❌ SYUBHAT : “Artikel Dakwah = Tahlilan & Maulid, Hanya Beda Model”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 

☪️ Islam bukan sekadar identitas, bukan pula tradisi turun-temurun. 

Islam adalah kepatuhan total kepada Allah ﷻ, dan kepatuhan itu menuntut ilmu, kejujuran, serta keberanian meninggalkan kebiasaan yang salah.

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P

🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube Ustad Firanda Andirja (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos

🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam

(Artikel 1.186 = 28/11/2025, Ba'da Dzuhur)

❌ SYUBHAT : “Artikel Dakwah = Tahlilan & Maulid, Hanya Beda Model”

Komentar ini terlihat cerdas, tapi sebenarnya mencampuradukkan dua hal yang secara ushul berbeda total : 👉 wasilah penyampaian ilmu vs ritual ibadah.

Ini kesalahan logika fatal.

1. KESALAHAN UTAMA : MENYAMAKAN WASILAH DENGAN IBADAH

🔹 Artikel dakwah itu apa ?

* Sarana (wasilah) menyampaikan ilmu
* Masuk kategori mu‘amalah & alat

Hukumnya : boleh selama tidak melanggar syariat

🔹 Tahlilan & Maulid itu apa ?
  • Ritual ibadah
  • Dianggap berpahala
  • Dilakukan berulang, berjamaah, dengan tata cara khusus
📌 Ini bukan wasilah, tapi ibadah murni.

➡️ Menyamakan keduanya = rusak di kaidah ushul fiqh.

2. KAIDAH USHUL YANG DIABAIKAN OLEH KOMENTAR TERSEBUT

🔑 Kaidah Salaf :

“Al-ashlu fil ‘ibadat at-tahrim illa bid-dalil” Asal ibadah itu terlarang sampai ada dalil.

“Al-ashlu fil mu‘amalat al-ibahah” Asal urusan dunia & sarana itu boleh.

📌 Artikel = sarana = boleh
📌 Tahlilan / Maulid = ibadah = wajib dalil

➡️ Ini bukan pendapat “wahabi”, tapi ijma’ ulama ushul.

3. DALIL : APAKAH RASULULLAH ﷺ & SAHABAT PERNAH MENULIS ?

Syubhat klasik :

“Mana dalil Nabi bikin artikel ?”

Jawaban singkat :

❌ Nabi tidak bikin mikrofon
❌ Nabi tidak bikin kitab PDF
❌ Nabi tidak bikin WhatsApp

👉 Tapi Nabi memerintahkan menyampaikan ilmu.

📖 Dalil :

Rasulullah ﷺ bersabda (maknanya) : “Sampaikan dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari no. 3461)

➡️ Bentuk penyampaian tidak ditentukan 
➡️ Yang ditentukan adalah isi & kebenaran

📌 Menulis = bentuk tabligh, bukan ibadah tersendiri.

4. KESALAHAN LOGIKA BESAR : QIYAS YANG BATAL

Komentar itu mengatakan :

“Artikel ini identik dengan tahlilan & maulid, hanya beda model.”

❌ Ini qiyas ma‘al fariq (analogi rusak),.karena :

(Artikel Dakwah, Tahlilan & Maulid)
  • Sarana ilmu, Ritual ibadah
  • Tidak diyakini berpahala khusus, Diyakini ibadah
  • Boleh tanpa dalil khusus, Haram tanpa dalil
  • Fleksibel bentuknya, Kaku & ditradisikan
➡️ Objeknya berbeda = hukumnya berbeda.

5. TAMBAHAN : SHUBHAT “SEPERTI SHALAT BEDA MODEL”

Ini lebih fatal.

Shalat :

* Rukun
* Syarat
* Tata cara = semua ditentukan wahyu

Artikel dakwah :

* Tidak ada rukun
* Tidak ada pahala khusus
* Tidak dianggap ibadah ritual

📌 Menyamakan artikel dengan shalat = tidak paham agama.

6. BALIKKAN PERTANYAANNYA

👉 Jika artikel = bid’ah, maka :

* Kitab tafsir = bid’ah
* Kitab hadits = bid’ah
* Buku fiqih = bid’ah
* Kitab Imam Nawawi = bid’ah
* Kitab Ibnu Taimiyah = bid’ah

❓ Apakah Anda berani konsisten ?

Kalau tidak = standar ganda.

7. KESIMPULAN TEGAS

* ❌ Artikel dakwah BUKAN ibadah
* ❌ Tidak disamakan dengan tahlilan & maulid
* ❌ Syubhat ini rusak di ushul & logika

* ✅ Menulis = sarana tabligh
* ✅ Ibadah harus dalil, sarana tidak

📌 Yang bid’ah itu ritual tanpa dalil, bukan sarana menyampaikan dalil.

Penutup :

“Jika semua sarana dakwah harus ada dalil khusus, maka tidak ada satu pun kitab ulama yang selamat dari tuduhan bid’ah. Tapi para sahabat, tabi‘in, dan ulama salaf menulis — karena mereka paham beda antara ibadah dan sarana.”

----------

Jika kebenaran terasa berat, itu bukan karena kebenaran salah, tetapi karena hawa nafsu belum siap tunduk kepadanya.

Wallahu A'lam 🤲 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?