📢 Bantahan terhadap Tuduhan Dusta

Bismillahirrahmanirrahim 

(Artikel 1.507 = 30/01/2026, Ba'da isya)

📣 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
📥 WhatsApp Grup 2 : https://chat.whatsapp.com/EM91hf2UDojFAFKWnNdGJ1
💻 Website : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
📺 YouTube : https://youtube.com/@hijrahbutuhilmu?si=bXtcPbQXI8sRgvnA
📸 Instagram : https://www.instagram.com/hijrahbutuhilmu?igsh=MTk0aDdnYnU1NGZ1eQ==
👥 Facebook : https://www.facebook.com/share/1KyzQsCG3T/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📑 Ebook Terbaru (UFA) : Rambu-Rambu Dakwah : https://s.id/RambuDakwah

📢 Bantahan terhadap Tuduhan Dusta

Anda mencampuradukkan tiga hal berbeda :

* Dakwah tauhid (aqidah & ibadah)
* Aliansi politik lokal (Najd–Dir‘iyyah)
* Konflik kekuasaan regional (Ottoman)

Lalu disimpulkan seolah : dakwah tauhid = legitimasi kekerasan & perampasan. Ini kesalahan metodologi serius.

Dalam Islam, benar – salah aqidah dan ibadah tidak ditentukan oleh aliansi politik, tapi oleh Al-Qur’an dan Sunnah. Allah ﷻ berfirman : “Jika kalian berselisih dalam suatu perkara, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul.” (QS. An-Nisā’: 59)

Tidak ada “paket ajaran Wahabi” seperti yang Anda tuduhkan. Syekh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab tidak membuat rukun iman baru, tidak membuat ibadah baru, dan tidak menghalalkan darah Muslim secara umum.

Dakwah beliau = tauhid & sunnah, persis yang didakwahkan para nabi : Larangan syirik, Larangan ibadah tanpa dalil, Kewajiban ittiba‘ pada Nabi ﷺ

Aliansi dengan penguasa bukan hal baru dalam sejarah Islam, dan tidak otomatis berarti legitimasi kezhaliman. Ulama Salaf sejak dulu berbeda sikap dalam menyikapi penguasa, dan perbedaan itu tidak membatalkan aqidah.

Komentar Anda : “Tanpa Saud, ajarannya mati” adalah spekulasi sejarah, bukan hujjah syar‘i. Kebenaran tidak ditentukan oleh kekuatan pedang, tapi oleh dalil. Menuduh “harta rampasan halal” dan “jihad internal sah” wajib dibuktikan dengan fatwa tertulis beliau — bukan opini / fitnahan pihak ketiga.

Aqidah & ibadah dinilai dengan dalil, bukan dengan teori konspirasi sejarah. Kesalahan politik (jika ada) tidak otomatis membatalkan kebenaran tauhid. Menolak ibadah tanpa dalil bukan kekerasan, tapi ittiba‘ pada Nabi ﷺ. Jika standar kebenaran digeser ke : siapa bersekutu dengan siapa maka agama akan berubah setiap kali penguasa berganti.

* Tunjukkan satu dalil tertulis dari Syekh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab yang menghalalkan darah Muslim tanpa hujjah syar‘i.
* Tunjukkan satu ibadah yang beliau larang padahal dicontohkan Nabi ﷺ.
* Jika dakwah tauhid dianggap salah karena aliansi politik, apakah tauhid Nabi ﷺ juga salah ketika ditentang penguasa Quraisy ?

Jika tidak bisa jawab, maka yang Anda pertahankan bukan dalil, tapi hawa nafsu.

Wallahu A'lam 🤲.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?