🚫 Ajaib ! Maksiat Ramai, Dakwah Sepi

Bismillahirrahmanirrahim 

(Artikel 1.620 = 03/05/2026)

📣 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
📥 WhatsApp Grup 2 : https://chat.whatsapp.com/EM91hf2UDojFAFKWnNdGJ1
💻 Website : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/

⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel

▶️ YouTube (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📑 Ebook Terbaru (UFA) : Rambu-Rambu Dakwah : https://s.id/RambuDakwah

🚫 Ajaib ! Maksiat Ramai, Dakwah Sepi

Segala puji bagi Allah ﷻ yang menurunkan petunjuk melalui Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ. 

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ, keluarganya, sahabatnya, dan seluruh pengikut setia beliau hingga akhir zaman.

1. Fenomena Nyata di Masyarakat

Hari ini kita hidup di zaman yang aneh. 

Kalau ada grup WhatsApp ramai dengan obrolan musik, nongkrong, jalan-jalan campur baur, gosip, bahkan main domino sambil merokok — ribuan percakapan dalam sehari bisa terjadi. 

Semua orang tertawa, senang, dan menyebutnya “kompak”, “solid”, dan “penuh keakraban”.

Tapi, ketika ada yang mengirim artikel dakwah tentang shalat, tentang bahaya riba, tentang wajibnya menutup aurat, atau tentang jauhnya umat dari tauhid — tiba-tiba suasana hening. 

Semua diam. 

Bahkan ada yang mengejek : 

* “Sok ustadz ! 
* Sok suci ! 
* Panitia surga !” 

Hingga akhirnya, sang penyampai kebenaran dikeluarkan dari grup.

Ajaib. 

* Kalau bicara maksiat, semua ok, ok, ok.
* Tapi kalau bicara taat kepada Allah ﷻ, semua berubah menjadi sinis.

2. Dalil Al-Qur’an : Inilah Sifat Orang Lalai

Fenomena ini sudah digambarkan oleh Allah ﷻ sejak dahulu : “Dan apabila disebut nama Allah Yang Maha Esa, maka kesal hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Tetapi apabila disebut nama selain-Nya, tiba-tiba mereka bergembira.” (QS. Az-Zumar: 45)

Artinya, hati yang dipenuhi cinta dunia akan senang mendengar obrolan duniawi, tapi berat mendengar nasihat agama.

3. Mengapa Mereka Menolak Dakwah ?

Ada beberapa sebab :

📌 Hati yang keras karena terbiasa dengan maksiat.

Rasulullah ﷺ bersabda : “Jika hati baik, maka baiklah seluruh tubuh; jika hati rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Itulah hati.” (HR. Bukhari & Muslim).

📌 Iman yang lemah, sehingga prioritasnya terbalik : rela mengeluarkan uang untuk rokok, konser, dan game, tapi bakhil untuk infak dakwah atau masjid.

📌 Terikat dengan tradisi, sehingga kebenaran dianggap asing. 

Rasulullah ﷺ telah mengabarkan : “Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim).

4. Sunnatullah dalam Dakwah

Jangan heran bila dakwah sering ditolak. 

* Para nabi pun lebih banyak ditolak ketimbang diterima. 
* Nabi Nuh ‘alaihissalam berdakwah 950 tahun, tapi hanya sedikit pengikutnya. 
* Rasulullah ﷺ pun lebih sering dihina, dimusuhi, dan difitnah dibanding dipuji oleh kaumnya.

➡️ Maka, jika hari ini dakwah tauhid ditolak, bukan berarti salah. 

Justru itu tanda mengikuti jalan para nabi.

5. Sikap Seorang Muslim

* Jangan berhenti menyampaikan kebenaran walau satu ayat.
* Jangan terpancing dengan ejekan, karena itu sunnatullah.
* Jangan mengubah dakwah agar disenangi manusia. 

Kebenaran memang pahit bagi yang enggan tunduk.

✍️ Kesimpulan

Fenomena “maksiat ramai, dakwah sepi” adalah tanda jelas bahwa umat sedang jauh dari agamanya. 

Yang penting bagi kita : terus istiqamah. 

Karena tugas seorang da’i hanyalah menyampaikan, bukan memastikan orang lain menerima.

📌 Ingatlah firman Allah ﷻ : “Maka sampaikanlah olehmu apa yang diperintahkan kepadamu, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (QS. Al-Hijr: 94)

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk golongan yang tetap teguh di atas kebenaran meski dianggap asing oleh manusia.

Wallahu A'lam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

❓ Apakah Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga ?

Menelan Sperma Suami : Antara Nafsu dan Batasan Syariat

🌀 Benarkah Semua Golongan Masuk Surga ?