✍️ Pertanyaan yang diajukan : Bismillah… ahsanallahu ilaikum. izin sedikit menanggapi, apa ukuran perbedaan mathla' itu? Misal ahlu Riyadh melihat, tapi ahlu makkah dan Madinah tak melihat. Kenapa mereka katakan wajib ikut puasa mengikuti rukyah orang Riyadh?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 

Persoalan terbesar manusia sering kali bukan karena tidak tahu sama sekali, tetapi karena merasa sudah tahu, padahal yang diikutinya belum tentu sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

(Artikel 1.445 = 17/01/2026, Ba'da Magrib)

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📑 Ebook Terbaru (UFA) : Rambu-Rambu Dakwah : https://s.id/RambuDakwah

✍️ Pertanyaan yang diajukan : Bismillah… ahsanallahu ilaikum. izin sedikit menanggapi, apa ukuran perbedaan mathla' itu? Misal ahlu Riyadh melihat, tapi ahlu makkah dan Madinah tak melihat. Kenapa mereka katakan wajib ikut puasa mengikuti rukyah orang Riyadh?

Wa fikum barakallah 🤲🤝

🧩 1. APA ITU MATHLA’

Mathla’ = tempat munculnya hilal.

👉 Artinya :

* setiap daerah bisa beda posisi bulan
* sehingga bisa beda terlihat atau tidak

Contoh :

* di satu tempat hilal sudah terlihat
* di tempat lain belum terlihat

➡️ Ini normal, bukan aneh

❓ 2. APA UKURAN PERBEDAAN MATHLA’ ?

👉 Jawabannya : ❗ Tidak ada batas angka pasti dalam dalil

📖 Dalil hanya menyebut : “Berpuasalah karena melihat hilal…” (HR. Bukhari no. 1909, Muslim no. 1081)

👉 Artinya : Syariat memberi prinsip umum

❌ Tidak merinci :

* berapa km
* berapa derajat
* batas wilayah teknis

📌 Maka.:

➡️ Para ulama berbeda (khilaf).:

* ada yang global
* ada yang beda mathla’
* ada yang ikut pemerintah / Negara 

🧩 3. CONTOH RIYADH vs MAKKAH

Pertanyaan : “Kalau Riyadh melihat, tapi Makkah tidak, kenapa harus ikut Riyadh?”

🎯 Jawabannya : 👉 Tidak ada kewajiban mutlak harus ikut Riyadh

📖 DALIL PENENTU

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma :

* Syam melihat hilal
* Madinah tidak ikut

Beliau berkata.: “Demikian Rasulullah ﷺ memerintahkan kami.” (HR. Muslim no. 1087)

👉 Ini sangat penting.:

* Sahabat tidak memutlakkan satu wilayah
* Berarti tidak ada kewajiban global

🧠 4. LALU KENAPA ADA YANG BILANG “WAJIB IKUT”?

👉 Itu pendapat ulama (ijtihad), bukan dalil tegas

📌 Masalah ini memang :

* khilaf ulama
* ❌ bukan satu pendapat mutlak

⚖️ 5. KESIMPULANNYA 

* 👉 Perbedaan mathla’ itu nyata
* 👉 Tidak ada batas teknis pasti dalam dalil
* 👉 Tidak wajib satu wilayah ikut wilayah lain
* 👉 Ini masalah khilaf

🧭 6. SIKAP YANG PALING AMAN

* Ikuti keputusan pemerintah (ulil amri)
* Jaga persatuan
* Jangan jalan sendiri

📖 Rasulullah ﷺ bersabda : “Puasa adalah hari ketika kalian berpuasa…” (HR. Tirmidzi no. 697)

🔥 PENUTUP

👉 Jadi :

* ❌ Bukan harus ikut Riyadh
* ❌ Bukan juga bebas sendiri

* Tapi kembali ke dalil
* dan menjaga jamaah umat Islam dengan keputusan Negara 

Wallahu A'lam 🤲.

----------

Kalau hari ini kita masih diberi kesempatan untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, maka itu nikmat besar. Jangan sampai nikmat itu berubah menjadi hujjah yang memberatkan kita di hadapan Allah ﷻ.

Wallahu A'lam 🤲. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Menelan Sperma Suami : Antara Nafsu dan Batasan Syariat

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?