📍 Bantahan Ushul : “Mana dalil yang melarang bertabarruk ke kuburan ?”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 

📍 Hidup ini singkat, namun banyak orang memperlakukannya seakan tak berujung. 

Sementara akhirat yang abadi justru diperlakukan seolah hanya cerita pelengkap.

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube Ustad Firanda Andirja (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

(Artikel 1.189 = 28/11/2025, Ba'da Isya)

📍 Bantahan Ushul : “Mana dalil yang melarang bertabarruk ke kuburan ?”

1. Ringkas Klaim Pendebat

Pendebat mengklaim bahwa tabarruk ke kuburan dibolehkan karena tidak ada dalil eksplisit yang melarangnya secara tekstual.

2. Bongkar Kesalahan Metodologi

Ini kesalahan ushul mendasar :

Pendebat membalik kaidah istidlal dalam ibadah.

👉 Dalam ibadah, bukan larangan yang dicari, tetapi perintah dan contoh. 
  • Kaidahnya bukan : “selama tidak dilarang maka boleh”, 
  • melainkan : “selama tidak disyariatkan maka tertolak.”
3. Dalil Fondasi (Al-Qur’an & Sunnah)

Allah ﷻ berfirman : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian.” (QS. Al-Mā’idah: 3)

 ➜ Agama yang sempurna tidak membutuhkan ritual baru.

Rasulullah ﷺ bersabda : “Barang siapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang tidak ada asalnya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718 – shahih)

Rasulullah ﷺ bersabda : “Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat ibadah.” (HR. Muslim no. 532)

➜ Dalil ini menutup pintu ritualisasi kubur, termasuk mencari berkah darinya.

4. Manhaj Salaf (Kaidah yang Lurus)

Kaidah Salaf yang disepakati : “Al-ashlu fil ‘ibādāt al-tahrīm illa bidalīl.” (Asal ibadah adalah terlarang kecuali ada dalil).

Fakta penting : Para Sahabat tidak pernah :
  • Mengusap kubur Nabi ﷺ
  • Mengambil tanah kubur untuk keberkahan
  • Berdoa di sisi kubur untuk mencari barakah
  • Padahal mereka paling cinta Nabi ﷺ.
➜ Tidak adanya praktik Sahabat adalah dalil kuat penolakan dalam manhaj Salaf.

5. Kontradiksi Internal Pendebat

Pendebat :
  • Mengklaim cinta kepada Nabi ﷺ
  • Tapi melakukan ritual yang tidak dilakukan Nabi ﷺ dan Sahabat
👉 Ini kontradiksi : Jika cinta, mengapa caranya berbeda dari yang dicintai ?

6. Fakta Nyatanya

Semua bentuk tabarruk yang sah dalam Sunnah :

* Tabarruk dengan doa
* Tabarruk dengan amal shalih
* Tabarruk dengan mengikuti Sunnah

❌ Tidak satu pun tabarruk dengan kuburan setelah wafat.

7. Bongkar Motif di Balik Klaim

Narasi “mana dalil larangannya ?” sering digunakan untuk :

* Membuka celah pembenaran
* Meloloskan tradisi yang sudah berjalan
* Menghindari tuntutan dalil syar‘i

Ini bukan metode Salaf, tapi metode pembela tradisi dan hawa nafsu kepentingan duniawi.

8. Tiga Pertanyaan Balik Logika 
  • Tunjukkan satu dalil shahih Nabi ﷺ atau Sahabat yang secara jelas bertabarruk ke kuburan.
  • Jika ini ibadah baik, mengapa Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali tidak melakukannya ?
  • Apakah ibadah dalam Islam ditetapkan dengan perasaan, atau dengan dalil ?
9. Kesimpulannya

Tabarruk ke kuburan tidak dilarang karena ada teks larangan khusus, tetapi ditolak karena tidak disyariatkan.

👉 Tidak setiap yang diniatkan baik menjadi ibadah yang benar.
👉 Tauhid dijaga dengan mengikuti, bukan menambah.

10. Penutup + Doa

Semoga Allah ﷻ membimbing kita untuk :
  • Mencintai Nabi ﷺ dengan ittiba’
  • Menjaga agama dengan manhaj Salaf
  • Berlapang dada menerima kebenaran walau pahit
Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tiba‘ah…

🔒 Catatan Akhir (penting untuk dakwah)
  • Bantahan ini tidak menvonis pelaku, tetapi meluruskan amalan.
  • Kesalahan pada praktik, bukan pada niat atau pelakunya, karena niat hanya dirinya dan Allah ﷻ yang mengetahui.
----------

Bila tulisan ini bermanfaat, itu murni karena pertolongan Allah ﷻ. 

Bila masih banyak kekurangan, itu sepenuhnya kelemahan penulis.

Wallahu A'lam 🤲 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?