⚡ Fitnahan Terhadap Dakwah Tauhid

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 

Banyak kesalahan tidak tampak buruk di mata pelakunya. Bahkan sering kali kesalahan itu justru dibungkus dengan nama ibadah, adat, persatuan, cinta, atau toleransi. Di sinilah manusia perlu kembali berpikir dengan jernih.

(Artikel 1.447 = 18/01/2026, Ba'da Subuh)

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📑 Ebook Terbaru (UFA) : Rambu-Rambu Dakwah : https://s.id/RambuDakwah

⚡ Fitnahan Terhadap Dakwah Tauhid

Yang dibahas itu ibadah, bukan fitnah sejarah politik.

Benar–salah ibadah tidak ditentukan oleh Ottoman, Bani Saud, atau konflik kekuasaan, tapi oleh Al-Qur’an dan Sunnah.

Maulid ditolak bukan karena “anti tradisi”, tapi karena tidak ada contoh dari Nabi ﷺ dan para sahabat.

Adapun istilah bid‘ah hasanah, para ulama Salaf memakainya untuk perkara dunia / sarana, bukan ibadah mahdhah.

Rasulullah ﷺ bersabda : “Setiap bid‘ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

Masalahnya sederhana: ada dalilnya atau tidak. Bukan siapa pendirinya, bukan di mana negaranya, bukan siapa penguasanya.

Silakan tunjukkan satu saja contoh Nabi ﷺ, Abu Bakar, Umar, Utsman, atau Ali merayakan maulid sebagai ibadah. Jika tidak ada, apa alasan ilmiah menjadikannya ibadah ?

Syekh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab mulai berdakwah tauhid di Najd sekitar tahun 1740-an M (abad ke-18). Sementara Khilafah Utsmaniyah runtuh pada tahun 1924 M. Artinya ada selisih hampir 180 tahun. 

Menyebut dakwah tauhid abad ke-18 sebagai sebab runtuhnya khilafah abad ke-20 adalah loncatan logika, bukan analisis ilmiah.

Beliau bukan pendiri agama baru, tidak membuat ibadah baru, tidak mengubah rukun iman. 

Dakwahnya sederhana : mengajak kembali ke tauhid dan sunnah.

Adapun penolakan maulid bukan karena politik, tapi karena tidak ada contoh dari Nabi ﷺ dan para sahabat.

Jadi persoalannya bukan Ottoman, bukan Bani Saud, bukan Najd. Tapi satu pertanyaan inti : ibadah yang Anda bela ini ada dalilnya atau tidak ?

Jika dakwah beliau dianggap penyebab runtuhnya khilafah, jelaskan bagaimana mungkin dakwah abad ke-18 meruntuhkan khilafah abad ke-20 ?

Jika maulid ibadah yang benar, tunjukkan satu contoh dari Nabi ﷺ atau Khulafaur Rasyidin.

Jika tidak ada, yang dipertahankan itu tradisi, bukan dalil.

----------

Semoga Allah ﷻ melembutkan hati kita untuk menerima kebenaran, memudahkan lisan kita untuk mengucapkannya, dan menguatkan langkah kita untuk mengamalkannya.

Wallahu A'lam 🤲. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Menelan Sperma Suami : Antara Nafsu dan Batasan Syariat

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?