👳 Siapa Tokoh Awal Penyebar Syiah, dan Dari Mana Pendukung Dajjal Akan Muncul ?
Bismillahirrahmanirrahim
(Artikel 1.618 = 01/05/2026)
📣 Saluran Dakwah Tauhid : https://whatsapp.com/channel/0029VbAxpr9CXC3NHYRR5e2P
📥 WhatsApp Grup 2 : https://chat.whatsapp.com/EM91hf2UDojFAFKWnNdGJ1
💻 Website : https://hijrahbutuhilmu.blogspot.com/
⁉️ Tanya - Jawab : Balas Artikel
▶️ YouTube (UFA) : https://youtube.com/c/FirandaAndirjaOfficial/videos
🅰️ Aplikasi Bekal Islam (UFA) : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bekalislam
📑 Ebook Terbaru (UFA) : Rambu-Rambu Dakwah : https://s.id/RambuDakwah
👳 Siapa Tokoh Awal Penyebar Syiah, dan Dari Mana Pendukung Dajjal Akan Muncul ?
Pertanyaan ini menyentuh dua pembahasan besar yang sering dicampuradukkan :
* asal mula munculnya Syiah sebagai penyimpangan aqidah,
* dan hadits-hadits tentang Dajjal serta para pengikutnya di akhir zaman.
Keduanya harus dijawab dengan dalil, kehati-hatian ilmiah, dan kejujuran.
Dalam masalah seperti ini, tidak boleh berbicara berdasarkan emosi, propaganda, atau cerita populer tanpa landasan.
Kita wajib menimbang semuanya dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan penjelasan ulama Ahlus Sunnah wal Jama‘ah.
1. Prinsip Dasar : Jangan Bicara Tentang Agama Tanpa Ilmu
Allah ﷻ berfirman : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya.” (QS. Al-Isra’: 36)
Allah ﷻ berfirman : “Jika kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul.” (QS. An-Nisa’: 59)
Dua ayat ini menjadi fondasi.
Maka dalam membahas Syiah dan Dajjal, kita tidak cukup dengan :
* cerita yang viral,
* sentimen politik,
* atau kebencian kelompok.
Kita harus kembali kepada dalil yang shahih.
📌 BAGIAN PERTAMA : ASAL MULA MUNCULNYA SYIAH
2. Apa yang Dimaksud dengan Syiah ?
Secara bahasa, syi‘ah berarti kelompok pendukung atau pengikut.
Namun dalam istilah yang dibahas para ulama Ahlus Sunnah, Syiah adalah kelompok yang mengkhususkan loyalitas kepada ‘Ali radhiyallahu ‘anhu dan Ahlul Bait, lalu berkembang menjadi penyimpangan aqidah, terutama pada :
* ghuluw kepada ‘Ali dan para imam,
* celaan kepada para sahabat,
* dan dalam sebagian sekte sampai pada penyimpangan aqidah yang berat.
Jadi, Syiah bukan sekadar “cinta Ahlul Bait”.
Ahlus Sunnah juga mencintai Ahlul Bait.
Yang menjadi masalah adalah ghuluw dan penyimpangan aqidah.
3. Siapa Tokoh Awal yang Sering Disebut Ulama sebagai Pemicu Fitnah Syiah ?
Dalam banyak kitab Ahlus Sunnah, tokoh yang sering disebut sebagai salah satu penggerak awal fitnah Syiah ekstrem adalah : Abdullah bin Saba’
Dia dikenal dalam riwayat-riwayat sejarah sebagai :
* seorang Yahudi dari Yaman,
* lalu menampakkan keislaman,
* kemudian menyebarkan fitnah di tengah kaum muslimin,
* mengobarkan ghuluw terhadap ‘Ali radhiyallahu ‘anhu,
* dan memprovokasi pemberontakan terhadap Utsman radhiyallahu ‘anhu.
