📌 MENJAGA NIAT DAN MANHAJ / METODOLOGI DALAM DAKWAH DI ZAMAN SERBA MUDAH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
⚡ Jika kita jujur melihat kondisi umat hari ini, akan tampak jelas satu pola: urusan dunia dibahas dengan antusias, sementara urusan akhirat dianggap berat dan mengganggu.
📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel
▶️ YouTube Ustad Firanda Andirja (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
(Artikel 1.164 = 24/11/2025, Ba'da Dhuha)
📌 MENJAGA NIAT DAN MANHAJ / METODOLOGI DALAM DAKWAH DI ZAMAN SERBA MUDAH
1. Masalahnya
Di zaman ini, dakwah semakin mudah dilakukan.
Tulisan bisa tersebar luas, video bisa ditonton ribuan orang, dan ilmu dapat diakses tanpa batas ruang dan waktu.
Namun di balik kemudahan itu, muncul dua bahaya besar :
- Dakwah dilakukan tanpa manhaj yang jelas
- Dakwah dilakukan tanpa penjagaan niat dan adab
Akibatnya, sebagian orang sibuk berdakwah tetapi kehilangan arah, atau justru terjerumus pada riya’, ujub, dan merasa paling benar, meski awalnya berniat baik.
❓ Pertanyaannya :
Bagaimana berdakwah dengan benar, lurus, dan aman di sisi Allah ﷻ, terutama bagi orang awam yang ingin ikut menyampaikan kebaikan ?
2. Dalilnya
Allah ﷻ berfirman tentang tujuan dakwah para rasul :
Allah ﷻ berfirman : “Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.’” (QS. An-Nahl: 36)
Rasulullah ﷺ bersabda kepada Mu‘adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika diutus berdakwah :
Rasulullah ﷺ bersabda : “Maka hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan kepada mereka adalah agar mereka mentauhidkan Allah.” (HR. Bukhari no. 7372)
Dan Rasulullah ﷺ juga mengingatkan tentang niat :
Rasulullah ﷺ bersabda : “Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.” (HR. Bukhari no. 1, Muslim no. 1907)
Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa dakwah bukan soal banyaknya aktivitas, tetapi lurusnya tujuan dan metode.
3. Logika, Analogi, dan Retorika
Bayangkan seseorang membawa obat yang benar, tetapi :
* takaran tidak jelas
* cara pakai tidak dijelaskan
* dan ia sendiri tidak tahu efek sampingnya
Obat itu bisa jadi menyembuhkan, tapi juga bisa membahayakan.
Begitu pula dakwah.
- Kebenaran tanpa manhaj bisa menimbulkan kerusakan.
- Semangat tanpa ilmu bisa menyesatkan diri sendiri dan orang lain.
Karena itu, para ulama Salaf tidak tergesa-gesa dalam berbicara, meskipun mereka berilmu.
Mereka takut salah, bukan ingin terlihat hebat.
4. Manhaj Salaf dalam Berdakwah
Manhaj Salaf dalam dakwah memiliki beberapa prinsip pokok :
- Dalil didahulukan, bukan perasaan
- Tauhid diutamakan sebelum cabang-cabang lainnya
- Ilmu sebelum amal dan dakwah
- Adab sebelum banyak bicara
- Takut salah lebih besar dari pada ingin dikenal
👳 Imam Malik رحمه الله (wafat 179 H) pernah berkata (maknanya) : “Tidak semua yang diketahui layak untuk disampaikan.”
Ini menunjukkan bahwa menahan diri kadang lebih selamat dari pada berbicara.
5. Solusi Praktis bagi Masyarakat Awam
Bagi siapa pun yang ingin berdakwah atau menyampaikan nasihat :
- Luruskan niat secara rutin
- Bertanya pada diri sendiri : Apakah ini untuk Allah ﷻ, atau agar dianggap berilmu ?
- Batasi diri pada wilayah aman
- Menyampaikan yang jelas dalilnya, bukan spekulasi atau pendapat pribadi.
- Gunakan sarana sebagai alat, bukan tujuan
- Tulisan, video, teknologi hanyalah wasilah, bukan ukuran kebenaran.
- Tidak memaksakan diri tampil
- Dakwah tidak mensyaratkan wajah dikenal atau nama besar.
- Siap dikoreksi dan tidak anti-nasihat
- Karena kebenaran lebih berharga dari pada harga diri.
6. Ringkasan 3 Poin Utama
- Dakwah yang benar harus dibangun di atas tauhid, dalil, dan manhaj Salaf.
- Semangat berdakwah tanpa penjagaan niat dan adab bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri.
- Keselamatan di sisi Allah ﷻ lebih penting dari pada dikenal manusia.
7. Penutup
Dakwah yang benar bukan diukur dari seberapa luas jangkauannya, tetapi dari seberapa lurus niat dan manhajnya.
Siapa pun bisa menyampaikan kebaikan, tetapi tidak semua orang selamat dari fitnahnya.
Maka, berjalanlah pelan di jalan yang lurus, dari pada berlari kencang di jalan yang menyimpang.
Semoga Allah ﷻ meluruskan niat kita dalam setiap amal, menjaga lisan dan tulisan kita dari kesalahan, menghindarkan kita dari riya’, ujub, dan kesesatan, serta menjadikan setiap kebaikan yang disampaikan sebagai hujjah yang menyelamatkan, bukan yang memberatkan di hari kiamat.
Aamiin ya rabbal alamin.
----------
Dunia akan kita tinggalkan, harta akan kita lepaskan, dan manusia akan kita tinggalkan.
Yang menemani kita hanyalah iman dan amal.
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar