🚫 Bantahan terhadap Narasi Video & Komentar : “Wahabi itu pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab & nisbat nama salah”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 

Kita sering sibuk menilai orang lain, padahal pertanyaan yang lebih penting adalah : apakah amal, keyakinan, dan kebiasaan kita sendiri sudah benar menurut tuntunan Rasulullah ﷺ ?

(Artikel 1.446 = 17/01/2026, Ba'da Isya)

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📑 Ebook Terbaru (UFA) : Rambu-Rambu Dakwah : https://s.id/RambuDakwah

🚫 Bantahan terhadap Narasi Video & Komentar : “Wahabi itu pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab & nisbat nama salah”

1. Kekacauan Sejarah : Abdul Wahhab bin Rustum tidak sama dengan Muhammad bin Abdul Wahhab

* Abdul Wahhab bin Rustum adalah tokoh Khawarij Ibadhiyah di Afrika Utara (Aljazair sekarang), abad ke-8 M.
* Muhammad bin Abdul Wahhab adalah ulama tauhid di Najd, lahir tahun 1703 M, wafat 1792 M.

➡️ Jarak waktu antara keduanya hampir 1.000 tahun, dan tidak ada kaitan sama sekali.

Mencampur-adukkan keduanya adalah kedunguan sejarah, bukan hujjah.

2. Soal Nisbat Nama : Distorsi Logika

Ulama salaf sering dinisbatkan ke ayah / kakek / guru / daerah, bukan sekadar nama depan.

* Imam Syafi‘i = dinisbatkan ke kakeknya, Syafi‘i, bukan ke nama depannya Muhammad.
* Imam Ahmad bin Hanbal = dinisbatkan ke ayahnya, Hanbal, bukan jadi “Ahmadi”.

Maka, Muhammad bin Abdul Wahhab bisa saja secara nisbat disebut Wahhabi (kalau memang benar itu nisbat ilmiah).

Tetapi faktanya, beliau tidak pernah menamakan diri dan dakwahnya dengan Wahhabi. 

Itu murni stempel lawan dakwah untuk menakut-nakuti umat dari ajaran tauhid.

3. Tuduhan Syaikh Bin Baz “Mengakui Wahhabi”

Pendebat sering memotong ucapan ulama Saudi.

Benar, Syaikh Ibnu Baz pernah mengatakan.:

“Nama Wahhabi sudah masyhur di masyarakat untuk menyebut dakwah tauhid.”

➡️ Tapi beliau tidak pernah mengakui Wahhabi sebagai mazhab baru. 

Justru beliau menegaskan : “Kami adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah, dakwah kami tauhid dan sunnah.”

Jadi, ucapan itu hanya mengakui realita sebutan, bukan legitimasi.

4. Fitnah “Mengafirkan & Membunuh”

Ini propaganda murahan.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab Ad-Durar As-Saniyyah justru menegaskan : “Kami tidak mengkafirkan seorang muslim hanya karena dosa, atau karena menyelisihi kami, kecuali jika ia berbuat syirik yang jelas.”

Jadi tuduhan “suka mengkafirkan & membunuh lawan” adalah fitnah politik yang disebarkan musuh dakwah tauhid, termasuk kolonialis Inggris & sekutu-sekutunya.

5. Siapa Sesungguhnya di Balik Stempel “Wahabi” ?

Label “Wahhabi” digencarkan oleh :

* Kolonial Inggris di abad ke-19, untuk menjatuhkan gerakan tauhid Najd yang mengancam cengkeraman mereka.
* Kaum sufi ekstrim & Syiah yang kehilangan pengaruh karena praktek khurafat dan kuburiyyah mereka dibongkar.

➡️ Jadi, yang menciptakan istilah “Wahhabi” bukan ulama tauhid, tapi musuh Islam.

🔥 Kesimpulan

* Abdul Wahhab bin Rustum tidak sama dengan Muhammad bin Abdul Wahhab (beda 1000 tahun & beda aliran).
* Nisbat nama dalam Islam memang bisa ke ayah / kakek / guru, jadi logika “harus Muhammadi” adalah kebodohan.
* Syaikh Bin Baz hanya mengakui sebutan populer, bukan mazhab baru.
* Tuduhan kafir & bunuh = fitnah. 
* Dakwah beliau murni tauhid, sesuai Al-Qur’an & Sunnah.
* Label “Wahhabi” = propaganda musuh Islam, bukan ajaran beliau.

----------

Tidak ada keuntungan dari mempertahankan kebiasaan yang salah selain penyesalan. Sedangkan meninggalkan kesalahan karena Allah ﷻ, walau pahit di awal, akan menjadi manis di akhir.

Wallahu A'lam 🤲. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Menelan Sperma Suami : Antara Nafsu dan Batasan Syariat

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?