🔪 “Pisau dan Musik : Analogi Gagal !”

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ 

💥 Jujurlah pada diri sendiri : yang kita tolak itu kebenaran, ataukah tuntutan untuk berubah ?

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube UFA : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

🅰️ Aplikasi UFA : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

(Artikel 1.026 = 02/11/2025, Ba'da Dhuha)

🔪 “Pisau dan Musik : Analogi Gagal !”

(Logika Keliru dalam Menyamakan Alat Musik dengan Pisau)

1. Tauhid dan Niat Lillah

Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah menyempurnakan agama ini dan menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk yang jelas. 

Shalawat dan salam kepada Rasulullah ﷺ, pembawa cahaya kebenaran. 

Menulis artikel ini bukan karena benci pribadi kepada siapa pun, melainkan karena cinta kepada syariat yang murni, demi menjaga umat dari penyimpangan pemikiran yang tampak indah namun menyesatkan. 

🧠 Setiap analogi yang menyesatkan dalam agama adalah racun pemikiran, yang harus diluruskan dengan dalil dan manhaj yang lurus.

2. Syubhat yang Disebarkan

Seorang Ustadz yang populer dengan hafalan Al-Qur'an, menyampaikan bahwa alat musik seperti pisau : bisa digunakan untuk kebaikan (menyembelih secara syar’i) atau kejahatan (membunuh). 

Maka, menurutnya, alat musik pada dasarnya netral ; halal atau haram tergantung penggunaannya.

🌀 Sekilas terdengar masuk akal. 

❓ Tapi mari kita bedah : benarkah alat musik bisa dianalogikan dengan pisau ?

3. Menunjukkan Kesalahannya : Analogi yang Gagal Total

a. Pisau pada asalnya mubah, alat musik tidak

Pisau adalah alat fungsional untuk kebutuhan hidup : memasak, menyembelih, bertahan hidup, dll. 

Karena itu, secara asalnya pisau adalah mubah.

❌ Namun, alat musik tidak memiliki fungsi fungsional dalam syariat. 

Ia dibuat untuk hiburan, pelampiasan emosi, dan kesenangan. 

Tidak ada satu dalil pun yang menunjukkan alat musik digunakan dalam aktivitas ibadah atau muamalah yang diperintahkan agama.

📍 Maka qiyas (analogi) ini batal, karena menyamakan dua hal yang berbeda illah-nya (sebab hukumnya).

b. Alat musik telah dilarang secara nash, pisau tidak

Nabi ﷺ bersabda : “Akan ada dari umatku yang menghalalkan zina, kain sutra, khamr, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari no. 5590)

❓ Apakah Nabi ﷺ menyebut pisau dalam hadits ini ?

Tentu tidak. 

Justru, pisau adalah alat yang disebut dalam syariat untuk menyembelih hewan kurban dan sembelihan halal.

Adapun alat musik, disebut bersama zina dan khamr – dua maksiat besar. 

📢 Ini menunjukkan alat musik itu diharamkan secara asal, bukan netral seperti pisau.

c. Pisau digunakan untuk maslahat syar’i, musik untuk lalai dari syariat

🔪 Dalam syariat, pisau digunakan untuk :

* Menyembelih hewan halal
* Memasak makanan halal
* Alat pertahanan diri

🎹 Sedangkan alat musik digunakan untuk :

* Hiburan yang melalaikan
* Lirik-lirik cinta syahwat
* Tarian dan nyanyian
* Emosi dan ekspresi hawa nafsu

❓ Maka bagaimana bisa dua hal ini disamakan, padahal jalur pemanfaatannya bertolak belakang ?

d. Salaf tidak pernah menggunakan analogi ini

Tidak ada satu pun dari kalangan sahabat, tabi’in, atau ulama Salaf yang menyamakan alat musik dengan pisau. 

Bahkan mereka sangat keras terhadap musik dan tidak mencari-cari pembenaran untuknya.

👳 Imam Ahmad bin Hanbal berkata : “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati. Aku tidak menyukai nyanyian dan mendengarnya.”

🔥 Jika Salaf tegas terhadap musik, lalu mengapa kita justru mencari pembenaran dengan qiyas yang rusak ?

4. Perbandingan dengan Manhaj Salaf

Manhaj Salaf adalah menjadikan nash (dalil wahyu) sebagai dasar hukum, bukan logika spekulatif. 

Jika sesuatu sudah ada nash haramnya, maka tidak perlu dicari pembenaran melalui analogi-analogi buatan manusia.

Mereka sangat berhati-hati dalam membuat qiyas. 

👳 Bahkan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata : “Hati-hatilah kalian dari orang-orang yang suka berdebat dengan qiyas, karena mereka adalah musuh agama.”

💥 Maka siapa pun yang berdiri di atas manhaj salaf, tidak akan berani menyamakan alat musik dengan pisau.

5. Arah Solusi dan Doa Hidayah

Wahai saudaraku yang mulia, janganlah tertipu oleh analogi yang tampak logis namun sebenarnya rusak. 

☪️ Hukum Islam tidak dibangun di atas logika mentah, tetapi atas dasar dalil yang kuat.

Jika Allah ﷻ dan Rasul-Nya telah melarang musik, maka tugas kita adalah taat, bukan mencari celah.

⚡ Tinggalkan musik. 
  • Gantikan dengan bacaan Al-Qur’an, nasihat para ulama, dan majelis ilmu. 
  • Jangan biarkan hati kita dikuasai oleh suara yang membangkitkan syahwat dan lalai dari akhirat.
  • Karena analogi tidak bisa mengalahkan nash. 
  • Dan logika sehat akan tunduk pada wahyu yang suci.
🤲 Ya Allah, lindungilah hati kami dari syubhat yang menyesatkan. Berikan kami bashirah untuk membedakan mana yang haq dan batil. Jauhkan kami dari logika keliru yang menyesatkan umat. 

Aamiin ya rabbal alamin.

----------

⏳ Berapa lama lagi kita ingin menunda ketaatan, sementara kematian tidak pernah mau menunggu ?

Wallahu A'lam 🤲 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?