❓ Pertanyaan : Izin bertanya ustadz.. Banyak shalawat shalawat. Yang di amalkan org.. Salah satunya. shalawat mihrab al arwah. Shalawat ad darajah wal wisalah.apakah shalawat2 ini sesuai sunnah?

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 

Jangan sampai sesuatu yang kita bela mati-matian di dunia, ternyata tidak punya nilai di sisi Allah ﷻ karena tidak dibangun di atas dalil.

(Artikel 1.457 = 20/01/2026, Ba'da Isya)

📢 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
📥 WhatsApp Grup 2 Dakwah Tauhid : https://chat.whatsapp.com/EM91hf2UDojFAFKWnNdGJ1
🌐 Website Dakwah Tauhid : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📑 Ebook Terbaru (UFA) : Rambu-Rambu Dakwah : https://s.id/RambuDakwah

❓ Pertanyaan : Izin bertanya ustadz.. Banyak shalawat shalawat. Yang di amalkan org.. Salah satunya. shalawat mihrab al arwah. Shalawat ad darajah wal wisalah.apakah shalawat2 ini sesuai sunnah?

Jawabannya : tidak semua bacaan yang diberi nama “shalawat” otomatis sesuai sunnah.

Dalam ibadah, yang jadi ukuran bukan nama yang indah atau banyaknya orang yang membaca, tetapi ada dalil shahihnya atau tidak.

Allah ﷻ berfirman : “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya…” (QS. Al-Ahzab: 56)

Rasulullah ﷺ ketika ditanya cara bershalawat, beliau mengajarkan shalawat Ibrahimiyyah. (HR. Bukhari no. 6357, Muslim no. 406, shahih)

Dan beliau bersabda : “Barang siapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim no. 1718, shahih)

Jadi, shalawat Mihrab al-Arwah setahu saya tidak ada dalil shahih yang menetapkannya sebagai sunnah ma’tsurah.

Adapun ad-Darajah wal-Wasilah, kalau yang dimaksud adalah doa setelah azan : “Ya Allah, berikanlah kepada Muhammad al-wasilah dan al-fadhilah…” maka itu sunnah. (HR. Bukhari no. 614, shahih)

Kesimpulannya : yang aman dan sesuai sunnah adalah memperbanyak shalawat yang diajarkan Nabi ﷺ sendiri, terutama shalawat Ibrahimiyyah dan doa setelah azan.

Jangan melazimkan bacaan tertentu sebagai sunnah kalau tidak ada dalil shahihnya.

Semoga Allah ﷻ membimbing kita untuk mencintai Nabi ﷺ dengan cara yang benar, yaitu mengikuti sunnah beliau, bukan mengada-adakan dalam agama. Aamiin.

----------

Semua akan kembali kepada Allah ﷻ. Saat itu yang menyelamatkan bukan tradisi, tokoh, atau banyaknya pengikut, tetapi iman dan amal yang sesuai petunjuk Rasulullah ﷺ. Aamiin.

Wallahu A'lam 🤲.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Selamat Datang di Blog Hijrah Butuh Ilmu – Kenapa Kita Harus Hijrah dengan Ilmu?

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?