🔹 "Membongkar Mitos Wali Khurafat : “Wali Bisa Berjalan di Atas Air dan Tidak Tersentuh Api ?”
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
⚡ Jika kita jujur melihat kondisi umat hari ini, akan tampak jelas satu pola: urusan dunia dibahas dengan antusias, sementara urusan akhirat dianggap berat dan mengganggu.
📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel
▶️ YouTube Ustad Firanda Andirja (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
(Artikel 1.194 = 29/11/2025, Ba'da Isya)
🔹 "Membongkar Mitos Wali Khurafat : “Wali Bisa Berjalan di Atas Air dan Tidak Tersentuh Api ?”
🧕🏼 Kisah Yang Dipercaya Sebagian Orang :
Di sebagian daerah, beredar kisah-kisah seperti :
- Seorang wali berjalan di atas laut menuju pulau lain tanpa perahu.
- Seorang wali masuk ke tengah api, tapi tidak terbakar.
- Seorang wali menginjak bara api sambil berdzikir, dan kakinya tetap utuh.
- Seorang wali bisa menyeberang sungai besar hanya dengan sajadah yang mengapung.
Kisah-kisah ini biasanya dipakai untuk mengangkat derajat guru tarekat atau tokoh tertentu agar dihormati berlebihan, bahkan dipatuhi tanpa mempertimbangkan benar-salah ajarannya.
❌ Bantahan Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah :
1. Tidak ada contoh dari Rasulullah ﷺ atau para sahabat.
📌 Selama 23 tahun dakwah, Rasulullah ﷺ tidak pernah berjalan di atas air atau mengajak sahabat untuk membuktikan kewalian dengan cara seperti itu.
Para sahabat yang imannya jauh lebih mulia pun tidak ada yang dikenal punya kemampuan seperti ini.
Jika memang berjalan di atas air adalah tanda kewalian, tentu para sahabat Nabi ﷺ adalah orang pertama yang melakukannya.
2. Bisa jadi itu trik, tipuan, atau bantuan jin.
📖 Allah ﷻ menceritakan tentang tukang sihir Fir’aun : "Mereka memperdaya mata orang dan menakut-nakuti mereka, serta mereka mendatangkan sihir yang besar." (QS. Al-A’raf: 116)
📌 Orang bisa saja berjalan di atas air karena :
- Ada papan atau kaca tipis di bawah permukaan air.
- Dihalusinasi dengan bantuan jin.
- Sekadar cerita dari mulut ke mulut tanpa bukti nyata.
3. Bisa juga terjadi sebagai ujian (istidraj).
📖 Allah ﷻ berfirman : “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)
📌 Kejadian luar biasa tidak selalu berarti keridhaan Allah ﷻ.
Bisa jadi itu jalan untuk menyesatkan orang yang kagum pada keajaiban, tapi tidak peduli pada syariat.
💡 Contoh di Kehidupan Nyata :
Ada acara “dzikir” di mana puluhan orang menginjak bara api sambil menyebut nama tokoh tarekat, lalu dikatakan “karamah”.
Padahal secara fisika, jika bara sudah cukup dingin dan langkahnya cepat, memang bisa tidak terbakar — ini bukan karamah, tapi trik fisik.
Seorang tokoh di desa dikisahkan bisa berjalan menyeberangi laut tanpa kapal, tapi ketika diminta melakukan di depan saksi independen, selalu ada alasan menghindar.
Pertunjukan “ilmu kebal” di kampung, di mana orang menusuk tubuhnya tanpa luka, ternyata menggunakan trik sihir atau pengalihan fokus.
🛡️ Solusi Menurut Tauhid :
1. Ukur kewalian dengan iman dan taqwa, bukan keanehan.
📖 Allah ﷻ berfirman : "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka bertakwa." (QS. Yunus: 62-63)
✅ Tanda wali Allah ﷻ :
- Iman yang lurus sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
- Taat pada syariat.
- Tidak mengaku punya keajaiban untuk mencari pengaruh.
2. Waspada terhadap istidraj dan sihir.
Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) rahimahullah berkata : “Tidak setiap kejadian luar biasa adalah karamah wali. Bisa jadi itu sihir atau bantuan jin kafir. Ukurlah setiap orang dengan neraca syariat.” (Majmu’ Al-Fatawa)
✅ Jika kejadian aneh itu membawa pelaku atau pengikutnya kepada kesyirikan, pengagungan berlebihan, atau pelanggaran syariat, maka itu bukan karamah, tapi penyesatan.
3. Jangan jadikan keanehan sebagai alasan membenarkan kebohongan.
📌 Islam tidak mengajarkan kita untuk mengukur kebenaran dari cerita-cerita luar biasa.
Justru keimanan yang benar adalah yang tetap lurus walau tidak ada kejadian aneh sekalipun.
✍️ Kesimpulan
- Berjalan di atas air atau tidak terbakar api bukan bukti kewalian, apalagi jika disertai ajaran yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah.
- Bisa jadi itu trik fisik, sihir, bantuan jin, atau istidraj.
- Tauhid mengajarkan bahwa wali Allah ﷻ adalah orang yang beriman dan bertakwa, bukan yang memamerkan keanehan.
----------
Dunia akan kita tinggalkan, harta akan kita lepaskan, dan manusia akan kita tinggalkan.
Yang menemani kita hanyalah iman dan amal.
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar