✍️ Menanggapi Komentar Tentang Kitab-Kitab Allah ﷻ

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 

Banyak amalan terasa baik karena sudah lama dilakukan, namun Islam mengajarkan agar setiap amal ditanya terlebih dahulu : apakah ini dicontohkan atau tidak.

(Artikel 1.353 = 30/12/2025, Ba'da Ashar)

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube Ustad Firanda Andirja (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📑 Ebook Terbaru (UFA) : Rambu-Rambu Dakwah : https://s.id/RambuDakwah

✍️ Menanggapi Komentar Tentang Kitab-Kitab Allah ﷻ

📜 Apakah Penjelasan Itu Benar Menurut Islam ?

Terkadang ketika kita menyampaikan artikel dakwah atau bantahan terhadap syubhat, ada orang yang memberikan komentar panjang yang sekilas terlihat benar, tetapi sebenarnya tidak menjawab pokok pembahasan atau bahkan bisa menimbulkan kebingungan baru.

Komentar yang dikirimkan tersebut berisi penjelasan tentang :

* Suhuf
* Taurat
* Zabur
* Injil
* Al-Qur’an

Secara umum, isi komentar tersebut memang menyebutkan kitab-kitab yang Allah ﷻ turunkan kepada para nabi. 

Namun perlu dijelaskan beberapa hal agar masyarakat tidak salah memahami maksudnya.

1. Kitab-Kitab Yang Diturunkan Allah ﷻ 

Islam memang mengajarkan bahwa Allah ﷻ menurunkan wahyu kepada para nabi dalam bentuk kitab atau suhuf.

Allah ﷻ berfirman (maknanya) : “Katakanlah: Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak-anaknya, serta apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, dan kepada apa yang diberikan kepada para nabi dari Rabb mereka.” (QS. Al-Baqarah: 2 : 136)

Dalam banyak penjelasan ulama disebutkan beberapa kitab besar yang Allah turunkan :

* Suhuf kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam
* Taurat kepada Nabi Musa ‘alaihis salam
* Zabur kepada Nabi Daud ‘alaihis salam
* Injil kepada Nabi Isa ‘alaihis salam
* Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ

Ini adalah bagian dari iman kepada kitab-kitab Allah ﷻ, yang merupakan salah satu rukun iman.

2. Taurat, Zabur, dan Injil Memang Diturunkan Untuk Bani Israil

Allah ﷻ menjelaskan bahwa Taurat dan Injil memang menjadi petunjuk bagi Bani Israil.

Allah ﷻ berfirman (maknanya) : “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya.” (QS. Al-Ma’idah: 5 : 44)

Tentang Injil, Allah ﷻ berfirman (maknanya) : “Kami telah memberikan kepadanya Injil, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya.” (QS. Al-Ma’idah: 5 : 46)

Namun yang harus dipahami adalah bahwa risalah para nabi sebelum Nabi Muhammad ﷺ memang ditujukan kepada kaum tertentu, bukan kepada seluruh manusia.

3. Al-Qur’an Diturunkan Untuk Seluruh Manusia

Berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya, Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia sampai hari kiamat.

Allah ﷻ berfirman (maknanya) : “Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan kepada seluruh manusia sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.” (QS. Saba’: 34 : 28)

Inilah yang membedakan risalah Nabi Muhammad ﷺ dengan nabi-nabi sebelumnya.

4. Kitab-Kitab Sebelumnya Telah Mengalami Perubahan

Islam juga menjelaskan bahwa kitab-kitab sebelumnya telah mengalami perubahan oleh manusia.

Allah ﷻ berfirman (maknanya) : “Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri, kemudian mereka mengatakan: ‘Ini dari Allah.’” (QS. Al-Baqarah: 2 : 79)

Ayat ini menjelaskan bahwa sebagian isi kitab sebelumnya telah :

* diubah
* ditambah
* atau dikurangi oleh manusia.

Karena itu Taurat dan Injil yang ada sekarang bukan lagi wahyu yang murni sebagaimana ketika diturunkan.

5. Mengapa Komentar Tersebut Kurang Tepat Dalam Diskusi

Masalah utama dari komentar tersebut bukan pada isi dasarnya, tetapi pada konteks diskusinya.

Artikel yang dibahas adalah tentang QS. An-Nisa: 157, yaitu ayat yang menjelaskan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam tidak disalib.

Allah ﷻ berfirman (maknanya) : “Mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang diserupakan bagi mereka.” (QS. An-Nisa: 4 : 157)

Ayat ini membantah keyakinan yang mengatakan bahwa Nabi Isa benar-benar disalib.

Sementara komentar yang dikirimkan hanya menjelaskan daftar kitab-kitab Allah ﷻ, tanpa menjawab atau membahas inti masalah tersebut.

Artinya komentar tersebut tidak membantah isi artikel, tetapi hanya menyebutkan informasi umum tentang kitab-kitab Allah ﷻ.

6. Prinsip Penting Dalam Diskusi Agama

Ada satu prinsip penting dalam diskusi ilmiah :

Setiap pembahasan harus menjawab pokok masalah yang sedang dibahas.

Jika pembahasan tentang :

* penyaliban Nabi Isa
* atau tafsir QS. An-Nisa: 4 : 157

maka yang harus dijelaskan adalah :

* dalil Al-Qur’an
* penjelasan tafsir ulama
* dan bantahan terhadap keyakinan yang salah.

Menyebutkan daftar kitab-kitab Allah ﷻ tidak menjawab inti pembahasan tersebut.

7. Sikap Seorang Muslim Dalam Masalah Ini

Seorang Muslim harus menilai setiap informasi dengan standar syariat.

Standar kebenaran dalam Islam adalah :

* Al-Qur’an
* Sunnah Rasulullah ﷺ
* pemahaman para sahabat.

Bukan sekadar tulisan panjang yang terlihat ilmiah tetapi tidak menjawab pokok masalah.

8. Kesimpulan

Penjelasan dalam komentar tersebut sebagian memang benar, yaitu tentang :

* kitab-kitab yang Allah ﷻ turunkan kepada para nabi
* Al-Qur’an sebagai kitab terakhir.

Namun komentar tersebut tidak menjawab inti pembahasan tentang QS. An-Nisa: 157.

Karena itu penjelasan tersebut sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan bantahan terhadap isu penyaliban Nabi Isa.

9. Penutup

Dalam berdiskusi tentang agama, seorang Muslim harus berusaha memahami masalah dengan jelas dan menjawabnya berdasarkan dalil yang kuat.

Tujuan diskusi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi meluruskan pemahaman manusia agar kembali kepada kebenaran wahyu.

Semoga Allah ﷻ memberikan kita ilmu yang benar, menjaga kita dari kesalahpahaman dalam memahami agama, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ dengan benar.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

----------

Kebenaran tidak membutuhkan suara keras, cukup hati yang jujur dan siap tunduk kepada dalil.

Wallahu A'lam 🤲.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?