⚡ Penjelasan ulama
Imam Ath-Thabari (w. 310 H) dalam Tarikh Ath-Thabari menyebut riwayat-riwayat tentang aktivitas Abdullah bin Saba’ sebagai salah satu unsur dalam fitnah besar di akhir masa khilafah Utsman radhiyallahu ‘anhu.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) dalam Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah menjelaskan secara makna bahwa kelompok rafidhah dan ghuluw kepada ‘Ali memiliki akar fitnah yang di antaranya dinisbatkan kepada Abdullah bin Saba’.
Al-Imam Adz-Dzahabi (w. 748 H) dalam Mizan al-I‘tidal dan pembahasan sejarah beliau juga menyebut keberadaan tokoh ini dalam konteks fitnah awal.
4. Apakah Syiah Diciptakan Hanya Oleh Satu Orang ?
Di sini harus jujur dan ilmiah :
Jawaban yang benar : Tidak tepat jika dikatakan seluruh Syiah hanya berasal dari satu orang saja.
Yang lebih tepat : Abdullah bin Saba’ adalah salah satu tokoh awal fitnah yang menyalakan unsur ghuluw, tetapi Syiah sebagai sekte besar berkembang bertahap melalui :
* fitnah politik,
* fanatisme kepada Ahlul Bait,
* kebencian terhadap sebagian sahabat,
* dan kemudian disusun menjadi sistem aqidah oleh tokoh-tokoh sesudahnya.
Jadi kalau ditanya “siapa tokoh utamanya ?”
Maka menurut banyak ulama Ahlus Sunnah, Abdullah bin Saba’ disebut sebagai salah satu pemantik awal ghuluw Syiah, tetapi Syiah sebagai sekte berkembang kemudian di Irak, terutama Kufah, dengan banyak tokoh dan tahapan.
Ini jawaban yang tegas sekaligus ilmiah.
5. Dari Daerah Mana Syiah Awal Banyak Berkembang ?
Secara sejarah, pusat berkembangnya Syiah awal banyak terkait dengan : Kufah (Irak)
Kufah menjadi tempat subur bagi :
* fanatisme politik,
* perpecahan,
* dukungan berlebihan kepada Ahlul Bait,
* dan kemudian perkembangan kelompok-kelompok Syiah.
Karena itu, ketika ulama sejarah membahas asal perkembangan Syiah sebagai gerakan, mereka sering mengaitkannya dengan Irak, khususnya Kufah.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) dalam Minhaj as-Sunnah menjelaskan secara makna bahwa ghuluw dan rafidhah banyak tumbuh di wilayah Irak.
Maka perlu dibedakan :
* pemantik awal fitnah = sering dikaitkan dengan Abdullah bin Saba’ dari Yaman,
* wilayah berkembangnya gerakan Syiah awal = banyak berkembang di Kufah, Irak.
6. Apa Penyimpangan Pokok Syiah ?
Ini penting agar pembahasan tidak berhenti di nama tokoh saja.
Penyimpangan pokok Syiah — terutama Syiah Imamiyah Rafidhah — mencakup :
* Ghuluw kepada para imam
* Mencela dan merendahkan para sahabat
* Menjadikan imamah sebagai pokok agama
* Dalam sebagian cabangnya : penyimpangan aqidah yang lebih berat
Padahal Allah ﷻ berfirman : “Orang-orang yang terdahulu lagi pertama dari kaum Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.” (QS. At-Taubah: 100)
Rasulullah ﷺ bersabda : “Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku.” (HR. Bukhari no. 3673, Muslim no. 2540, shahih)
Maka siapa pun yang membangun agama di atas celaan kepada sahabat, itu penyimpangan aqidah, bukan sekadar perbedaan kecil.
📌 BAGIAN KEDUA : PENDUKUNG DAJJAL DI AKHIR ZAMAN
7. Siapa Dajjal ?
Dajjal adalah fitnah terbesar di akhir zaman.
Rasulullah ﷺ telah memperingatkan umat ini dengan sangat tegas.
Rasulullah ﷺ bersabda : “Tidak ada fitnah sejak diciptakannya Adam sampai terjadinya kiamat yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946, shahih)
Ini menunjukkan bahwa Dajjal bukan isu kecil, bukan dongeng, dan bukan sekadar simbol politik.
