🟥 BANTAHAN LENGKAP TERKAIT SYUBHAT : “Jamaah Tabligh hanya berbeda cara dakwah — bukan masalah agama.”

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ 

Kita menuntut bukti untuk segala hal dunia, tetapi cukup dengan perasaan untuk urusan agama. 

🎯 Sejak kapan iman dibangun di atas selera ?

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

🅰️ Aplikasi UFA : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

(Artikel 1.029 = 02/11/2025, Ba'da Magrib)

🟥 BANTAHAN LENGKAP TERKAIT SYUBHAT : “Jamaah Tabligh hanya berbeda cara dakwah — bukan masalah agama.”

🔥 SYUBHAT 1 :

“Lalu, di mana kelirunya cara dakwah Jamaah Tabligh ? Toh hanya cara ?”

🟥 BANTAHAN : Masalah Jamaah Tabligh bukan “cara”, tetapi “AKIDAH” dan “MANHAJ”.

❌ 1. Jamaah Tabligh memiliki ushul (fondasi agama) berbeda dari Islam yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Ini bukan soal “cara”. 

Ini soal :
  • Mengganti metode dakwah Nabi dengan metode baru.
  • Menjadikan khuruj 3 / 40 hari sebagai ibadah wajib yang tidak ada dalilnya.
  • Mengambil sumber agama dari mimpi pendiri Maulana Ilyas.
  • Mengajarkan tafakur 3 jam, bukan dari sunnah.
  • Membangun sistem “6 sifat” yang tidak pernah dibuat Nabi ﷺ.
  • Menjadikan kitab Fadhail A’mal (penuh hadis palsu) sebagai rujukan utama.
➡ Jika agama boleh ditambah sesuka hati atas nama “cara”, semua bid’ah akan halal.

❌ 2. Dakwah Nabi = mengajarkan Tauhid dulu

Jamaah Tabligh tidak mengajarkan tauhid, tidak membahas syirik, tidak membahas kuburiyah, tidak membahas khurafat.

Padahal Nabi ﷺ memulai dakwah dengan ayat : “Hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan adalah tauhid.” (HR. Bukhari no. 7372)

🎯 Sementara Jamaah Tabligh memulai dakwah dengan :

* ajakan 3 hari, 40 hari
* cerita fadhilah
* amalan berjamaah
* kisah ajaib
* “keluar di jalan Allah” versi mereka

➡ Ini bukan “cara dakwah”, tapi mengganti prinsip dakwah.

❌ 3. Jamaah Tabligh menjadikan sesuatu yang sunnah biasa menjadi ibadah khusus dengan format tetap.

Contohnya :

* Keluar 3 hari = dianggap mulia
* Keluar 40 hari = lebih mulia
* Keluar 4 bulan = level tinggi

Keluar di jalan Allah = khuruj versi mereka, bukan jihad syar’i

Semua ini :

⏩ Tanpa dalil
⏩ Tanpa hadits 
  • Tidak pernah dilakukan Nabi atau sahabat
  • Tidak dilakukan generasi terbaik
➡ Apa pun yang diistimewakan tanpa dalil adalah bid’ah.

🔥 SYUBHAT 2 :

“Khuruj adalah siyasah dakwah karena India berbeda dengan Arab Saudi.”

🟥 BANTAHAN :

Perbedaan kondisi tidak boleh digunakan untuk menciptakan ritual ibadah baru.

📍 Perbedaan budaya = boleh mempengaruhi cara menyampaikan, Bukan menciptakan ibadah baru seperti :
  • keluar berhari-hari,
  • meninggalkan keluarga,
  • meninggalkan nafkah,
  • zikir jamaah format khusus,
  • amalan berjamaah dengan sistem tertentu,
  • pembagian waktu tabligh yang bersifat wajib.
Nabi ﷺ menghadapi :

➡️ jahiliyah,
➡️ Kristen Najran,
➡️ Yahudi,
➡️ Persia,
➡️ Romawi,
➡️ Quraisy.

❌ TAPI beliau tidak pernah membuat format dakwah seperti JT.

➡ Semua metode dakwah Nabi sudah universal.

Tidak perlu modifikasi yang menyerempet ibadah khusus.

🔥 SYUBHAT 3 :

“Nabi bersurat kepada raja, karena beliau pemimpin. JT tidak begitu karena mereka minoritas di India.”

🟥 BANTAHAN :

Dakwah Nabi bukan soal jabatan, tapi soal metode yang WAJIB diikuti umat.

Para sahabat yang bukan pemimpin pun melakukan :

⏩ dakwah tauhid
⏩ melarang syirik
⏩ memperbaiki akidah
⏩ menegakkan syariat

Tidak ada satu pun sahabat :
  • keliling 3 hari,
  • keliling 40 hari,
  • membuat format dakwah tertentu,
  • mengajarkan kisah ajaib sebagai pengganti ilmu,
  • menjadikan pengalaman sebagai dalil.
Jika “minoritas” bisa menciptakan metode ibadah baru, maka :
  • muslim China boleh bikin ritual baru
  • muslim Eropa boleh bikin zikir baru
  • muslim Afrika boleh bikin shalat gaya lokal
➡ Alasan ini membuka pintu bid’ah tak berujung.

🔥 SYUBHAT 4 :

“Di Jawa tidak perlu gerilya, tidak seperti India.”

🟥 BANTAHAN :

Justru karena aman, dakwah harus lebih mudah mengikuti sunnah Nabi.

Ketika :

➡️ negara aman,
➡️ syiar bebas,
➡️ masjid banyak,
➡️ ulama banyak,
➡️ media terbuka,

➡ Justru dakwah harus lebih murni mengikuti metode Nabi ﷺ.

❓ Mengapa dalam kondisi aman malah membuat ritual baru ?

🔥 SYUBHAT 5 :

“Sekarang Indonesia bebas agama, jadi cara dakwah juga bebas.”

🟥 BANTAHAN :

Kebebasan negara tidak berarti kebebasan membuat ibadah baru.

☪️ Dalam Islam :

* Adat = boleh berubah
* Ibadah = tidak boleh berubah

* Dakwah = ibadah
* Ibadah = harus ada dalil

💫 Kebebasan negara bukan izin menambah agama.

Kalau mengikuti logika mereka :

* agama bisa disesuaikan konstitusi
* bid’ah bisa diberi label “kearifan lokal”
* ritual baru bisa dianggap ibadah sosial
* siapa pun boleh membuat aturan ibadah baru

🔥 Ini jelas berbahaya.

🟥 KESIMPULANNYA 
  • Masalah Jamaah Tabligh bukan “cara”, tapi akidah dan manhaj.
  • Khuruj 3/40 hari tidak ada dalil dan bertentangan dengan sunnah.
  • Nabi dan sahabat berdakwah dengan tauhid, bukan cerita fadhilah.
  • Perbedaan budaya tidak boleh menciptakan ibadah baru.
  • Keamanan negara tidak membolehkan penambahan ritual agama.
  • Jika dakwah harus mengikuti kondisi, pasti Rasulullah ﷺ melakukannya.
📌 Jika metode JT itu benar, pasti para sahabat melakukannya — tapi tidak ada satu pun contohnya.

----------

👋 Jalan kebenaran memang tidak ramai, tetapi ia selalu mengantarkan kepada keselamatan.

Wallahu A'lam 🤲 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?