📌 Bantahan : Normal Kah Begadang & Nongkrong Tengah Malam karena Media Sosial ?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 

⚰️ Di tengah masyarakat, tidak sedikit orang yang rajin beraktivitas, sukses secara dunia, namun gelisah ketika diingatkan tentang kematian, hisab, dan kehidupan setelah mati.

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube Ustad Firanda Andirja (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

(Artikel 1.167 = 24/11/2025, Ba'da Magrib)

📌 Bantahan : Normal Kah Begadang & Nongkrong Tengah Malam karena Media Sosial ?

1. Ringkasan Klaim Pendebat 

Ada anggapan bahwa begadang, nongkrong malam, dan aktif media sosial hingga larut adalah hal normal, bahkan dianggap sekadar gaya hidup. 

Sebagian melihatnya bukan masalah agama, sebagian lain mengaitkannya dengan kondisi psikologis atau kebiasaan zaman.

2. Standar Kebenaran

Ukuran baik–buruk bagi seorang Muslim bukan tren, tetapi Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salaf.

Allah ﷻ berfirman (makna) : “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati…” (QS. Al-Furqān: 63)

Allah ﷻ juga memuji orang-orang beriman yang mengatur malamnya (makna) : “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.” (QS. Adz-Dzāriyāt: 17)

➡️ Malam dalam Islam bukan waktu lalai, tapi waktu tenang, istirahat, dan ibadah.

3. Dalil Sunnah

Rasulullah ﷺ membenci begadang tanpa kebutuhan (makna) : “Rasulullah ﷺ membenci tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 568; Muslim no. 647, shahih)

➡️ Larangan ini bukan mutlak, tetapi menunjukkan bahaya begadang yang tidak bermanfaat.

4. Pelurusan Metodologi (Kesalahan Cara Pandang)

1) Menyamakan “Biasa” dengan “Benar”
  • Banyak orang melakukannya tidak sama artinya dengan dibenarkan syariat.
  • Kuantitas pelaku bukan ukuran kebenaran.
Allah ﷻ berfirman (makna) : “Jika kamu menuruti kebanyakan manusia di bumi, niscaya mereka menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al-An‘ām: 116)

2) Mengabaikan Dampak Hati & Akal

Begadang karena media sosial sering berisi :

⏩ berita buruk,
⏩ konflik,
⏩ pamer,
⏩ ghibah,
⏩ syahwat visual,
⏩ informasi tanpa faedah.

➡️ Ini bukan netral, tapi merusak hati secara perlahan.

Rasulullah ﷺ bersabda (makna) : “Di dalam jasad ada segumpal daging; jika ia baik, baiklah seluruh jasad.” (HR. Al-Bukhari no. 52; Muslim no. 1599)

5. Logika & Analogi
  • Makan malam terus-menerus tengah malam merusak fisik.
  • Mengonsumsi informasi beracun tengah malam merusak hati dan pikiran.
➡️ Jika tubuh butuh istirahat, jiwa lebih membutuhkannya.

Orang yang tidak bisa lepas dari layar tengah malam, sering kali :

* bukan karena kebutuhan,
* tapi karena ketergantungan.

6. Manhaj Salaf

Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan (makna) :
  • Malam adalah penjaga iman,
  • Hati paling mudah rusak saat lelah dan lengah,
  • Menjaga waktu tidur bagian dari menjaga agama.
Ini sejalan dengan penjelasan ulama seperti :
  • Imam Ibnul Qayyim (w. 751 H) dalam Madarij as-Salikin tentang penjagaan hati,
  • Imam Al-Ghazali (w. 505 H) dalam Ihya’ Ulumiddin tentang bahaya banyak lalai
7. Kontradiksi Internal
  • Mengaku ingin hidup tenang,
  • tapi mengisi malam dengan hal yang merusak ketenangan.
➡️ Ini kontradiksi antara tujuan dan cara.

8. Tiga Pertanyaan “Balik Logika”
  • Jika ini benar-benar baik, mengapa berdampak buruk pada shalat Subuh dan fokus hidup ?
  • Jika ini sekadar hiburan, mengapa sulit berhenti ?
  • Jika ini normal, mengapa hati justru makin gelisah ?
9. Fakta Nyatanya

Banyak orang kehilangan :

* kualitas shalat,
* kejernihan berpikir,
* ketenangan batin, karena kebiasaan ini.

Dampaknya akumulatif, bukan instan.

10. Motif yang Perlu Diluruskan

Bukan karena “gaul” atau “update”, tapi sering karena.:

* lari dari kesepian,
* kecanduan distraksi / tidak bisa fokus,
* takut diam bersama diri sendiri.

11. Kesimpulannya 
  • ❌ Begadang karena media sosial bukan kebiasaan sehat, meski dianggap normal.
  • ❌ Ini bukan sekadar gaya hidup, tapi masalah pengelolaan hati dan waktu.
  • ✅ Sikap paling aman : menghidupkan malam dengan ketenangan, istirahat, dan ibadah.
12. Sikap Terbaik bagi Muslim Awam

* Batasi layar / HP setelah Isya.
* Jaga tidur untuk Subuh.

Ganti begadang dengan :

✅ dzikir ringan,
✅ membaca Al-Qur’an,
✅ tidur lebih awal.

13. Penutup & Doa

Semoga Allah ﷻ menjaga hati dan waktu kita dari hal yang melalaikan, dan menggantinya dengan ketenangan dan ketaatan.

Ya Allah, berkahilah waktu malam kami, jauhkan kami dari kelalaian, dan hidupkan hati kami dengan cahaya-Mu.

---------

Mari kita belajar pelan-pelan, memperbaiki diri setahap demi setahap, dan tidak merasa cukup dengan apa yang sudah kita miliki hari ini.

Wallahu A'lam 🤲 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?