Dia adalah fitnah nyata di akhir zaman.
8. Dajjal Akan Muncul Dari Mana ?
Dalam hadits shahih dan hasan terdapat beberapa keterangan.
A. Dari arah timur
Rasulullah ﷺ bersabda : “Sesungguhnya Dajjal akan keluar dari arah timur.” (Makna hadits-hadits tentang keluarnya Dajjal dari arah timur, di antaranya dalam Shahih Muslim)
B. Dari Khurasan
Rasulullah ﷺ bersabda : “Dajjal akan keluar dari negeri di timur yang disebut Khurasan.” (HR. Tirmidzi no. 2237, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Khurasan dalam pembahasan klasik mencakup wilayah timur yang luas pada zaman dahulu, meliputi kawasan yang sekarang dikenal sekitar :
* Iran bagian timur,
* Afghanistan,
* Turkmenistan,
* dan sekitarnya.
Jadi, hadits menyebut arah dan wilayah keluarnya, bukan untuk memvonis semua orang yang tinggal di sana, tetapi untuk memberi tanda akhir zaman.
9. Siapa Pengikut Dajjal ?
Hadits shahih menyebutkan dengan jelas salah satu kelompok besar pengikut Dajjal :
Rasulullah ﷺ bersabda : “Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu Yahudi dari Isfahan, mereka memakai tayalisah.” (HR. Muslim no. 2944, shahih)
Ini hadits yang sangat jelas.
Penjelasannya : Isfahan adalah wilayah yang dikenal di Persia / Iran.
Hadits ini menyebut 70.000 Yahudi dari Isfahan sebagai bagian dari pengikut Dajjal.
Ini bukan berarti semua penduduk Isfahan demikian.
Tetapi ini tanda khusus yang disebutkan oleh Nabi ﷺ.
10. Apakah Hanya Itu Pengikut Dajjal ?
Tidak.
Dalam hadits-hadits lain dijelaskan bahwa Dajjal juga diikuti oleh :
* orang-orang bodoh,
* orang-orang munafik,
* orang-orang lemah imannya,
* dan banyak manusia yang tertipu oleh fitnahnya.
Rasulullah ﷺ menggambarkan Dajjal membawa fitnah besar :
* seolah-olah surga dan neraka,
* kemampuan menipu,
* dan klaim-klaim besar yang membuat manusia tertipu.
Karena itu, hakikat pengikut Dajjal bukan sekadar identitas etnis, tetapi orang-orang yang rusak aqidahnya, lemah ilmunya, dan mudah tertipu oleh fitnah.
📌 BAGIAN KETIGA : APA HUBUNGAN PEMBAHASAN INI DENGAN REALITA UMAT ?
11. Bahaya Ghuluw, Fitnah, dan Lemahnya Ilmu
Kalau kita perhatikan, baik Syiah maupun pengikut Dajjal punya satu benang merah :
Benang merahnya adalah :
* ghuluw
* rusaknya cara memahami agama
* mudah tertipu oleh simbol
* fanatisme tanpa ilmu
Syiah muncul dari ghuluw kepada tokoh.
Pengikut Dajjal nanti juga tertipu oleh simbol dan kekuatan palsu.
Maka pelajaran besarnya : orang yang tidak dibangun di atas tauhid dan sunnah akan mudah terseret oleh fitnah.
12. Memahami Realita Yang Terjadi di Masyarakat
Hari ini banyak orang :
* mudah takjub dengan tokoh,
* mudah hanyut oleh narasi politik,
* mudah mencampuradukkan aqidah dengan sentimen,
* dan sering menilai kebenaran bukan dengan dalil, tetapi dengan emosi.
Inilah akar bahayanya.
Jika umat tidak dibina di atas :
* tauhid,
* sunnah,
* dan ilmu yang benar,
* maka setiap fitnah besar akan mudah diterima.
