secara Dzahir 

➤ Asy’ariyah menolak sifat-sifat Allah seperti istiwa (bersemayam di atas ‘Arsy), wajah Allah ๏ทป, tangan Allah ๏ทป, datangnya Allah ๏ทป pada hari kiamat, dan sebagainya – semua itu mereka ta’wil dengan makna majazi atau bahkan dinyatakan sebagai “mutasyabihat yang tidak diketahui maknanya”. 

➤ Padahal para sahabat dan imam salaf meyakini sifat-sifat tersebut sebagaimana adanya, tanpa tasybih (penyerupaan), tanpa takyif (membagaimanakan), tanpa ta’thil (menolak), dan tanpa ta’wil batil.

๐Ÿ‘‰ Mengedepankan Akal dibandingkan Nash 

➤ Mereka berkata bahwa apabila akal dan dalil bertentangan, maka akal didahulukan. Ini sangat mirip dengan prinsip Mu’tazilah. 

➤ Padahal aqidah Ahlus Sunnah mendahulukan dalil syar’i dan meyakini bahwa akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan wahyu.

๐Ÿ‘‰ Mengimani Al-Qur’an Makhluk atau Lafazh Al-Qur’an Makhluk 

➤ Sebagian tokoh Asy’ariyah seperti al-Juwaini dan ar-Razi terpengaruh dengan pemikiran bahwa Al-Qur’an yang kita baca adalah makhluk, meski lafadz mereka rumit. 

➤ Ini bertentangan dengan aqidah Salaf bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah, bukan makhluk.

4. Apa Kata Imam Syafi’i ?

๐Ÿ“– Imam Asy-Syafi’i berkata : “Barang siapa mengatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluk, maka ia telah kafir.” (Diriwayatkan oleh Al-Lalika’i dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahlus Sunnah)

๐Ÿ“– Beliau juga mengatakan : “Aku berlepas diri dari kalam (ilmu filsafat) dan dari ahli kalam, dari kalam Jahmiyah dan Mu’tazilah, dan seluruh orang yang menyelisihi sunnah dan jama’ah.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 10/81)

➤ Ini membuktikan bahwa aqidah Imam Syafi’i berseberangan dengan aqidah Asy’ariyah.

5. Kenapa Banyak Lembaga Islam Mengikuti Asy’ariyah ?

Banyak lembaga Islam – termasuk pesantren, universitas, bahkan tokoh-tokoh besar – mengaku bermadzhab Syafi’i, namun sebenarnya dalam aqidah mereka mengikuti Asy’ariyah. 

๐Ÿ“ข Hal ini karena :
  • Pengaruh tradisi ilmiah abad pertengahan yang didominasi Asy’ariyah
  • Ketidaktahuan masyarakat tentang perbedaan fikih dan aqidah
  • Adanya tokoh-tokoh besar seperti Imam al-Ghazali, an-Nawawi, dan al-Suyuthi yang terpengaruh Asy’ariyah, namun tetap memiliki jasa besar dalam ilmu Islam lain
⏩ Namun, ini tidak menjadikan kebenaran aqidah mereka mutlak diterima, karena kebenaran tidak ditimbang dari jumlah pengikut atau kedudukan seseorang, tapi dari dalil dan manhaj yang lurus.

๐Ÿ“Œ Apa yang Harus Dilakukan Seorang Muslim ?

๐Ÿ‘‰ Bedakan antara Fikih dan Aqidah 

➤ Jangan tertipu oleh klaim bermadzhab Syafi’i dalam fikih, jika ternyata aqidahnya menyimpang.

๐Ÿ‘‰ Kembali kepada Aqidah Salaf 

➤ Yaitu mengikuti aqidah yang diajarkan oleh Rasulullah ๏ทบ, para sahabat, dan para imam besar seperti Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Ahmad, dan lainnya tanpa takwil, ta’thil, tasybih, atau takyif.

๐Ÿ‘‰ Belajar dari Ulama Ahlus Sunnah yang Lurus

➤ Ambil ilmu dari ulama yang konsisten dalam aqidah dan manhaj Salaf, seperti Syaikh bin Baz, Syaikh al-Albani, Syaikh Utsaimin, Syaikh Shalih al-Fauzan, dan lain-lain.

----------

๐Ÿ“ Nasihat Lembut

๐Ÿ“ข Jangan terburu-buru menyalahkan orang lain. 
๐Ÿ“š Ilmu itu datang sedikit demi sedikit. 
๐Ÿ•Œ Tugas kita adalah memurnikan ibadah kita, bukan memenangkan debat.

Wallahu A'lam ๐Ÿคฒ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ๏ทบ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

๐ŸŒ€ Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?