📘 SERIAL DAKWAH : KITAB AL-ARBA'IN AN-NAWAWIYYAH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
👳 Dakwah yang paling berat sering kali bukan yang disampaikan dengan suara keras, tetapi yang menyentuh hati dan membongkar kenyamanan yang selama ini kita pertahankan.
📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel
▶️ YouTube Ustad Firanda Andirja (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
(Artikel 1.188 = 28/11/2025, Ba'da Magrib)
📘 SERIAL DAKWAH : KITAB AL-ARBA'IN AN-NAWAWIYYAH
(🕌 Hadits Kedua – Pilar Islam)
✒️ Makna Hadits
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan :
Suatu hari, ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang pakaiannya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak terlihat tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak seorang pun di antara kami mengenalnya.
Dia duduk di hadapan Nabi ﷺ, lututnya menempel pada lutut Nabi, lalu meletakkan kedua tangannya di atas paha Nabi ﷺ, dan berkata :
“Wahai Muhammad, kabarkan kepadaku tentang Islam.”
Rasulullah ﷺ menjawab :
“Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika engkau mampu.” (HR. Muslim)
📌 KEDUDUKAN HADITS INI
Hadits ini dikenal sebagai Hadits Jibril, karena laki-laki tersebut adalah malaikat Jibril yang datang untuk mengajarkan agama secara langsung kepada para sahabat.
Para ulama menyebutnya sebagai “Ummus Sunnah” (Induk Sunnah) karena memuat pokok-pokok ajaran Islam.
📖 PEMBAHASAN RINCI
1. Syahadat
- Mengakui dengan lisan, meyakini dengan hati, dan mengamalkan konsekuensinya bahwa hanya Allah ﷻ satu-satunya yang berhak disembah, dan Muhammad ﷺ adalah utusan Allah ﷻ.
- Syahadat bukan sekadar ucapan, tapi harus dibuktikan dengan meninggalkan syirik, bid’ah, dan maksiat.
2. Shalat
- Tiang agama dan pembeda antara iman dan kufur.
- Wajib dikerjakan tepat waktu, sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
- Meninggalkan shalat dengan sengaja = dosa besar yang sangat berbahaya, bahkan sebagian ulama mengkafirkannya.
3. Zakat
- Membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir.
- Wajib bagi Muslim yang memiliki harta mencapai nisab dan haul.
- Menolak zakat termasuk dosa besar.
4. Puasa Ramadhan
- Rukun Islam tahunan, menahan diri dari makan, minum, dan perkara yang membatalkan sejak fajar hingga maghrib.
- Tidak hanya menahan lapar, tapi juga menjaga lisan, mata, dan hati dari dosa.
5. Haji
- Wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu secara fisik, finansial, dan aman perjalanan.
- Tidak boleh dilakukan dengan cara riba atau hutang yang membebani.
🧠 CONTOH DALAM KEHIDUPAN NYATA
A. Syahadat tanpa pengamalan = Islam hanya di KTP
Mengaku Muslim, tapi masih meminta kepada kuburan, dukun, atau jimat = ini membatalkan syahadat.
B. Shalat asal-asalan
Ada yang shalat hanya di hari Jumat, atau shalat di rumah padahal tidak sakit.
Bahkan ada yang tidak shalat sama sekali tapi merasa masih Muslim = ini berbahaya sekali.
C. Zakat yang diabaikan
Banyak pedagang atau pegawai tidak mau mengeluarkan zakat, padahal hartanya sudah wajib dizakati.
D. Puasa tanpa meninggalkan dosa
Puasa Ramadhan tapi tetap ghibah, bohong, atau membuka aurat di media sosial = pahala puasa bisa habis.
E. Haji untuk gengsi
Ada yang berhaji berkali-kali tapi hutang masih menumpuk, atau sekadar ingin dipanggil “Haji” = niatnya salah.
🚫 BANTAHAN TERHADAP PENYIMPANGAN
❌ “Yang penting hatinya baik, shalat bisa menyusul.”
➡ Bantahan :
- Hati yang baik akan mendorong pemiliknya untuk taat pada Allah ﷻ.
- Nabi ﷺ menjadikan shalat sebagai batas antara iman dan kufur (HR. Muslim).
- Tidak ada “nanti-nanti” dalam kewajiban shalat.
❌ “Islam cukup dengan mengucapkan syahadat.”
➡ Bantahan :
- Syahadat harus dibuktikan dengan amal.
- Jika hanya diucapkan tanpa mengamalkan konsekuensinya, maka syahadat tidak bermanfaat di hadapan Allah ﷻ.
❌ “Haji bisa dengan uang dari pinjaman riba, yang penting niat baik.”
➡ Bantahan :
- Niat baik tidak membenarkan cara yang haram.
- Allah ﷻ Maha Suci, tidak menerima kecuali yang suci.
📚 PELAJARAN PENTING DARI HADITS INI
- Islam adalah amalan nyata, bukan sekadar keyakinan di hati.
- Rukun Islam adalah pondasi iman.
- Jika salah satunya runtuh, bangunan Islam rapuh.
- Ibadah harus dilakukan sesuai syarat dan rukun yang sah menurut syariat.
- Niat yang benar harus diiringi cara yang benar.
💡 PESAN DAKWAH
Saudaraku seiman…
Islam bukan sekadar status, tapi ketaatan nyata kepada Allah ﷻ.
Jangan bangga menjadi Muslim jika shalat diabaikan, zakat dilalaikan, puasa dicampuri maksiat, atau haji hanya untuk status sosial.
Mari kita tegakkan pilar Islam dalam hidup kita, agar bangunan keimanan kokoh sampai akhir hayat.
---------
Jalan kebenaran tidak selalu ramai, tidak selalu disambut, namun selalu bernilai di sisi Allah ﷻ bagi siapa yang menjalaninya dengan ikhlas.
Wallahu A'lam 🤲
Komentar
Posting Komentar