Karena itu pembahasan Syiah dan Dajjal bukan hanya soal sejarah dan masa depan.
Ini adalah peringatan untuk hari ini.
📌 Meluruskan Beberapa Kesalahpahaman Yang Sering Muncul
⚡ Kesalahpahaman 1 : “Kalau begitu semua orang dari Iran atau Khurasan buruk.”
Ini salah.
Hadits tidak pernah mengajarkan kezaliman seperti itu.
Yang disebut Nabi ﷺ adalah :
* lokasi kemunculan Dajjal,
* dan kelompok tertentu yang mengikutinya.
Bukan semua manusia di wilayah itu.
⚡ Kesalahpahaman 2 : “Berarti Syiah murni diciptakan satu orang saja.”
Ini juga perlu diluruskan.
Yang benar : ada tokoh awal pemantik fitnah, yaitu Abdullah bin Saba’ menurut banyak ulama Ahlus Sunnah, namun Syiah sebagai sekte berkembang bertahap dan tidak lahir hanya dari satu hari atau satu tokoh saja.
⚡ Kesalahpahaman 3 : “Yang penting politiknya membela Islam, aqidah tidak usah dibahas.”
Ini berbahaya.
Aqidah dalam Islam tidak diukur dengan posisi politik, tetapi dengan dalil.
Seseorang bisa saja melawan musuh tertentu, tetapi aqidahnya tetap menyimpang.
Kebenaran tidak diukur dengan siapa yang sedang berperang melawan siapa.
📌 Sikap Seorang Muslim Terhadap Masalah Ini
1. Standar Kebenaran Dalam Islam
Ukuran benar dan salah dalam Islam adalah :
* Al-Qur’an
* Sunnah Rasulullah ﷺ
* pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum
Bukan :
* propaganda politik
* sentimen kelompok
* glorifikasi tokoh
* atau semangat tanpa ilmu
2. Kesimpulannya
⚡ Tentang Syiah
Tokoh yang sering disebut oleh banyak ulama Ahlus Sunnah sebagai pemantik awal fitnah ghuluw Syiah adalah Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi dari Yaman yang menampakkan Islam.
Tetapi Syiah sebagai sekte berkembang kemudian, terutama di Kufah, Irak.
Penyimpangan Syiah adalah penyimpangan aqidah, bukan sekadar perbedaan kecil.
⚡ Tentang Dajjal
Dajjal akan keluar dari arah timur, dan ada riwayat menyebut Khurasan.
Salah satu kelompok pengikut besarnya adalah 70.000 Yahudi dari Isfahan.
Pengikut Dajjal pada hakikatnya adalah orang-orang yang lemah ilmu dan rusak aqidahnya.
3. Sikap Praktis Yang Harus Dilakukan
Seorang muslim harus :
* Memperkuat tauhid
* Mempelajari aqidah Ahlus Sunnah
* Menjauhi ghuluw kepada tokoh
* Tidak tertipu oleh narasi politik yang menutupi penyimpangan aqidah
* Banyak berdoa memohon perlindungan dari fitnah Dajjal
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa perlindungan dari Dajjal dalam shalat.
Ini menunjukkan bahwa fitnah Dajjal adalah perkara yang harus ditakuti oleh setiap muslim.
4. Penutup
Sejarah Syiah mengajarkan kita bahaya ghuluw.
Hadits Dajjal mengajarkan kita bahaya fitnah besar di akhir zaman.
Keduanya bertemu pada satu titik : siapa yang jauh dari tauhid dan sunnah, akan mudah tertipu.
Karena itu, jangan sibuk hanya mencari nama musuh.
Perbaiki dulu pondasi iman.
* Jaga hati dengan ilmu.
* Jaga aqidah dengan dalil.
* Jaga jalan hidup dengan Sunnah Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah ﷻ meneguhkan kita di atas tauhid, menjauhkan kita dari bid‘ah, kesesatan, penyimpangan aqidah, dan melindungi kita dari fitnah Dajjal. Aamiin.
Wallahu A'lam.
Komentar
Posting Komentar